Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Tuesday, 23 June 2009

BUY JPRS

Rumor

RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 23 Juni 2009

HARGA saham PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) berpeluang menuju Rp 500 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, perseroan dikabarkan akan melakukan aksi korporasi dan pergantian susunan direksi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Investor Daily.

BUMI , INKP, TKIM,BBCA,BBNI,BDMN

Analisa

Cermati BUMI, INKP, TKIM, BBCA, BBNI, BDMN

Harga saham sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia hari ini setidaknya akan terpengaruh aksi korporasi, kondisi keuangan maupun berita-berita seputar perusahaan seperti BUMI, SAIP, RICY, INKP, TKIM, BBCA, BBNI dan BDMN.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

INFO TRADER

Karena ada nya penaikan suku bunga di amerika.
dan amerika akan mengeluarkan surat utang sehingga investor asing melakukan penarikan saham di bursa regional..

beli saat IHSG ke 1950..
Buy bumi..
1830
potensi harga ke 2000

Buy suli
potensi harga di 1500

ANALISA IHSG

Analisa

IHSG Diprediksi Bergerak 1.940-2.012

IHSG hari ini diprediksi bergerak ke kisaran 1.940-2.012 di mana harga komoditas, perkembangan geopolitik AS-Korut, serta makroekonomi masih akan menjadi fokus investor.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

RUMOR

RUMOR PASAR INVESTOR DAILY

HARGA saham PT Sumalindo Lestari Tbk (SULI) berpotensi menuju level Rp 1.000-1.500, seiring mendekatnya batas waktu penebusan waran perseroan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Investor Daily.

BERITA GLOBAl

Berita

Saham EPMT tak Harus Dilepas Lagi

Setelah 5 tahun, integrasi PT Kalbe Farma Tbk dengan PT Enseval Putera Megatrading Tbk pun berulang menyusul rencana penawaran tender 31,81% saham Enseval Putra.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

HADE Targetkan Laba

PT HD Capital Tbk menargetkan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp18,12 miliar dengan laba bersih Rp506 juta didorong oleh tingginya transaksi rata-rata harian perseroan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Apabila Fed Rate Naik

Dalam sebuah kesempatan, seseorang bertanya kepada saya, apa jadinya bila The Fed, bank sentral AS, menaikkan suku bunganya. Apakah rupiah goyang lagi? Akankah ekonomi Indonesia kembali menghadapi goncangan?

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Daya Tarik Emas Melemah

Harga emas terancam melemah menyusul penguatan dolar AS dan penurunan harga minyak mentah yang memangkas daya tarik logam mulia sebagai investasi lindung nilai dari tekanan inflasi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BUMI Akan Gadaikan Saham Lagi

Manajemen PT Bumi Resources Tbk berencana menjaminkan sebagian hingga seluruh asetnya, termasuk kemungkinan menggadaikan lagi saham anak perusahaan, untuk mencari utang.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BBNI Guyur Kredit Telekomunikasi Rp10 Triliun

PT Bank Negara Indonesia Tbk siap mengalirkan kredit ke sektor telekomunikasi sampai akhir tahun ini senilai Rp10 triliun di antaranya tengah diproses pembiayaan untuk PT Telkomsel.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BBCA Akan Tambah Modal UIB

PT Bank Central Asia Tbk tengah mempertimbangkan penambahan modal bank yang baru saja dibelinya yakni PT Bank UIB sebesar Rp50 miliar-Rp100 miliar setelah dikonversi menjadi syariah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Kredit Mulai Mengucur Lagi, BMRI Aktif Biayai Berbagai Sektor Usaha

Komitmen kredit perbankan kepada sektor riil mulai menggeliat setelah dampak krisis global tak seburuk perkiraan. Namun, bankir masih memilih cara aman melalui skema sindikasi dan terbatas proyek perusahaan pelat merah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Harga Komoditas Mulai Naik Akhir Tahun

Harga komoditas ekspor selama semester II/2009 diprediksi naik mulai awal kuartal IV tahun ini, terpacu oleh peningkatan harga minyak mentah di pasar internasional.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.


SAT Tunda Rilis BlackBerry CDMA di Kuartal III

PT Indosat kembali menunda peluncuran BlackBerry berbasis jaringan Code Division Multiple Access (CDMA) dari semula pada bulan Juni ini menjadi kuartal ketiga 2009.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

BEI Akui Kesulitan Buktikan Insider Trading RMBA

Pemeriksaan atas transaksi penjualan saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) kepada British American Tobacco plc (BAT) masih berlanjut.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Jaga Keuntungan, Bank Ramai-Ramai Turunkan Bunga Simpanan

Setelah menurunkan bunga kredit, rupanya bank tidak mau rugi. Supaya selisih bunga yang menjadi keuntungan bank tetap terjaga, pertengahan bulan ini perbankan ramai-ramai menurunkan bunga depositonya.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

BNLI Bersikukuh Klaim Sebagai Pemilik Uang

Niat Kejaksaan Agung menyita duit eks transaksi cessie Bank Bali senilai Rp 546,46 miliar untuk negara tidak berjalan mulus.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Harga Emas Tertekan Pernyataan Bank Dunia

Harga kontrak emas turun ke titik terendah dalam lima minggu setelah Bank Dunia mengumumkan ekonomi global mengalami kontraksi yang lebih dalam tahun ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Indeks Saham di AS dan Eropa Merosot

Indeks saham di Wall Street dan Eropa merosot tertekan pernyataan Bank Dunia bahwa resesi akan lebih parah daripada perkiraan sebelumnya.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Ekspor CPO Triwulan I Merosot 54%

Kinerja ekspor CPO Indonesia merosot hingga 54,02% pada triwulan pertama 2009 dibandingkan dengan triwulan pertama 2008. Pendapatan ekspor CPO yang tergerus hingga US$ 1,07 miliar.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Minyak Anjlok ke Level US$ 68

Harga minyak anjlok mendekati level US$ 68 pada perdagangan Senin (22/6) saat trader mencairkan keuntungan dari gain yang didapat beberapa hari terakhir, ujar analis.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Walah...Wall Strett Anjlok Parah

Proyeksi suram perekonomian dunia mendorong anjloknya Wall Street dalam dua bulan terakhir.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

SAIP tak Bagi Dividen

PT Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2008, di mana perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) senilai Rp19,45 miliar akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja.

Wall Street Terhempas Data Bank Dunia

Bursa Wall Street kembali alami tekanan, pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2009) waktu setempat.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Harga Minyak Melandai ke USD68

Setali tiga uang dengan bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS).

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Ekonomi Dunia Bisa Turun Lagi

Penulis masalah ekonomi Harry S Dent meramalkan ekonomi dunia akan menghadapi krisis yang lebih besar dalam dua tahun yang akan datang.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

BBNI Fokus Kredit Korporasi

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) selama 2009 akan fokus pada penyaluran kredit bagi sektor korporasi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Kontrak Perdagangan Fisik CPO Bakal Meluncur Hari Ini

Jika tak ada aral, hari ini PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan meluncurkan kontrak perdagangan fisik minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Prediksi World Bank Buat Dow Jones Tertekan

Di luar dugaan, adanya prediksi buram mengenai perekonomian dunia menekan pergerakan indeks Dow Jones Industrial Average.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Rights Issue, BKSW Tawarkan Harga Rp 320 per Saham

PT Bank Kesawan Tbk (BKSW) akan meminta persetujuan penawaran saham terbatas atau rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jumat (26/6).

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

FREN Belum Punya Rencana Jelas untuk Pinjaman Rp 1 Triliun

Manajemen PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) belum memiliki rencana yang jelas untuk mendapat suntikan Rp 1 triliun.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Kinerja INKP Merugi, Laba TKIM Tergerus

Kuartal pertama tahun ini bukan masa yang bersahabat bagi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Tjiwi Kimia Tbk.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Friday, 19 June 2009

REKOMENDASI TRADER

SAham META dan MITI masih berpotensi naik ..
BUY sekarang.. tapi lepas apabila indeks mulai terkoreksi kembali..

BUY bumi 1940.
Bumi masih berpotensi ke 2100.

BUY MIRA 610-620
Masih berpotensi besar ke 1000 dalam waktu jangka panjang.

ANALISA IHSG

Analisa

Cermati BUMI, INTP, RIGS, UNSP, TMAS, BMTR, SGRO

Harga saham sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia hari ini setidaknya akan terpengaruh kondisi keuangan, aksi korporasi, maupun berita-berita seputar perusahaan seperti BUMI, INTP, RIGS, UNSP, TMAS, BMTR, dan SGRO.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Koreksi IHSG Sudah Cukup

IHSG kemarin mencatat penurunan terparah dibandingkan bursa-bursa lain di dunia. Koreksi tersebut bisa terhenti pada perdagangan akhir pekan ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

BERITA GLOBAl

Berita

TRUS tak Bagikan Dividen

PT Trust Finance Indonesia Tbk tetap mempertahankan target pembiayaan pada tahun ini sebesar Rp325 miliar dan mengurungkan pembagian dividen bagi pemegang saham sehingga dana Rp12,2 miliar digunakan sebagai laba ditahan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Bursa Wall Street Ditutup Menguat

Indeks saham di Wall Street ditutup menguat kemarin didorong membaiknya indikator utama ekonomi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

INTP Tunda Investasi

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menunda rencana untuk memperbesar kepemilikan di PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS), dari saat ini sebesar 40%.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BUMI Tidak Wajib Tender Offer

PT Bumi Resources Tbk tidak wajib menggelar penawaran tender (tender offer) terhadap saham PT Darma Henwa Tbk yang dimiliki oleh publik, karena tidak ada perubahan pemegang saham pengendali.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

ASII Tambah Jaringan Diler 20%

PT Astra International Tbk menargetkan pertumbuhan jaringan penjualan untuk merek mobil dan motor yang diageninya bertambah 15%-20% per tahun dalam 5 tahun ke depan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

IHSG Anjlok Terparah Sedunia

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin merosot 3,65% atau 73,98 poin ke level 1.950,99 karena tekanan aksi jual investor asing, sehingga bursa Indonesia terkoreksi paling parah sedunia.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Transaksi Saham RMBA Tidak Lazim

Bursa Efek Indonesia menilai proses penjualan 85,13% saham atau 5,73 miliar saham perusahaan rokok nasional PT Bentoel Internasional Investama Tbk tidak lazim.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

AALI Lelang CPO 2.250 Ton

PT Astra Agro Lestari (AALI) telah menjual 2.250 metrik ton crude palm oil (CPO) yang ditawarkan melalui skema lelang.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online

IHSG Terjungkal Paling Parah Se-Asia Pasifik

Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi kedua semakin tertekan. IHSG ditutup melemah 73,978 poin atau turun 3,65 persen ke level 1.950,987. Penurunan tersebut merupakan yang paling dalam di antara saham di bursa Asia Pasifik.

Beli 2 Kapal Baru, Capex RIGS USD30 Juta

PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) menganggarkan belanja modal (capital expanditure/capex) sebesar USD30 juta yang akan digunakan untuk membeli dua unit kapal jenis ATS.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com


Asing Terus Keluar dari Bursa Saham

Setelah memuji performa bursa saham Indonesia dan indeks saham benar-benar naik, kini pemodal asing ramai-ramai mengambil keuntungan. Gara-gara aksi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiada henti-hentinya merosot.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Dolar Melemah Setelah Data Ekonomi AS Membaik

Dolar jatuh terhadap euro pada Kamis waktu setempat, setelah data AS yang lebih baik dari perkiraan memicu keyakinan investor pada prospek, mendorong sebuah peralihan ke aset berisiko tinggi, kata para dealer.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Antara.

Harga Minyak Menguat di Tengah Keraguan Pasar

Harga minyak menguat pada Kamis waktu setempat, di pasar yang ragu-ragu karena para investor mengukur dampak ekonomi dari kenaikan panjang (rally) baru-baru ini di tengah tanda-tanda awal pemulihan ekonomi global dari kecenderungan menurun.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Antara.

Wall Street Menguat Setelah Data Positif

Saham-saham AS berakhir sebagian besar menguat pada Kamis waktu setempat, didukung serangkaian data ekonomi yang relatif mendukung, karena para investor tertekan usulan pemeriksaan secara seksama terhadap sistem peraturan keuangan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Antara.

Rupiah Sulit Keluar dari Tekanan

Rupiah pada perdagangan Jumat (19/6) diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan. Penguatan dolar AS menyusul masih memburuknya data-data ekonomi negara adidaya tersebut, akan terus membayangi pergerakan rupiah akhir pekan ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Indeks Saham di Eropa Naik 0,5%

Indeks saham di bursa efek di Eropa ditutup naik setelah mencatat penurunan terpanjang sejak Februari.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Dow Jones Akhirnya Rebound Tipis

Setelah selama 3 hari berturut-turut tertekan, indeks Dow Jones akhirnya mampu menguat meski tipis di tengah perdagangan yang bergejolak dan transaksi yang tipis. Namun Nasdaq masih melemah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

Saham Komoditas Seperti Orkestra

Pelemahan harga minyak dalam beberapa hari terakhir telah menyapu saham komoditas. Akibatnya, saham-saham itu bertengger di area negatif. Semuanya bergerak seperti orkestra, tidak tahan banting dari terpaan koreksi minyak dunia.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

IATA Rescheduling Utang Rp 110 Miliar

Dengan angka kerugian Rp 60 miliar, PT Indonesia Air Transport (IATA) akan menjadwal ulang utang jangka pendeknya sebesar Rp 110 miliar.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Wah...Dow Bangkit!

Dow dan S&P 500 tercatat naik pada perdagangan Kamis (18/6), usai melemah selama 3 hari. Sentimen berupa data angkatan kerja dan manufaktur regional menunjukkan pemulihan ekonomi, mendongkrak kedua indeks tersebut.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.


Pemilik Saham Tak Bisa Sembunyi Lagi

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan merevisi satu lagi peraturannya, yakni Peraturan Nomor X.C.1 tentang Laporan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Fitch Memangkas Rating PWON

Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings, memangkas peringkat utang PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

APEX Lepas, Laba MEDC Merosot 66,7%

Bisnis PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) rupanya masih seret dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Cermati Pergerakan BNBR!

Rencana PT Bakrie & Brothers (BNBR) untuk merombak susunan direksinya pada RUPSLB akhir Juni mendatang dikabarkan akan dimanfaatkan sejumlah broker asing untuk mengakumulasi saham ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

BMTR Segera Cabut dari FREN

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sepertinya sudah angkat tangan mengurusi PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN). BMTR pun berancang-ancang hengkang dari FREN yang kini sedang terbelit masalah keuangan nan pelik.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

Rapor Angkatan Kerja AS Topang Dow Jones

Indeks Dow dan S&P 500 berhasil menguat, setelah tiga hari terakhir mengalami melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2009).

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Minyak Kembali Merongrong Di Atas USD71

Minyak mentah dunia kembali menyentuh level di atas USD71 per barel pada perdagangan Kamis (18/6/2009), seiringnya inventaris minyak Amerika Serikat (AS) yang mengindikasikan peningkatan permintaan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Kepemilikan Saham Akan Lebih Transparan

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berencana meningkatkan transparansi kepemilikan efek di pasar modal.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Saham Eropa Naik Tipis Didukung Data AS

Pasar-pasar saham utama Eropa naik tipis pada Kamis waktu setempat, setelah indikator utama AS memberikan kesan bahwa pemulihan di ekonomi terbesar dunia itu dapat terus terjaga.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Antara.

Tuesday, 16 June 2009

ANALISA IHSG

IHSG Dikepung Sentimen Negatif

IHSG kembali dikepung sentimen negatif dari pelemahan bursa-bursa utama dunia. Ditambah dengan penurunan harga minyak mentah dunia yang akan menyeret lagi saham-saham sektor komoditas.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

BERITA GLOBAl

Berita

Bosowa Group Pembeli Siaga BKSW

Bosowa Group, milik pengusaha Aksa Mahmud, mulai merambah bisnis perbankan dengan menjadikan anak usahanya, PT Malomo Trasportindo, sebagai pembeli siaga pada penawaran saham terbatas PT Bank Kesawan Tbk.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Harga Emas Turun

Harga kontrak emas tergelincir ke level terendah dalam 3 pekan terakhir di bursa London akibat penguatan dolar AS yang mengurangi minat investasi di logam mulia tersebut.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BTEL Klaim Segera Pimpin Pasar FWA

PT Bakrie Telecom Tbk optimistis segera memimpin pasar segmen telepon nirkabel tetap (FWA), mengacu pencapaian sebagai pemimpin pasar di dua pasar utama seluler, yakni Jabodetabek dan Bandung.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Mengukur Korelasi Saham dan Kinerja ISAT

Dampak perubahan kepemilikan PT Indosat Tbk mulai terlihat dengan berubahnya jumlah direksi dari sembilan orang menjadi lima orang. Qatar Telecom (Qtel) berpotensi memotori strategi agresif emiten seluler tersebut.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

WIKA Raih Kontrak Baru Rp2 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk (Wika) menargetkan kontrak baru senilai Rp2 triliun sepanjang kuartal II tahun ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BNBR Akan Jaminkan Aset

PT Bakrie & Brothers Tbk akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset yang dimiliki dan yang akan dimiliki perseroan dalam rangka mencari pinjaman.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Penjualan TOTO Turun 8,3%

Penjualan PT Surya Toto Indonesia Tbk periode Januari-Mei 2009 diperkirakan mencapai Rp398,13 miliar atau turun 8,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp434,08 miliar.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Investor Area Akan Diluncurkan

Bapepam-LK dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan meluncurkan program investor area pada 18 Juni.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BUMI tak Keberatan Kajian MAPPI, Laporan Akhir Akan Disampaikan ke BEI Hari Ini

Manajemen PT Bumi Resources Tbk menyatakan tidak keberatan terhadap hasil penilaian yang dibuat oleh Mappi terkait dengan akuisisi tiga perusahaan di sektor batu bara senilai total Rp6,19 triliun.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

India Akan Kurangi Permintaan CPO

Permintaan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari India pada kuartal III/2009 diprediksikan akan turun 25%-30% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sehingga harga komoditas itu akan tertekan jika tidak diikuti peningkatan permintaan dari negara lain seperti Eropa dan China.

Investor Asing Panen Besar di Bursa Saham

Asing mulai memetik untung dari pasar saham kita. Sejak pekan lalu, pemodal asing cenderung terus menjual aset saham di pasar modal Indonesia.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online

Wall Street Kembali Terjungkal

Bursa Dow Jones di Amerika Serikat (AS) kembali ditutup melemah 187 poin, pada perdagangan Senin (15/6/2009) waktu setempat. Indeks saham tersebut menyentuh level terendah dalam sebulan terakhir, usai pemerintah AS melaporkan data manufaktur regional yang kian memburuk. Data tersebut direfleksikan akan berimbas pada pemulihan ekonomi nantinya.

Rupiah Kembali Dalam Tekanan

Gerak rupiah terhadap dolar AS kembali mendapatkan tekanan oleh profit taking setelah penguatan rupiah yang cukup besar pada pekan lalu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

Indeks di Jerman Terganjal Sektor Otomotif

Indeks di Jerman mencatat penurunan terendah dalam dua bulan tertekan pelemahan harga saham produsen otomotif.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Wall Street Terburuk dalam Sebulan

Saham-saham di Wall Street mengalami penurunan yang cukup tajam sekaligus menjadi hari terburuk dalam sebulan terakhir. Sementara harga minyak juga mengalami penurunan cukup tajam.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

Goldman Sachs Miliki 7,74% Saham ADRO

Goldman Sachs and Co (GSCO) tercatat memiliki 2,477.050.657 lembar saham atau setara dengan 7,74% saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Awal Pekan, Wall Street Anjlok

Bursa Amerika Serikat (AS) melemah, berada pada level terendah dalam sebulan, usai data manufaktur regional memberi sinyal buruk terhadap pemulihan ekonomi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Ups! Minyak di Bawah AS$ 70

Harga minyak melemah ke level dibawah US$ 70 per barel usai pelaku pasar mencairkan keuntungannya dari reli sepekan lalu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Wall Street Terganjal Saham Komoditas

Indeks di Wall street ditutup melemah seiring penurunan harga minyak dan logam yang menekan harga saham produsen komoditas.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BBCA Siap Cairkan Kredit Rp16 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk memiliki komitmen kredit yang siap dicairkan mencapai Rp16 triliun dari seluruh sektor pembiayaan sehingga rencana ekspansi tahun ini masih tetap dipertahankan bertumbuh 15%-20%.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.


Rupiah Melemah Tipis

Rupiah Selasa (16/6) dibuka melemah tipis dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Pada pukul 08.05 WIB hari ini, rupiah diperdagangkan di level 10.125 atau melemah 5 poin dari closing kemarin di 10.120.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

TIRT Mahakam Akuisisi Tambang Batubara

Kabar bahwa PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) telah mengakuisisi perusahaan tambang batubara berkalori tinggi di Kalimantan berpotensi mengangkat saham TIRT ini ke level Rp150-200 per saham.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

Cermati Saham Bank BVIC!

PT Bank Victoria Tbk (BVIC) dikabarkan tengah menjalin kerjasama dengan bank asing. Ini berpotensi mengangkat harga saham BVIC menuju level Rp200 per saham dalam jangka pendek.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

Tenang, Koreksi Rupiah Sementara

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (16/6) masih akan melanjutkan pelemahan. Namun, hal ini diperkirakan hanya sementara. Pasalnya, harga minyak mentah akan menguat lagi, berlanjut pada pelemahan dolar AS.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

Minyak Tergelincir, DJIA Merosot 2,13%

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang sempat menghapus keterpurukannya di tahun 2009 kembali tersungkur. Kemarin (15/6), indeks yang mewakili 30 saham perusahaan besar Amerika Serikat (AS) itu melemah 2,13% menjadi 8.612,13. Sementara, indeks S&P 500 melemah 2,38% menjadi 923,72.

Moody's dan S&P Pangkas Peringkat GJTL

Pamor obligasi dolar terbitan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) makin menurun. Kemarin (15/6), dua lembaga pemeringkat, yakni Standard & Poor's (S&P) dan Moody's Investors Services kompak memangkas peringkat obligasi produsen ban tersebut. Keputusan kedua pemeringkat ini sebagai reaksi terhadap rencana GJTL merestrukturisasi obligasi senilai US$ 420 juta yang akan jatuh tempo 2010.

Harga Emas Turun, Tiba Saatnya Membeli

Harga emas di pasar internasional belakangan cenderung melemah. Pada pukul 19.51 WIB kemarin, harga emas untuk pengiriman Agustus 2009 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) Amerika Serikat (AS) berada di US$ 938,3 per troy ounce. Harga ini telah turun 4,29% dari harga US$ 980,4 per troy ounce pada 1 Juni lalu.

EXCL Perlu US$ 137 Juta Lagi

PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) segera mendapatkan pinjaman dari sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank BNI. Nilai utang bertenor lima tahun itu mencapai US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun (asumsi kurs Rp 10.000 per dolar AS).

Investor Asing Panen Besar di Bursa Saham

Asing mulai memetik untung dari pasar saham kita. Sejak pekan lalu, pemodal asing cenderung terus menjual aset saham di pasar modal Indonesia.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online

Monday, 15 June 2009

SAHAM BANK BUMI ARTHA AKAN REBOUND

Diperkirakan harga saham BNBA ini bisa terangkat hingga ke level Rp250 per saham. Apalagi investor asing tersebut disebutkan sudah menyatakan keseriusannya untuk masuk ke BNBA dengan penawaran harga sekitar 2,5-3 kali harga buku atau di harga premium.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga saham BNBA ini ditutup menguat 12 poin (9%) ke level Rp144 per saham. [cms]

REKOMENDASSi trADER

Indeks bertahan ditengah derasnya aksi profit taking dari investor asing di sektor perkebunan dan keuangan. Sektor konsumen dan properti menjadi penopang penurunan sehingga menguat 1 poin ke posisi 2.090.

Selanjutnya bursa dunia akan melihat hasil pertemuan G-8 yang juga ikut menentukan arah IHSG. Pergerakan indeks masih sideways di level 2.070-2.110 dengan pilihan saham: MPPA, DEWA, INTP, HEXA, dan BYAN.

Cermati PGAS, EXCL, KREN, HEXA, GJTL, FREN, BBCA

Harga saham sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia hari ini setidaknya akan terpengaruh aksi koprorasi, kondisi keuangan maupun berita-berita seputar emiten yakni PGAS, EXCL, KREN, HEXA, GJTL, FREN dan BBCA.

Bisnis Indonesia edisi hari ini mencatat ketujuh emiten BEI tersebut yakni:

ANZ menyediakan jaminan pembayaran dan jaminan pelaksanaan senilai US$40 juta ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS) untuk mendukung pengembangan perseroan. Joseph Abraham, Presiden Direktur PT ANZ Panin Bank, mengatakan kerja sama itu merupakan terobosan baru dalam bisnis korporasi ANZ.

"Kami optimistis PGN mempunyai fondasi keuangan dan kinerja yang kuat," ujarnya dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia pada pekan lalu. Penandatanganan perjanjian fasilitas itu dilaksanakan pada 10 Juni.

PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) berencana membiayai kembali (refinancing) utang senilai Rp500 miliar yang jatuh tempo pada Oktober dan Desember tahun ini. Senior Vice President Corporate Finance Excelcomindo Johnson Chan mengatakan sumber pendanaan untuk refinancing berasal dari kredit sindikasi BNI yang diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.

"Sisa dana pinjaman senilai Rp1 triliun digunakan untuk mendukung belanja modal," ujarnya kemarin. Dia menjelaskan pinjaman dari BNI bertenor 5 tahun dengan bunga mengacu ke Japan inter bank offered rate. "Negosiasi soal bunga dan grace period [masa tidak membayar cicilan] sedang berlangsung. Kami berharap dalam jangka waktu sebulan perjanjian kredit sindikasi dengan BNI bisa ditandatangani."

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) segera memproses penawaran umum terbatas (rights issue) senilai Rp150 miliar-Rp300 miliar pada kuartal III/2009 untuk kebutuhan ekspansi. Selain itu, PT Kresna Prima Invest yang merupakan induk perusahaan sekaligus pemegang saham mayoritas Kresna Graha juga berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp200 miliar, sehingga total pembiayaan eksternal yang dibidik mencapai Rp500 miliar.

Direktur Utama Kresna Graha Michael Steven menuturkan manajemen sedang memproses rencana rights issue yang akan meraup dana segar hingga Rp300 miliar. Dokumen pendaftaran aksi korporasi tersebut akan segera dimasukkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk mendapatkan persetujuan atau pernyataan efektif.

Bertindak sebagai pembeli siaga dalam penawaran umum itu adalah unit bisnisnya yakni Kresna Securities. "Sekarang sedang diproses. Kami belum putuskan apakah [sebagian besar saham baru] akan diserap sendiri atau ada pembeli lain. Saat ini, ada tiga [pemodal] yang berminat membeli saham baru yang akan kami terbitkan itu," jelasnya akhir pekan lalu. Namun, dia menolak memerinci identitas pemodal yang dimaksud itu.

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) berencana membagikan dividen dua kali untuk per 31 Desember 2008 dan per 31 Maret 2009 dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada akhir bulan ini. Pekan lalu, perseroan baru meraih kontrak pengadaan alat berat senilai US$18 juta.

Sekretaris Perusahaan Hexindo Heri Akhyar mengatakan pembagian dividen berganda itu untuk memberi nilai tambah kepada pemegang saham di samping adanya transisi perubahan periode pelaporan keuangan dari sebelumnya Januari-Desember menjadi April-Maret mulai tahun ini. Periode pelaporan keuangan tersebut mengikuti praktik yang berlaku di Jepang, mengingat mayoritas saham Hexindo dikuasai Hitachi Construction Machinery Co Ltd sebanyak 53,67% dan Itochu Corporation 22,55%. Sisanya adalah pemegang saham publik sebesar 23,78%.

"RUPS pada 29 Juni akan membahas kinerja 2008 dan kinerja 3 bulan 2009. Kami mengusulkan membagi dividen 30%-40% untuk kinerja tahun lalu dan 20% untuk per Maret sesuai dengan kebijakan pembagian dividen normal perusahaan untuk perolehan laba bersih di atas Rp20 miliar," ujarnya saat dihubungi pada pekan lalu.

Per 31 Desember 2008, Hexindo membukukan pendapatan Rp2,79 triliun dan laba bersih Rp255,48 miliar, naik dari periode sebelumnya penjualan Rp1,74 triliun dan laba Rp56,62 miliar. Laba bersih per saham naik dari Rp67 menjadi Rp304.

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berencana menukar obligasi senilai US$420 juta berbunga 10,25% yang jatuh tempo 2010, dengan obligasi baru yang jatuh tempo pada 2014. Bloomberg melaporkan perusahaan ban dan karet sintetis tersebut akan menukar utangnya pada harga par untuk para pemegang obligasi yang merespons tawaran tersebut selambat-lambatnya pada 26 Juni.

Selanjutnya, untuk investor yang menunggu hingga 3 Juli perseroan menawarkan harga 95% dari nilai awal (face value). Ketika dimintai konfirmasi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk Catharina Widjaja tidak bersedia mengangkat telepon maupun menjawab pesan singkat yang dikirimkan ke telepon selulernya.

Dalam laporan triwulan pertama 2009, Gajah Tunggal memiliki utang obligasi berdenominasi dolar senilai US$420 juta. Beban bunga membengkak hingga 26,5% menjadi Rp141,14 miliar. Akibatnya, per triwulan I/2009 perseroan mengalami rugi bersih Rp294,69 miliar dibandingkan dengan periode sama 2008 perseroan meraih laba bersih Rp142,49 miliar. Penjualan turun 6% menjadi Rp1,74 triliun dalam 3 bulan pertama tahun ini, padahal pada periode yang sama tahun lalu penjualan mencapai Rp2,85 triliun.

Sebanyak Rp1,07 triliun dari penjualan itu dialokasikan untuk pasar domestik, sedangkan Rp659 miliar sisanya dilempar ke pasar ekspor. Di perdagangan kemarin, harga saham perseroan berkode GJTL tersebut melemah 1,59%, atau Rp5 per saham ke level Rp310. Sepanjang tahun, harga saham perseroan menguat 55%, sehingga kapitalisasi pasarnya sekarang mencapai Rp1,08 triliun. Bisnis mencatat Grup Gajah Tunggal sepanjang tahun lalu membukukan penurunan kinerja sebesar 582,3% akibat krisis finansial. Kinerja grup korporasi tersebut menjadi yang terburuk ketiga, setelah grup Bhakti dan grup Prajogo Pangestu (Barito Pacific).

PT Mandiri Sekuritas mengusulkan agar PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) segera dijual ke investor strategis pada akhir tahun ini. "Pemodal strategis diharapkan efektif menjadi pemegang saham baru Mobile-8 paling lambat pada akhir 2009, sehingga operator telepon itu mendapat dana segar untuk membiayai operasionalnya," ujar seorang eksekutif yang mengetahui isi kajian yang dibuat oleh Mandiri Sekuritas kepada Bisnis pada akhir pekan lalu.

Mandiri Sekuritas merupakan penasihat keuangan yang ditunjuk oleh steering committee, yang beranggotakan 13 investor institusi, untuk membuat kajian. Nantinya, hasil kajian itu digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) yang dijadwalkan pada 30 Juni. Penjualan saham kepada investor strategis merupakan salah satu opsi, selain suntikan dari pemegang saham melalui rights issue yang dikombinasikan dengan restrukturisasi utang obligasi rupiah.

Jerash Investment Ltd pada 30 April 2009 menguasai 32% saham Mobile-8, PT Global Mediacom Tbk dan PT Bhakti Asset Management memiliki 19% saham dan 7,28%, sedangkan Qualcom Incorporated dan UOB Kay Hian Private Ltd memiliki 5,01% dan 13,29% saham. Berdasarkan materi rapat informasi dengan pemegang obligasi pada 19 Desember 2008, Mobile-8 membutuhkan dana segar US$100 juta pada tahun ini.

BERITA GLOBAL

Berita

Penjualan Mobil Mei Naik Tipis

Penjualan mobil pada Mei 2009 naik tipis 3,5 persen menjadi 35.818 dari bulan sebelumnya 34.604 unit. Namun, angka tersebut turun 29 persen dibandingkan Mei 2008 yang mencapai 50.717 unit.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com

RUPS BKSW, ASRI dan KARW Rombak Direksi

Hari ini tiga emiten Bursa Efek Indonesia akan menggelar rapat umum pemegang saham/luar biasa (RUPS/RUPSLB) yakni Karwell Indonesia, Alam Sutera Realty, dan Bank Kesawan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Koleksi Dolar, Rupiah Melemah

Di tengah bulan ini korporasi mulai mengoleksi dolar untuk memenuhi settlement akhir bulan sehingga dampaknya rupiah melemah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Rupiah Butuh Katalis Positif Besar

Nilai tukar rupiah Senin (15/6) diperkirakan diperdagangkan dalam range trading. Aksi profit taking investor masih berpeluang menekan pergerakan mata uang lokal ini. Untuk menguat, rupiah butuh katalis positif yang besar.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Cermati Saham IATA

Grup Bhakti Investama dikabarkan tengah menjajaki divestasi sahamnya yang ada di PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) kepada investor strategis.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Rupiah Masih Berputar-putar

Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan bergerak pada level yang aman di tengah minimnya sentimen segar di pasar. Rupiah diprediksi masih akan bergerak di seputar level 10.000 per dolar AS.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

Yen Jatuh, Saham Otomotif di Tokyo Naik

Harga saham industri otomotif naik di perdagangan Tokyo ketika nilai tukar yen melemah sehingga mengangkat prospek keuntungan mereka. Sebaliknya, saham sektor sumber daya alam menurun setelah harga logam dan minyak jatuh.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Kontrak Minyak Juli Naik Tipis Setelah Melemah

Minyak mentah bergerak tipis setelah melemah dipicu spekulasi reli komoditas yang dikendalikan dolar AS menuju tertinggi 7 bulan pada pekan lalu itu melampaui pemulihan permintaan dari resesi global.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Spekulasi Stok CPO Tekan AALI

Kenaikan stok minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada akhir pekan lalu mendorong penurunan harga kontrak komoditas itu. Harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk kembali tertekan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

KREN Cari Dana Rp500 Miliar

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk segera memproses penawaran umum terbatas (rights issue) senilai Rp150 miliar-Rp300 miliar pada kuartal III/2009 untuk kebutuhan ekspansi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.


INDF Dirikan Perusahaan Pelayaran

PT Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri) melalui anak usahanya, PT Salim Ivomas Pratama mendirikan perusahaan pelayaran yang dinamakan PT Samudera Sejahtera Pratama.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Investor Daily.

Bursa Asia Melemah Diseret Komoditas

Harga saham di Bursa Asia umumnya melemah yang dimotori oleh perusahaan komoditas, setelah harga logam dan minyak jatuh.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

HEXA Kantungi Kontrak US$ 192 Juta

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) mengantungi kontrak baru untuk pengadaan alat-alat berat tahun ini senilai US$ 192 juta atau sekitar Rp 1,92 triliun.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Investor Daily.

S&P/ASX 200 Tersandung 0,3% Menjadi 4.052,00

Indeks S&P/ASX 200 Australia tersandung 0,3% menjadi 4.052,00 pada pkl. 10:57 di Sydney. Indeks NZX 50 Selandia Baru terangkat 0,3% menjadi 2.819,38 di Wellington.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

The Straits Times Index Turun Tipis 0,53%

Harga saham di bursa Singapura jatuh yang tercermin dari melemahnya the Straits Times Index, sebesar 0,53% pada pukul 9:05 a.m. waktu setempat.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Bertengger di 8.799, Indeks DJIA Akhirnya Breakeven

Jumat pekan lalu (12/6), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,32% dan bertengger di 8.799,26. Dus, terhitung awal tahun ini, indeks DJIA telah berhasil menguat 0,26%. Sekadar mengingatkan, indeks DJIA sempat terpuruk hingga 25% terhitung awal tahun ini hingga 9 Maret 2009. Sementara, akhir pekan lalu, indeks S&P 500 menguat 0,14% menjadi 946,21.

ELTY Membangun Le Nirwana

PT Bakrieland Development Tbk terus melakukan ekspansi. Yang terbaru, mereka akan membangun kawasan komersial Le Nirwana di Bali. Kawasan hiburan berkonsep pantai itu akan melengkapi proyek kondotel Pullman Bali Legian Nirwana sudah selesai mereka bangun sejak April lalu.

Bumi Resources Bakal Merevisi Harga Akuisisi DEWA?

Hasil penilaian tim Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) atas akuisisi tiga perusahaan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) belum tersingkap. Tapi, spekulasi tentang hasil penilaian MAPPI terus merebak. Menurut rumor yang terbaru, MAPPI menilai, akuisisi itu sejatinya tetap bisa berjalan asal BUMI merevisi harga akuisisi.

IHSG Pantau Hasil Pertemuan G8

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, akan sangat tergantung dengan bursa-bursa di seluruh dunia. Fokus utama bursa dunia saat ini bersiap untuk merespons hasil dari pertemuan G8.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com

Thursday, 11 June 2009

BERITA GLOBAL

Berita

TPIA Kaji Stock Split

PT Tri Polyta Indonesia Tbk mengkaji pemecahan nilai saham (stock split) dan penerbitan saham baru (rights issue) guna menambah likuiditas efek perseroan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Stok Minyak AS Turun, Harga Sentuh US$71/Barel

Harga minyak mentah menembus level US$71 per barel pada perdagangan kemarin yang merupakan level tertinggi dalam 7 bulan terakhir sebagai dampak penurunan cadangan minyak Amerika Serikat dan pelemahan kurs dolar AS.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Harga CPO Naik Berkat Minyak

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencatatkan kenaikan harga dalam 2 hari terakhir berkat penguatan nilai kontrak minyak mentah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BBNI Rambah Konsumer Asing

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk cabang luar negeri mulai merambah bisnis konsumer sebagai langkah penetrasi pasar asing karena segmen korporasi dan investasi surat berharga sedang stagnan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

Penjualan Mitra10 Meningkat 15%

Penjualan toko bahan bangunan Mitra10, anak perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk selama Januari-April tahun ini mencapai Rp166,16 miliar atau meningkat 15%, dibandingkan dengan periode yang sama 2008 sebesar Rp144,8 miliar.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

DGIK Bidik Proyek Rp200 Miliar

PT Duta Graha Indah Tbk tengah mengincar proyek infrastruktur senilai Rp200 miliar yang berlokasi di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

BNBR Akan Buyback BUMI

PT Bakrie & Brothers Tbk mengalokasikan US$150 juta atau setara dengan Rp1,49 triliun untuk membeli kembali saham PT Bumi Resources Tbk dan PT Bakrieland Development Tbk dari tangan kreditur.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.


IHSG Masih Bisa Berlari, Tapi Awas Kelelahan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dimungkinkan masih bisa berlari di atas level 2.100. Namun, patut diwaspadai jika tiba-tiba indeks saham berhenti berlari akibat kelelahan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com

Wall Street Tertekan Isu Internal

Bursa Wall Street kembali mengalami tekanan ke zona merah, pada perdagangan Rabu (10/6/2009) waktu setempat. Ini terjadi setelah pasar merespons imbal hasil surat berharga pemerintah AS (US Treasury) dengan tenor 10 tahun yang mengalami lonjakkan besar hingga empat persen, dibanding Oktober tahun lalu.

Dolar AS Sedikit Membaik

Dolar AS mulai membaik posisinya berkat melebarnya defisit perdagangan AS yang membuat investor kembali ke mata uang dengan posisi yang lebih aman.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

Minyak Terus Melaju ke US$ 71, Wall Street Melemah

Harga minyak terus melaju menembus level US$ 71 per barel, ke titik tertingginya dalam 8 bulan. Sementara saham-saham di Wall Street bergerak melemah oleh sentimen kenaikan suku bunga.

Berita selengkapnya bisa dibaca di detik Finance.

Heidelberg Lepas INTP, Saham Diburu

Saat roda perekonomian mulai bergerak, Heidelberg justru melepas sebagian sahamnya di PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP). Analis pun merekomendasikan investor menyerbu saham INTP. Tak pelak, saham INTP pun kemarin melambung.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

BNBR Siapkan US$ 150 Juta untuk Buyback

Berniat membeli kembali saham anak usahanya yang dijaminkan pada kreditur, PT Bakrie and Brothers (BNBR) menyiapkan dana sebesar US$ 150 juta.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Wow! Minyak Tembus US$ 71

Harga minyak menembus level baru pada tahun ini sebabagai akibat dana dari investor yang masuk ke pasar minyak sebagai langkah untuk melindungi dari inflasi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Wall Street Kembali Anjlok

Pasar mulai kini punya prioritas baru, yaitu suku bunga. Wall Street pun ditutup pada zona merah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

MRAT Incar Pendapatan Rp 394 M

Tahun ini, PT Mustika Ratu (MRAT) menargetkan pendapatan sebesar Rp 394 miliar dengan target pertumbuhan laba sebesar 20%.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Inilah.com.

Wednesday, 10 June 2009

RUMOR

Rumor

RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 10 Juni 2009

Harga saham PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) berpotensi menuju level Rp 1.000 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, akuisisi perusahaan tambang batubara dan logistik akan menjadi momentum kenaikan harga MIRA. Selain itu, kata dia, perseroan juga berencana ekspansi di sektor migas dengan menggandeng investor asing.