Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Thursday, 19 August 2010

BUMI VS BBRI

Harga Wajar Saham BUMI di Rp1.100?

kenaikan harga rata-rata barubata dunia 2% per tahun, saham Bumi Resources (BUMI) memiliki harga wajar di 1.100. Bahkan bisa didiskon 30% untuk Margin of Safety, jadi bisa ditunggu di Rp700-800.

Dari rumor yang ada di milis saham, perhitungan harga wajar BUMI adalah sebesar Rp1.100. Hal ini bila dilihat dari harga batubara saat ini sebesar $103/ton dan asumsi kenaikan harga rata-rata batubara per tahun sebesar 2% CAGR. Faktor ini adalah asumsi konservatif dengan data historisnya adalah 4.3% CAGR. "Kalau dikaitkan lagi dengan Net Profit Margin BUMI yang hanya 7% terendah diantara emiten lain untuk NPM PTBA 25%, ITMG 19% dan ADRO 16%. Jadi harga wajar BUMI adalah Rp1.100," katanya.

Bahkan kalau mau lebih aman, diskon lagi 30% untuk Margin of Safety, jadi baru masuk apa bila BUMI berada di level Rp700-800.

Walaupun setelah mengakuisisi Fajar Bumi Sakti dan Pendopo Energi, coal reserve BUMI sebanyak 2.904 juta ton. Dengan asumsi produksi rata-rata tahunan BUMI sebanyak 60 juta ton. Berarti BUMI memiliki 35 tahun untuk mengeksploitasi batubaranya hingga habis.


Saham BBRI Masih di Area Beli
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih memiliki ROE tertinggi di sektor perbankan. Hari ini saham BBRI berpotensi menuju 9.500 dari penutupan kemarin 9.200.

Hal itu dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. "BBRI miliki ROE tertinggi di sektor dan optimisme pertumbuhan kredit yang didukung BI rate kondusif dan market cap terbesar merupakan asset yang dimiliki BBRI untuk rally menyusul BBNI dan BMRI yang telah rally minggu lalu," katanya.

Harga BBRI disarankan beli dengan target harga di 9.500 dari penutupan Senin kemarin di 9.200. Strategi masuk pertama di 9.200 dan kedua di 8.900 dengan cut loss 8.700.

ETRADING NEWS RESEARCH

Daily Nws
Market Prediction
Pasar saham mengalami rebound kemarin ditopang oleh kenaikan Dow Jones serta inflow asing sebesar Rp. 200 miliar ke saham‐saham yang memiliki kapitalisasi besar seperti TLKM, ADRO, BBNI, ANTM. Kami perkirakan hari ini indeks berpeluang untuk menguat dengan level resistance di 3,082 dengan supportdi level 3,025. Listing Berau (BRAU) pada hari ini akan memberikan sentiment positif pada sektor pertambangan terutama batu bara.


• ISAT : Penurunan Laba Bersih 71.5%

LevelPriceTop BuyersVolumeTop SellersVolumeHingga semester I‐2010, ISAT mencatat pendapatan sebesar Rp 9,661 triliun, naik 5,8% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 9,135 triliun. Pendapatan dari selular sebesar Rp 7,678 triliun, naik 14,4% dari sebelumnya Rp 6,710 triliun. Namun pendapatan non seluler menurun 18,2% menjadi Rp 1,983 triliun dari sebelumnya Rp 2,424 triliun. Kendati demikian, EBITDA perseroan masih meningkat 6,7% menjadi Rp 4,607 triliun dari sebelumnya Rp 4,319 triliun. Anehnya, laba bersih justru anjlok 71,5% menjadi Rp 287,1 miliar dari sebelumnya Rp 1,007 triliun. Sayangnya perseroan tidak menjelaskan penyebab penurunan laba tersebut. Jumlah utang perseroan tercatat sebesar Rp 24,703 triliun di semester I‐2010, naik 8,9% dari sebelumnya Rp 22,688 triliun. Jumlah pelanggan perseroan tercatat sebanyak 37,8 juta pelanggan, naik 34,5% dari sebelumnya 28,1 juta pelanggan.




• BMRI: Laba bersih BSM melonjak 57,14% Miliar


Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan laba bersih per semester I/2010 mencapai Rp197,59 miliar (unaudited) atau naik 57,14% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2009 senilai Rp125,74 miliar. Kenaikan laba tersebut antara lain ditopang oleh meningkatnya pendapatan operasional. Pendapatan operasional BSM pada Juni 2009 Rp1,14 triliun, tumbuh 32,46%, menjadi Rp1,51 triliun pada Juni 2010. Sebagian besar pendapatan operasional diperoleh dari pendapatan margin dan bagi hasil. Pendapatan margin dan bagi hasil BSM sebesar Rp988,50 miliar pada Juni 2009, naik 29,29% menjadi Rp1,28 triliun pada Juni 2010.

Kami melihat pendapatan BSM ini sebagai indikasi yang positif bagi BMRI selaku induk perusahaan. Kenaikan laba pada BSM sudah pasti akan menaikkan laba BMRI pada laporan keuangan konsolidasi. Kenaikan pada laba sudah tentu akan menaikan dividen dan secara tidak langsung akan menaikkan harga saham perusahaan. Tentu saja hal ini akan terwujud apabila tidak ada perubahan yang negative terhadap bisnis perusahaan di masa depan.

Comment: Operasional perseroan tetap kuat dilihat dari pertumbuhan jumlah pelanggan dan kenaikan EBITDA namun jangan melihat pada penurnan laba bersih karena kami perkirakan penurunan laba bersih disebabkan oleh selisih laba dari kurs dimana tahun lalu perseroanuntung 700 milyar.


• DGIK : Memperoleh Kontrak Baru Sebesar Rp. 700
PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) hingga Agustus 2010 berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp700 miliar. Perseroan menargetkan total kontrak baru tahun ini mencapai Rp2 triliun. Pada 1H, DGIK memperoleh kontrak senilai Rp400 miliar. Adapun di 2H hingga 2 Agustus 2010, perseroan mencatatkan kontrak baru senilai Rp300 miliar.

Comment: Target revenue tersebut sudah melampaui tahun sebelumnya sebesar Rp. 1.3 triliun. Apabila target Revenue Rp. 2 triliun ini tercapai maka perusahaan telah menaikkan totak kontraknya dari tahun sebelumnya melebihi 50%, yang akhirnya juga akan mendorong target net income perusahaan tersebut, dimana sebelumnya menargetkan kenaikan profit antara Rp 60‐70 miliar.




• AALI : Volume Penjualan CPO Masih Mengalami Penurunan
Volume penjualan CPO (Crude Palm Oil) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sampai dengan Juli 2010 masih mengalami penurunan dua persen dari 585 ribu ton di semester I‐2009 menjadi 573 ribu ton di semester pertama tahun ini. Sedangkan harga jual rata‐rata CPO mengalami kenaikan tiga persen dari Rp6.370 per kg di semester I‐2010 menjadi Rp6.563 per kg di semester I‐2010. Adapun untuk harga rata‐rata kernel juga naik 32 persen dari Rp2.598 per kg di semester I‐2009 menjadi Rp3.430 per kg di semester I‐2010. Namun, volume penjualan kernel mengalami penurunan 14,6 persen menjadi 71.485 ton di semester I‐2010 dari periode sebelumnya sebesar 83.735 ton. Padahal produksi CPO Malaysia di Juli 2010 menunjukkan kenaikan di mana total produksi CPO‐nya mencapai 1,5 juta ton atau naik tujuh persen dibandingkan Juli pada tahun yang sama, di mana kenaikan tersebut termasuk kenaikan produksi tertinggi sepanjang periode Januari‐Juli2010. • AALI : Volume Penjualan CPO Masih Mengalami Penurunan

Comment: Menurut kami penurunan voulume penjualan tidak akan berdampak signifikan pada kinerja perusahaan dengan diimbanginya kenaikan ari harga jual CPO. Hal yang perlu dicermati oleh investor saat ini ialah profil tanaman perusahaan menghasilkan (> 15 th) yang seluas 84,114 Ha sedangkan tanaman belum menghasilkan (<4 th) seluas 71,668 Ha (berdasarkan data 2009), karena hal ini berpotensi mempengaruhi kinerja jangka panjang. Kami melihat risiko yang mungkin terjadi adalah penurunan total produksi (penurunan yield pada masa transisi kelapa sawit) dan meningkatnya biaya untuk peremajaan kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi.


• BRAU : Hari Pertama Listing, Harga di OTC Sudah Rp. 550
Saham perdana PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) telah diperdagangkan di pasar gelap alias over the counter (OTC), meskipun saham ini belum dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga terkini sudah di level Rp 550 per saham. Total nilai IPO sebesar Rp 1,36 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan akuisisiMaple Holdings Ltd melalui Seacoast Offshore Inc (anak usaha Berau). Pada masa bookbuilding telah dialokasikan fixed allotment sebanyak 99,8%, sisanya sebesar 0,2% ditawarkan melalui masa penawaran. Pada masa bookbuilding, kelebihan permintaan (oversubscribbed) mencapai 4 kali. Pada masa penawaran 10‐12 Agustus lalu, total permintaan publik sangat signifikan.Oversubscribe 40,9 kali dari alokasi poolingnya. Sekitar 70% dialokasikan untuk investor institusi asing maupun lokal, sisanya investor individual. Investor asing memperoleh porsi 50% dari total penawaran saham Berau

Comment: Dengan memakai perhitungan sederhana harga brau masih relative lebih mahal dibanding dengan PTBA dan ADRO. Namun melihat struktur IPO kami yakin harga saham akan naik karena yang dipegang retail sedikit



Wednesday, 18 August 2010

REKOMENDASI TRADER

PERGERAKAN IHSG HARI INI
Ihsg masih akan sedikit menguat hari ini ke level 3060..
namun waspada apabila ada pembalikan ke level 3045 maka akan lanjut terkoreksi ke level 303
0

BUY INDF di harga 4150

indf akan menguat dikarena teknikal dari macd akan melakukan pembalikan arah itu berarti INDF akan kembali menguat dengan target 4800. seiring dengan meningkatnya pesanan parcel untuk lebaran..

BUY BDMN di harga 5250
BDMN masih akan mengalami koreksi di harga 5250 namun tidak masalah kalo kita mengkoleksi di harga sekarang.. karena jika BDMN menyentuh di harga 5450 dan golden cross maka bisa di bilang selamat datang 5800


Untuk ONE DAY trading: ( ini hanya untuk spekulasi bukan untuk koleksi )
Rekomendasi SAHAM SAHAM untuk Rabu, 18-2010 : MDLN

ETRADING RESEARCH

TURI (650) – Trading Buy
Setelah TURI menyentuh garis MA 20 yang juga merupakan area support ternyata
mengalami rebound dan jika kita lihat dari RSI terlihat saham ini masih berada di area bullish
dan dari Stochastic juga terlihat saham ini akan melakukan golden cross

WIKA (560) – Trading Buy
WIKA masih dalam uptrend yang kuat dan jika kita lihat untuk jangka pendek MA 10
merupakan garis support untuk saham ini dan dari RSI juga terlihat dia beradad di area

BDMN (5350) – Trading Buy
Saham BDMN terlihat masih berada di area bearish dan kita dapat melakukan pembelian
pada saat BDMN menembus level 5400 dan pada saat RSI menembus garis 50% dan
memasuki wilayah bullish dan dari Stochastic juga terlihat saham ini akan melakukan
golden cross

INDF (4275) – Trading Buy
INDF berhasil menembus garis resistance di kisaran 4225 dan pada hari senin pada saat
melemah kita lihat dia hanya mencapai level 4225 yang juga merupakan level support dan
dari RSI terlihat saham ini masih berada di area bearish dan belum memasuki area bullish
dan dari Stochastic terlihat saham ini masih oversold

IHSG apakah masih akan menguat hari ini????

3 sector masih akan naik

Analis pasar modal dari Paramitra Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang menguat, didukung saham komoditas. Hal ini terjadi seiring penguatan harga komoditas di pasar global. “Harapannya sektor komoditas akan membukukan penguatan yang awal pekan ini belum terjadi,” katanya.

Menurutnya, indeks di awal pekan kemarin ditutup melemah tipis. Di tengah perdagangan yang sepi pada bulan Ramadaan, sentimen negatif dari rilisnya data ekonomi AS, menekan bursa Asia, termasuk IHSG. “Kendati demikian, aliran dana asing masih marak di pasar domestik, terlihat dari posisi rupiah yang berada di bawah 9.000 per dolar AS,” ujarnya.

Harga komoditas menunjukkan penguatan, seiring naiknya harga minyak mentah dunia ke level US$80 per barel. Sedangkan harga logam lain seperti nikel dan timah sudah berada di atas US$20 per ton. “Tekanan rebound datang, setelah emiten di sektor ini kemarin terkoreksi,” ucapnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan dari sektor perkebunan adalah PT Astra Argo Lestari (AALI), PT London Sumatra (LSIP) dan PY Sampoerna Agro (SGRO). Sedangkan dari sektor tambang batubara adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan PT Bukit Asam (PTBA).

Penguatan di sektor batubara diharapkan karena penawaran saham perdana (IPO) Berau Coal hanya mampu menyerap animo pasar 7-8%. Kondisi IPO yang oversubcribed ini mengindikasikan banyaknya dana yang akan dikembalikan. “Hal ini pun diharapkan akan memicu peluang peralihan dana ke saham batu bara lainnya,” pungkasnya.

Sedangkan terkait kelebihan permintaan Berau Coal, pengamat pasar modal Willy Sanjaya meyakini PT Bumi Resources (BUMI) akan diuntungkan. Menurutnya, anak usaha Bakrie ini mendapat minat cukup tinggi karena price earning ratio (PE) masih single digit, yakni 8,4 kali. Bandingkan dengan PE emiten lain sejenis yang sudah di atas 10 kali.

“Jadi kalau tertarik di saham komoditas, bisa memilih saham BUMI,” katanya. “BUMI memiliki support kuat di 14.090, sehingga kalau jatuh, kemungkinan tidak di bawah level itu.”

Selain komoditas, Willy juga menyarankan saham perbankan, salah satunya PT Bank Bukopin (BBKP). Seperti diketahui, 12,19% saham BBKP yang dimiliki Yabinstra Bulog akan dilepas dengan pembeli siaga (standby buyer) Jamsostek. Jamsostek yang akan beli BBKP di harga Rp928, telah menyiapkan dana Rp700-900 miliar

Saham PT Bank CIMB Niaga (BNGA) juga masih dinilai menarik setelah crossing yang cukup besar di BNGA, emiten yang dimiliki Khazanah Nasional Berhad senilai Rp5,438 triliun. Hal ini mengindikasikan sektor perbankan RI masih menarik bagi asing, terutama bank dengan kapitalisasi yang agak kecil. “Rekomendasi beli untuk saham perbankan,” katanya.

CIMB Group telah merealisasikan pembelian 19,67% saham BNGA, sehingga kepemilikan CIMB Group meningkat jadi 97,93%. Total saham yang dipindahtangankan 9.417.059 lot atau 4,708 miliar saham, setara dengan 19,67% total saham BNGA yang mencapai 23,934 miliar saham. Harga pelaksanaan transaksi dilakukan pada Rp1.155 per saham sehingga totalnya mencapai Rp5,438 triliun.

Pada perdagangan Senin (16/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,411 poin (0,01%) ke level 3.052,599. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 7,875 miliar lembar saham, senilai Rp8,098 triliun dan frekuensi 70.729 kali.

Sebanyak 81 saham naik, 125 saham turun dan 83 saham stagnan. Transaksi beli bersih (net foreign buy) pun, meski positif, terus menurun, menjadi sebesar Rp84 miliar. Rinciannya adalah, nilai transaksi beli asing mencapai Rp6,164 triliun dan nilai transaksi jual asing mencapai Rp6,080 triliun. [mdr]


Wall Street Terdongkrak Perolehan Wal-Mart dan Home Depot

Saham-saham di bursa Wall Street bergerak menguat tajam setelah keluarnya laporan keuangan Wal-Mart dan Home Depot yang melebihi ekspektasi analis.

Sentimen posisif juga datang dari rencana BHP Billiton Ltd untuk mengakuisisi produsen pupuk terbesar dunia, Potash Corp of Saskatchewan Inc senilai US$ 39 miliar. Namun rencana itu ditolak karena dinilai tidak cukup. Meski demikian, rencana tersebut menambah keyakinan pada outlook sektor pertanian.

Pada perdagangan Selasa (17/8/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 103,69 poin (1,01%) ke level 10.405,70. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 13,17 poin (1,22%) ke level 1.092,55 dan Nasdaq menguat 27,57 poin (1,26%) ke level 2.209,44.

"Ada pertentangan antara data perekonomian yang lemah dan kuatnya laporan keuangan perusahaan. Hari ini, laporan keuangan akhirnya menjadi pemenang," ujar John Praveen, kepala analis Prudential International Investment Advisers seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/8/2010).

Data perekonomian yang datang memang cukup beragam. Produksi industri naik, harga-harga grosiran meningkat sehingga menghilangkah kekhawatiran terjadinya deflasi. Namun pembangunan perumahan menunjukkan sektor ini masih melemah. Sebagian besar data ekonomi dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan melambatnya proses pemulihan ekonomi sehingga mendorong investor untuk keluar dari saham-saham.

Rencana akuisisi BHP Billiton juga telah berhasil mendongkrak seham-saham sektor material.

"Meningkatnya rencana merger dan akuisisi menunjukkan pada CEO dan CFO memiliki keyakinan yang lebih dalam outlook ekonomi dan mau mulai menyebarkan keseimbangan atas dana tunai, yang sudah mereka kumpulkan dalam beberapa bulan," ujar Michael Sheldon, analis dari RDM Financial.

Namun perdagangan berjalan sangat tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,99 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham.

Monday, 16 August 2010

HEMM.. IHSG MAU UPACARA DULU

HSG habis latihan PASKIBRA buat besok... jadi hari ini di tutup koreksi ... karena musti istirahat buat upacara besok tgl 17 agustus... capek klo harus naik terus

REKOMENDASI TRADER

IHSg di prediksi akan bergerak di kisaran 3025 - 3050..
namun jika di liat dari pasar global, IhSG akan cenderung ke level 3025...

Untuk saham hari ini masih di bayangin koreksi pada sektor2 saham pertambangan..
saham consumer good, dan saham property..

namun untuk saham2 di sektor finance / Bank.. akan sangat bagus bila terkoreksi seperti BBtn ( buy di 1800 ) , BBri ( buy 9000 , jual 9450 ), BMRI ( buy 5750, jual 6000 ).

untuk saham pertmabangan BUMI masih cukup bisa untuk one day ( buy 1550 jual 1590/ 1610 ) PGAS ( buy 3750 jual 4100 ),

SARAN: untuk jangka panajang jangan menyimpan saham INCO atau ANTM prdiksi awal INCO akan menyentuh 3600 , ANTM masih akan ada koreksi ke 1950 ) namun untuk trading jangka pendek saham ini masih OK apabila INCO sudah menyentuh 3900 dan ANTM 1990 tinggalkan saja saham ini...

ETRADING 's Market Flash

eTrading’s Market Flash

Þ US: S&P Index turun 0.4%

News Highlight

Economic & Industrial News

Þ Auto: Produksi Mobil Turun Selama Puasa

Þ Banking: Laba perbankan naik 25,8%

Þ Economic: Bapepam Izinkan Porsi Deposito Lampaui 25%

Þ Economic: BI : Target Rupiah Tahun Ini Rp9.150

Þ Economic: Selesaikan Sisa Proyek, Pemerintah Cairkan Dana USD1,4 M

Þ Energy: Tagihan Listrik Pengelola Mal Juga Terkendala Penyesuaian Kenaikan TDL

Þ Energy: Ladang Minyak 1,8 Miliar Barel Ditemukan di Afghanistan

Þ Mining: Kuartal III, harga baja diprediksi bakal menguat

Þ Trans: Antisipasi Super Peak Season, Garuda Kerahkan Armada Berkapasitas Besar

Þ Europe: 2010, Jerman Akan Berutang 65 Miliar Euro

Corporate News

Þ APEX: Raih Fasilitas Pembiayaan dari Danareksa

Þ BABP: Siap luncurkan e-banking

Þ BBNI: BNI Syariah enggan ubah target pembiayaan

Þ BUMI: Bagi Dividen US$57 Juta

Þ ELTY: Bidik Pendapatan Rp 1,5 Triliun

Þ MLPL: HSBC Kuasai 533,61 Juta Saham Multipolar

Þ MTSM: Pendapatan Metro Realty Turun

Þ OKAS: Investasi US$30 Juta

Þ TINS: Laba Bersih Capai Rp 314 Miliar

Þ SMRA: Siap raup Rp 1 triliun di paruh kedua 2010

Þ WOMF: Terbitkan MTN Rp200 Miliar

Þ IPO: Garuda Spin Off Citilink Setelah IPO

Technical Picks

Þ ANTM (2050) – Spec Buy

Þ BRPT (1010) – Trading Buy

Þ INCO (4200) – Trading Buy

Þ UNTR (19000) – Trading Buy

CLICK HERE TO VIEW FULL REPORT

Market Flash

Dow Jones: Pasar saham US mengalami pelemahan dengan indeks Standard & Poor's 500 turun selama 4 hari setelah jumlah penjualan ritel yang tidak sesuai estimasi. Nordstorm Inc. turun 7.2% setelah memberikan pernyataan bahwa tingkat pengeluaran meningkat pad kwartal kedua, sementara J.C. Penney Co. dan Kohl's Corp. turun 3.2%. Eli Lilly & Co turun 2.5% setelah kehilangan hak paten pada produknya. Dynegy naik 63%. Autodesk Inc naik 2.4% setelah hasil kwartal kedua di atas estimasi para analis. Indeks Standard & Poor's 500 (-0.4%) ke 1,079.25. Dow Jones Industrial Average (-0.2%) ke 10,303,.15

Regional: Bursa saham Asia melemah di hari Senin, dimana pelemahan bursa Jepang didorong oleh kabar pertumbuhan ekonomi yang lebih buruk dari ekspektasi. GDP Jepang tumbuh 0,4% pada periode April-Juni, laju terlambat dalam 3 kuartal. Sony (-2.5%), Advantest (-2.6%) dan Honda Motor (-2.2%). Commonwealth Bank of Australia (-3.8%), BHP Billiton (-1.5%) dan Rio Tinto (-1.4%). Nikkei (-1.3%) 9132 S&P/ASX 200 (-1.2%) 4407 Kospi (-1.2%) 1725 STI (-0.58% ) 2922

Commodity: Minyak mentah naik dari level terendah dalam satu bulan sehubungan para trader yang menaikkan jumlah taruhannya bahwa harga minyak akan naik dan para analis memprediksikan sektor produksi di AS kemungkinan berkembang pada bulan lalu, meningkatkan optimisme terhadap pemulihan dari permintaan minyak mentah. Produksi pabrik AS dan sektor perumahan kemungkinan naik pada bulan Juli, para ahli ekonomi menyatakan hal tersebut sebelum laporan resmi minggu ini. Spekulalasi posisi long, atau harga taruhan akan meningkat, naik 8% per tanggal 10 Agustus kemarin, menurut Komisi Perdagangan Komoditas Futures AS. WTI Cured (-0.1%) $ 75.3/barrel Gold (+0.2%) USD 1,218/barrel CPO (+0.7%) RM 2,784/MT Nickel (-0.7%) USD 21,275/MT Tin (+1.2%) USD 20,800/MT

Research Team

Economic & Industrial News

Auto: Produksi Mobil Turun Selama Puasa

Produksi mobil di Indonesia selama puasa sampai libur Lebaran turun, karena produsen mengurangi jam lembur, kendati permintaan mobil terus meningkat. "Bulan ini (Agustus) dan bulan depan (September) produksi akan turun karena overtime (lembur) tidak bisa maksimal," kata salah satu Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan, di Jakarta, Minggu. Selama bulan puasa, lanjut dia, jam kerja lembur tidak bisa optimal, karena ada sahur selama puasa. Selain itu ada hari libur Lebaran. Johnny mengatakan permintaan mobil di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dan ia memprediksi penjualan mobil di Indonesia akan mencapai rekor baru, yaitu menembus angka 700 ribu unit. Penjualan mobil tertinggi tahun 2008 yang menembus angka 600 ribu unit. "Pada Januari-Juli penjualan mobil sudah menembus angka 400 ribuan, maka kemungkinan besar sampai akhir tahun bisa di atas 700 ribu," kata Johnny. Hal senada dikemukakan Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto. Ia mengatakan pada Agustus penjualan mobil Toyota kemungkinan akan turun karena pasokan tidak memenuhi permintaan. (Antara/AA)

Banking: Laba perbankan naik 25,8%

Industri perbankan nasional mencatat kinerja cukup baik pada semester I 2010. Bank Indonesia (BI) mencatat, laba perbankan nasional per Juni 2010 sebesar Rp 29,33 triliun. Bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 23,31 triliun, laba tersebut tumbuh 25,8%. Bulan Mei 2010, laba perbankan tercatat sebesar Rp 24,33 triliun. Laba perbankan semester I 2010 tersebut ditopang oleh pendapatan operasional yang mencapai Rp 243,21 triliun. Angka ini tumbuh 58,46% dibandingkan pendapatan operasional semester I 2009 sebesar Rp 153,48 triliun. Pendapatan operasional perbankan berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 121,48 triliun, kenaikan nilai surat berharga Rp 4,55 triliun, dan keuntungan transaksi valuta asing (valas) Rp 97,47 triliun. Sisanya disumbang oleh dividen, komisi, provisi plus fee Rp 14,41 triliun, serta keuntungan lainnya Rp 5,30 triliun. (Kontan/nlt)

Economic: Bapepam Izinkan Porsi Deposito Lampaui 25%

Bapepam-LK mengizinkan porsi portofolio dalam bentuk deposito di dalam produk kontrak pengelolaan dana bilateral (KPD/discretionary fund) melebihi dari batas yang ditetapkan 25%. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bapepam-LK No.SE-04/BL/2010 yang diterbitkan pada 21 Juli lalu. (bisnis/uth)

Economic: BI : Target Rupiah Tahun Ini Rp9.150

Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Darmin Nasution menargetkan pergerakan rupiah sepanjang tahun 2010 ini mencapai rata-rata Rp9.150 per dolar AS. "Sebenarnya kalau target yang kita buat adalah Rp9.150 per dolar AS, tapi kelihatannya akan lebih kuat dari Rp9.100 per dolar AS," katanya usai menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama di Istana Merdeka Jakarta, Jumat. Darmin mengatakan, fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi dalam dua pekan belakangan merupakan dampak dari kondisi perekonomian dunia. "Rupiah itu sempat melemah sedikit karena berbagai data ekonomi dunia ini melemah tapi nanti kalau dia menguat, sama juga (rupiah) akan menguat. Intinya sekarang sedang melemah," ujarnya. Darmin mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh terhadap perubahan nilai tukar rupiah yang bergerak setiap hari. "Jangan terpengaruh perubahan harian rupiah. Kita lihat rata-rata sepanjang tahun. Rata-rata tahunan sepanjang tahun dari Januari (sampai Agustus) nilai tukar rupiah Rp9.130 per dolar AS," tuturnya.(Antara/AA)

Economic: Selesaikan Sisa Proyek, Pemerintah Cairkan Dana USD1,4 M

Pemerintah menargetkan pencairan dana sebesar USD1,4 miliar hingga akhir tahun ini, guna penyelesaian seperlima proyek pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt (MW). Hingga tahun ini biaya yang sudah dicairkan sebesar USD1,4 miliar hingga dua ribu mw dari total USD7 miliar diperoleh dari beberapa bank asing dan lokal yang kebanyakan dari China. Pendanaan tersebut juga ditopang dari bank-bank lokal guna pemenuhan kebutuhan dana yang diperkirakan mencapai USD7 miliar untuk proyek 10 ribu MW tahap I ini. (Okezone/nlt)

Energy: Tagihan Listrik Pengelola Mal Juga Terkendala Penyesuaian Kenaikan TDL

Sulitnya pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam membayar tagihan listrik, juga dialami pengelola mal, yang memang memakai daya besar dan masuk golongan B3. Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A. Stefanus Ridwan, ada beberapa anggotanya yang melaporkan tagihan tidak dapat terbayar karena tidak ada ketidakjelasan. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengakui, pihaknya kesulitan menerapkan batas (cap) penyesuaian TDL sebesar 18% dalam perhitungan tagihan listrik yang diterbitkannya bulan ini. Ini menyebabkan keterlambatan penerbitan tagihan listrik pemakaian bulan Juli kepada sejumlah pelanggannya. (Detik/nlt)

Energy: Ladang Minyak 1,8 Miliar Barel Ditemukan di Afghanistan

Sebuah ladang minyak ditemukan di wilayah utara Afghanistan dengan perkiraan kandungan minyak 1,8 miliar barel. Ladang minyak ini terletak di antara segitiga kawasan Balkh, Hairatan dan Shuburghan. Demikian jurubicara Kementerian Pertambangan Afghanistan Jawad Omar seperti dilansir De Telegraaf. Ini merupakan temuan ladang minyak keenam di Afghanistan. Ladang minyak terbesar ditemukan di bawah Sungai Amu Darja, dekat perbatasan dengan Uzbekistan dan Tajikistan. (Detik/nlt)

Mining: Kuartal III, harga baja diprediksi bakal menguat

Setelah sempat terkoreksi sedikit, harga baja pada kuartal III tahun ini diperkirakan akan kembali naik. Pasalnya, selain permintaan baja mulai naik, harga bahan baku baja juga sudah kembali menunjukkan peningkatan. Vice President Corporate Communications PT Krakatau Steel Wawan Hernawan mengatakan, kondisi pasar baja secara internasional sudah mulai bergerak naik. Tapi, untuk pasar domestik saat ini belum terlihat adanya kenaikan karena sedang puasa dan menjelang Lebaran. Menurutnya, tren kenaikan harga baja ini juga terlihat dari harga bahan baku baja berupa scrab yang sudah merangkan naik. Tiga bulan yang lalu harga scrab sebesar US$ 300 per ton, pada minggu ini sudah mencapai US$ 400 per ton. (Kontan/nlt)

Trans: Antisipasi Super Peak Season, Garuda Kerahkan Armada Berkapasitas Besar

PT Garuda Indonesia (Persero) memprediksi Super Peak Season untuk penerbangan jelang Lebaran akan terjadi 1-2 hari sebelum hari Raya. Untuk itu, perseroan bakal mengoperasikan armada berkapasitas besar, 300-400 kursi. Penggunaan armada ini bertujuan agar penumpang tidak terlantar dan tidak berlama-lama berada di bandara. BUMN aviasi siap mengoperasikan Air Bus 330 berkapasitas 300 kursi, dan Boeing 747-400 berkapasitas 400 kursi. (Detik/nlt)

Europe: 2010, Jerman Akan Berutang 65 Miliar Euro

Jerman akan tetap menjalankan rencananya untuk meminjam sekira 65 miliar euro (atau setara USD83,19 miliar) tahun ini. Menurut pihak Kementerian Keuangan Jerman, hal ini tetap akan dilakukan meski di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi negara yang mulai membaik dan adanya tambahan miliaran euro pada penerimaan pajak. Pada Mei lalu, Kementerian Keuangan memperkirakan negara akan memperoleh 510 miliar euro dari pendapatan pajak tahun ini dan 515 miliar euro pada tahun depan. (Okezone/nlt)

Corporate news

APEX: Raih Fasilitas Pembiayaan dari Danareksa

PT Danareksa mengucurkan fasilitas pembiayaan jangka pendek senilai Rp 125 miliar kepada perusahaan pengeboran migas PT Apexindo Pratama Duta Tbk, anak perusahaan PT Mitra International Tbk (MIRA). Fasilitas pembiayaan tersebut bertenor 6 bulan dan Danareksa mengenakan bunga 15% per tahun kepada Apexindo. (bisnis/uth)

BABP: Siap luncurkan e-banking

PT ICB Bumiputera Tbk akan segera meluncurkan internet banking (e-banking) pada akhir bulan ini untuk meningkatkan pelayanan transaksi bagi nasabah. Direktur Bisnis Banking PT ICB Bumiputera Tbk Hartono Jap mengatakan persiapan perseroan sudah mencapai 90% dan saat ini tengah menunggu persetujuan akhir dari Bank Indonesia. (bisnis/ev)

BBNI: BNI Syariah enggan ubah target pembiayaan

PT Bank BNI Syariah belum berencana merevisi target penyaluran pembiayaan meskipun total penyalurannya hingga akhir Juli 2010 mencapai Rp3,2 triliun atau mencapai 86,48% dari total target pembiayaan 2010 sebesar Rp3,7 triliun. Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Rizqullah mengatakan belum berencana merevisi target pembiayaan meskipun posisi akhir semester I menunjukkan total penyaluran kredit perseroan telah melampaui tiga perempat target. (bisnis/ev)

BUMI: Bagi Dividen US$57 Juta

PT BUMI Resources Tbk (BUMI) membayar dividen total US$57 juta kepada pemegang saham. Pembayaran dilakukan Minggu 15 Agustus 2010," kata Direktur Dileep Srivasta. Jumlah dividen tersebut merupakan 30 persen dari total pendapatan tahun buku 2009 senilai US$190,45 juta seperti yang telah diumumkan dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 24 Juni 2010. Perseroan saat ini, berencana mengurangi beban utang (deleveraging) sebesar US$800 juta - 1 miliar dalam satu tahun ke depan. Bersamaan dengan itu, perseroan sambil mengintegrasikan dan memaksimalisasi nilai dari aset non batu bara yang telah diakuisisi perseroan ke dalam kinerja konsolidasi perseroan. (Detik/nlt)

ELTY: Bidik Pendapatan Rp 1,5 Triliun

Mulai terealisasinya beberapa proyek yang sempat tertunda pada tahun lalu, membuat PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) optimis pendapatan sepanjang tahun 2010 ini bisa tumbuh sekitar 40% ketimbang perolehan tahun lalu. Adapun pada akhir tahun 2009 lalu, pendapatan ELTY mencapai Rp 1,06 triliun. Revenue diharapkan dapat Rp 1,5 triliun di akhir tahun nanti. Sementara untuk serah terima Cluster Grand Harmony di Bogor Nirwana Residence yang berdiri di lahan seluas 40 hektare, ELTY bakal melakukannya pada September hingga Oktober. Dari penjualan kawasan kondotel yang terdiri dari 1.200 unit ini, ELTY berharap bisa mendapatkan pundi mencapai Rp 400 miliar. (Kontan/nlt)

MLPL: HSBC Kuasai 533,61 Juta Saham Multipolar

HSBC-Fund Services Clients A/C 500 meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Multipolar Tbk (MLPL) dengan membeli 3,17 juta saham. Pembelian dilakukan pada tanggal 4-10 Agustus 2010. Menurut Sekretaris Perusahaan Multipolar Chrysologus R.N. Sinulingga, pembelian saham tersebut dilakukan pada kisaran harga Rp 92,1-95 per lembar saham. Sehingga total saham milik HSBC 533,61 juta saham. (Detik/nlt)

MTSM: Pendapatan Metro Realty Turun

Perusahaan ritel, PT Metro Realty Tbk, mencatatkan pendapatan pada semester I tahun ini sebesar 10,71 miliar rupiah atau turun 13,25 persen dari periode sama tahun sebelumnya senilai 12,13 miliar rupiah. Penurunan pendapatan tersebut disebabkan adanya peningkatan beban usaha perseroan pada semester I tahun ini. Presiden Direktur Metro Realty Simon Maruli mengatakan pada semester I tahun ini, beban usaha perseroan tercatat sebesar 1,94 miliar rupiah atau meningkat 16,86 persen dari periode sama tahun lalu senilai 1,66 miliar rupiah. (koranjakarta/gps)

OKAS: Investasi US$30 Juta

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) telah menggelontorkan total inveatsi US$30 juta atau setara Rp270 miliar pada 1H10. Dana tersebut digunakan untuk membangun awal pabrik amonium nitra (AN) milik anak perusahaan, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK). Sebagian dana capex yang telah direalisasikan tersebut berasal dari PT Bank Permata Tbk, sedangkan sisanya diambil dari kas internal perusahaan. (Investor/nlt)

TINS: Laba Bersih Capai Rp 314 Miliar

PT Timah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 314 miliar sepanjang 1H10. Dari data yang diperoleh pekan lalu, BUMN pertambangan tersebut diketahui laba bersih perseroan melonjak hingga 631,93% dibandingkan dengan Rp 42,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendorong kenaikan laba bersih perseroan berasal dari membaiknya harga komoditas timah di pasar. (bisnis/uth)

SMRA: Siap raup Rp 1 triliun di paruh kedua 2010

Setelah mengalami pertumbuhan pada semester I 2010, kinerja PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tampaknya akan tetap kinclong pada semester II. Sepanjang enam bulan kedua tahun ini, kocek perusahaan pengembang ini bakal bertambah hingga Rp 1 triliun, berasal dari penjualan empat kawasan perumahan. Direktur Keuangan SMRA Michael Yong menyebutkan, penjualan Royal Orchard Kelapa Gading menjadi penopang pertama pendapatan SMRA di semester II. Dari kawasan hunian berjumlah 90 unit dengan rata-rata harga Rp 4 miliar per rumah ini, SMRA berharap bisa menyerap dana Rp 400 miliar. (Kontan/nlt)

WOMF: Terbitkan MTN Rp200 Miliar

PT WOM Finance Tbk (WOMF) hari ini dijadwalkan menerbitkan obligasi berjangka menengah (medium term note/MTN) senilia Rp200 miliar. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan kredit motor. Perseroan masih mempunyai rencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar. Namun, penerbitansurat utang ini masih dalam kajian. Pada 1H10, WOMF mencatatkan kinerja keuangan yang istimewa. Laba bersih tercatat melonjak 695,52% menjadi Rp85,2 miliar dibanding dengan periode serupa 2009 sebesar Rp10,71 miliar. (Investor/nlt)

IPO: Garuda Spin Off Citilink Setelah IPO

PT Garuda Indonesia berencana melakukan pemisahan (spin off) anak usahanya, Citilink, setelah melakukan pelepasan saham perdana ke publik (initial public offering/ IPO) yang diperkirakan November 2010. Direktur Pengembangan dan Teknologi Indformasi Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan, pemisahan dilakukan untuk mempermudah pengelolaan usaha- usaha yang dimiliki perseroan. (okezone/ev)




BERITA NASIONAL

Sepanjang pekan kemarin, banyak investor yang mengalami ‘sport jantung’. Betapa tidak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi dengan cukup tajam.

Bahkan pada hari Kamis (12/8), IHSG sempat menembus ke bawah level 3.000. Suasana makin tidak bersahabat lantaran dari pasar AS, banyak bertiup kabar buruk.

Akibatnya, pada Jumat (13/8), indeks Dow Jones berlabuh di level 10.303. Itu berarti, dalam seminggu terjadi pelemahan 350 poin atau sekitar 3,2%. Cukup mencemaskan, memang. Maklum Dow merupakan kiblat bagi perdagang saham di dunia.

Tapi syukurlah, pasar saham Jakarta plus stabilnya perekonomian negeri ini tetap menjadi daya tarik bagi investor, sehingga, kendati terbawa gonjang-ganjing, IHSG tidak terjun bebas.

Dengan ditutup pada level 3.053 (13/8), berarti dalam seminggu indeks Jakarta hanya melemah 0,2%. Yang menjadi masalah, para analis memperkirakan, pelemahan masih akan berlangsung di pekan ini.

Banyak faktor yang mendorong pasar menuju down trend. Pertama, karena indeks sudah naik cukup tinggi. Dalam waktu enam pekan, terhitung awal Juli, IHSG telah menguat 179 poin (6,2%).

Kenaikan ini memicu investor untuk melakukan aksi profit taking. Pemodal yang mengempit saham Telkom sejak 1 Juli lalu, misalnya, tentu akan tergiur untuk memetik gain 9%. Begitu pun pemilik saham Medco yang harganya telah menguat 14,6%.

Selain itu, ‘musim’ terbitnya laporan keuangan semester I yang selama ini menjadi pendorong maraknya perdagangan, sudah habis. Makanya, kini pasar lebih banyak bergantung pada sentimen eksternal.

Sayang, ini pun kelihatannya tak bisa diandalkan benar. Berita yang bertiup dari AS yang menyangkut daya beli dan pengangguran misalnya, kerap mengecewakan. Sementara pelambatan ekonomi China juga sanagt mempengaruhi minat pemilik uang untuk berinvestasi.

Itu sebabnya, para analis memprediksikan, pekan ini indeks akan kembali mengalami konsolidasi. Bahkan ada kemungkinan IHSG kembali menyelam ke bawah 3.000. “Karena fluktuasinya cukup tinggi, sebaiknya investor wait and see,” kata seorang kepala riset di sebuah perushaan sekuritas asing.

Namun, kalaupun tetap ingin bermain, investor disarankan melakukan pembelian setelah harga terkoreksi. Adapun pilihan yang disodorkan masih belum berubah yakni saham perkebunan. Alasannya, selama harga minyak mentah masih di atas US$75 per barel, harga-harga komoditas akan selalu tinggi.

Dua saham yang mendapat rekomendasi cukup kencang adalah PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT London Sumatera (LSIP). Saham AALI diargetkan akan menguat ke Rp 21.800. Sedangkan LSIP berpotensi naik ke level Rp 10.000.

Selain dua saham di atas, yang diprediksi masih punya potensi untuk menguat PT Unilever (UNVR) dan PT Indofood (INDF). Saham Unilever diperkirakan akan segera mencapai level Rp16.950, sementara PT Indofood menuju Rp4.500. [mdr]

Friday, 13 August 2010

REKOMENDASI TRADER YP

IHSG akan mengalami kenaikan di level 3048
buy smgr - 8750 sell 9100...
buy cpin- 4825 - one day trading ke 4950

ETRADING NEWS ringkasan

eTrading's Market Flash
* US: Dow Jones Industrial Average turun 0.57%
News Highlight

Economic & Industrial News
* Economic: BUMN Cetak Laba Rp 45,3 Triliun
* Economic: 2030, PDB Per Kapita Indonesia US$18.000
* Energy: TDL Naik, Harga Produk Naik 5%
* Banking: Lelang SBI Serap Rp73,78 triliun
* Economic: Sektor Riil Butuh Perhatian Khusus
* US: Warga AS yang mengajukan klaim pengangguran kian banyak

Corporate News
* BTEL: ICBC Beri Pinjaman USD300 Juta
* BBTN: Tiga sekuritas tangani sekuritisasi BTN
* BBNI: Ditetapkan Rp 2.900, Saham BNI Diserbu
* BBKP: Jamsostek Bidik 30% Saham Bukopin
* BBRI: Aset DPLK BRI Capai Rp 1,3 Triliun
* WOMF: WOM Finance pertahankan target
* MNCN: Cabut gugatan ke Kemenkumham
* INDF: Anak Usaha INDF Bukukan Laba Rp545 Miliar
* INTP: Akan Investasi US$56,25 Juta
* INCO: Habiskan Rp 549 Juta untuk Eksplorasi
* ANTM: Keluarkan Rp 10,7 Miliar di Juli
* MAIN: Realisasikan 30% Capex
* IPO: Krakatau Steel Mejeng di Bursa 10 November
* IPO: IPO Garuda Paling Lambat Akhir Tahun

Corporate Action
* Hari ini (13/8), cum dividen tunai Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) Rp
30,2 per saham Ex date (16 Aug 2010)
* Hari ini (13/8), cum dividen tunai Indospring Tbk (INDS) Rp 250 per
saham Ex date (16 Aug 2010)
Earning Watch
* ITMG: Laba Bersih Turun 15% pada 1H10
Technical Picks
* CPIN (4775) - Spec Buy
* LSIP (9550) - Spec Buy
* ASII (47600) - Spec Buy
* ITMG (38100) - Spec Buy

CLICK HERE TO VIEW FULL REPORT
<https://www.etrading.co.id/ResearchData/daily/Daily%20Trading_13-08-2010.pd
f>


Market Flash
Dow Jones: Saham-saham AS berjatuhan, menarik Indeks Standard & Poor's 500
ke penurunan terbesar dalam 3 hari sejak 1 Juli, setelah kenaikan yang tidak
diperkirakan di klaim asuransi pengangguran menambah bukti bahwa pemuilihan
ekonomi sedang melemah. Cisco Systems Inc., pembuat peralatan jaringan
terbesar di dunia, turun 10% setelah perkiraan penjualan yang meleset dari
perkiraan analis. Juniper Networks Inc. turun 6.8%. Caterpillar Inc.,
pembuat peralatan konstruksi terbesar di dunia, turun 1.8% sehubungan dengan
kenaikan klaim asuransi pengangguran membangkitkan sinyal pelemahan
pemulihan ekonomi. Estee Lauder Co. turun 2.6% setelah mencatatkan
keuntungan yang lebih rendah dari perkiraan para analis. Standard & Poor's
500 Indeks (-0.5%) 1,1083.61; Dow Jones Industrial Average Indeks (-0.6%)
10,319.95

Regional: Mayoritas saham-saham Asia menguat tipis dan diperdadagangkan
dalam range yang sempit di hari Jumat seiring respon investor terhadap
saham-saham pasca koreksi sebelumnya. Di Australia, meski Telstra menyentuh
level terendah, melanjutkan koreksinya setelah mencatatkan pelemahan di hari
Kamis. Telstra (-2.4%) A$2.87, BHP Billiton (+0.6%), Rio Tinto (+0.7%) dan
Newcrest Mining (+2.8%). Nikkei (-0.5%) 9170, S&P/ASX 200 (+0.5%) 4420,
Kospi (+0.4%) 1727 , STI (+0.24%) 2933

Commodity: Minyak mentah mengalami rebound dari level terendah dalam 1 bulan
dan diperdagangkan diatas $76 per barel di New York setelah mengalami
penurunan sehubungan dengan pengajuan tunjangan pengangguran yang meningkat.
Minyak mentah, yang pengalami penurunan sebanyak 5.7% minggu ini, naik untuk
pertama kalinya dalam 4 hari. Nilai Futures kemarin mengalami koreksi
terdalam selama 6 minggu sehubungan dengan klaim tunjangan pengangguran yang
meningkat dari 2,000 menjadi 484,000 pada minggu lalu, yang merupakan level
tertinggi sejak bulan February. WTI Crude (+0.5%) $ 76.1/barrel Gold (-0.1%)
USD 1,213/t oz CPO (+0.2%) RM 2,763/MT Coal Newc. (-2.2%) USD 93.1/MT Nickel
(-1.2%) USD 21,425/MT TIn (+3.5%) USD 20,550/MT

Research Team

Economic & Industrial News
Economic: BUMN Cetak Laba Rp 45,3 Triliun
Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukukan kenaikan laba bersih
sebanyak 18,36% semester I-2010. Total 141 perusahaan pelat merah menyumbang
Rp 45,3 triliun dari sebelumnya pada periode yang sama sebanyak Rp 38,32
triliun. Menurut Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, PT Pertamina
(Persero) masih menjadi penyumbang laba terbesar, disusul dengan PT PLN
(Persero) dan PT Telkom Tbk. Sementara, BUMN dari sektor energi menyumbang
laba bersih Rp 19,2 triliun di semester I-2010, naik 27,37% dari perolehan
semester I tahun lalu sebanyak Rp 15,1 triliun. Sedangkan, BUMN dari sektor
asuransi menyumbang laba bersih Rp 3,3 triliun di semester I-2010, naik
20,44% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 2,5 triliun. BUMN
dari sektor penunjang pertanian menyumbang laba bersih Rp 1,3 triliun di
semester I-2010, turun 23% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp
1,8 triliun. (Detik/nlt)

Economic: 2030, PDB Per Kapita Indonesia US$18.000
Produk domestik bruto (PDB) kapota Indonesia pada 2030 diprediksi mencapai
US$18.000, naik hampir tujuh kali lipat dibanding saat ini sekitar US$2.590.
Kekayaan alam dan pasar yang luas akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang dua puluhtahun ke depan bakal menjadi enam besar kekuatan
ekonomi dunia. Hal itu dikatakan Ketua Umum Yayasan Indonesia Forum Chairul
Tanjung. (Investor/nlt).

Energy: TDL Naik, Harga Produk Naik 5%
Produsen memilih untuk menaikkan harga jual produknya hingga lima persen
karena adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Ketua Umum Asosiasi
Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, tagihan
pada bulan Juli ini sudah disetujui oleh pengusaha dengan mengikuti
kesepakatan terakhir yaitu sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 10
tahun 2010, namun dengan revisi caping sebesar 18 persen. (okezone/ev).

Banking: Lelang SBI Serap Rp73,78 triliun
Lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang menggunakan skema baru, menyerap
dana sebesar Rp73,78 triliun dari pagu indikatif Rp80,35 triliun. Penyerapan
dana paling banyak untuk SBI jangka 3 bulan. Berdasarkan hasil lelang bulan
ini (11 Agustus 2010), penawaran lelang SBI jangka 3 bulan mencapai Rp56,86
triliun, sedangkan yang diserap sebesar Rp56,69 triliun dengan imbal hasil
(yield) 6,7%.(bisnis/yc)

Economic: Sektor Riil Butuh Perhatian Khusus
Manajemen perbankan perlu membuat terobosan kebijakan untuk lebih memacu
penyaluran kredit usaha rakyat. Pengembangan usaha kecil dan menengah kini
patut menjadi prioritas nasional untuk lebih memeratakan sektor riil dan
pertumbuhan perekonomian. (kompas/ev).

US: Warga AS yang mengajukan klaim pengangguran kian banyak
Minggu lalu, kian banyak saja warga AS yang mengajukan aplikasi untuk
mendapatkan tunjangan pengangguran. Itu tandanya, tingkat pemutusan hubungan
kerja di sejumlah perusahaan melonjak akibat perlambatan ekonomi.
Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja AS, klaim pengangguran
mengalami kenaikan sebanyak 2.000 menjadi 484.000 pada minggu yang berakhir
7 Agustus. Ini merupakan level tertinggi sejak pertengahan Febuari lalu.
(Kontan/nlt)

Corporate news
BTEL: ICBC Beri Pinjaman USD300 Juta
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berhasil mendapatkan pinjaman dari bank asing
dari China, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Pemberian
pinjaman ini diberikan dalam bentuk kurs Renminbi (RMB). Nilai pinjaman ini
setara dengan USD 300 juta. Dana ini, akan digunakan untuk menutupi belanja
modal alias capital expenditure (capex) pada masa-masa mendatang.
(Okezone/nlt)

BBTN: Tiga sekuritas tangani sekuritisasi BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan nilai sekuritisasi aset
yang akan dilakukannya sebesar Rp750 miliar dengan menunjuk tiga perusahaan
sekuritas sebagai underwriter (penjamin emisi). Ketiga underwriter itu
adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk,
dan PT Trimegah Securities Tbk. Evi Firmansyah, Vice President Director PT
Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), memastikan aksi sekuritisasi akan dilakukan
pada triwulan IV/2010.(bisnis/yc)

BBNI: Ditetapkan Rp 2.900, Saham BNI Diserbu
Pemerintah menetapkan harga saham Bank Nasional Indonesia (BNI) melalui
greenshoe ke publik dengan harga Rp 2.900 per lembar saham, sama dengan
perkiraan yang sebelumnya disampaikan oleh Menneg BUMN Mustafa Abubakar.
Dengan harga demikian, peminatnya meningkat tajam. (kompas/ev).

BBKP: Jamsostek Bidik 30% Saham Bukopin
PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) membidik kepemilikan hingga
30 persen di PT Bank Bukopin Tbk. Jamsostek akan masuk melalui aksi
korporasi rights issue yang akan dilakukan Bukopin. Perseroan juga akan
membeli saham milik Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog sebanyak
12,19% di Bank Bukopin untuk memuluskan kenaikan porsi sahamnya itu.
Kepemilikan saham di Bank Bukopin tercatat Koperasi Pegawai Bulog Seluruh
Indonesia (Kopelindo) sebesar 42,71%, Koperasi Perkayuan Apkindo
(Kopkapindo) sebesar 6,7%, Pemerintah RI sebesar 17,23%, Yabinstra Bulog
sebesar 12,19%, serta publik 20,99%. (Detik/nlt).

BBRI: Aset DPLK BRI Capai Rp 1,3 Triliun
Langkah pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI memperbesar porsi
dana kelolaannya ke instrumen investasi obligasi menuai hasil
menggembirakan. Selain mampu mendorong hasil investasi, imbal hasil dari
instrumen obligasi juga mendongkrak aset DPLK BRI ini hingga mencapai Rp 1,3
triliun di 1H10 lalu. Penacpaian tersebut tumbuh 21,18% dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya. (kontan/uth)

WOMF: WOM Finance pertahankan target
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mempertahankan target
penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp6,6 triliun-Rp7 triliun pada tahun ini
meski pembiayaan semester I/2010 melejit. Target booking Rp6,6 triliun
sampai Rp7 triliun ini belum direvisi tetap sama, adapun laba bersih tahun
ini tetap kami proyeksikan positif mengingat enam bulan pertama ini melejit,
ini dari 10% dari rencana,ungkap Direktur Keuangan WOM Finance. (bisnis/yc).

MNCN: Cabut gugatan ke Kemenkumham
Media Nusantara Citra Tbk (MNC) secara mengejutkan mencabut gugatan yang
telah dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terhadap
Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) terkait penerbitan surat AHU dengan
Nomor AH.03.04/114 A tertanggal 8 Juni 2010 yang mencabut akta PT Cipta
Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang diajukan oleh PT Berkah Karya
Bersama. (Kontan/nlt).

INDF: Anak Usaha INDF Bukukan Laba Rp545 Miliar
Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri), anak usaha PT Indofood Sukses Makmur
Tbk (INDF), mencatatkan laba bersih 1H10 Sin$83 juta atau sekitar Rp545
miliar. Raihan laba tersebut turun 40,9% dibanding realisasi peride sama
2009 sebesar Sin$140 juta atau setara Rp923 miliar. (Investor/nlt)

INTP: Akan Investasi US$56,25 Juta
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) segera menginvestasikan dana
US$56,25 juta atau setara Rp523,12 miliar pada 2H10. Sebagian dana tersebut
akan digunakan untuk membangun pabrik semen baru. INTP telah
menginvestasikan dana sekitar US$18,75 juta atau setara Rp174,37 miliar
(20-25%) pada 1H10, dari total rencana belanja modal/capex tahun 2010
sebesar US$75 juta atau setara Rp675,5 miliar. (Investor/nlt).

INCO: Habiskan Rp 549 Juta untuk Eksplorasi
PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menghabiskan dana sebesar US$
61.000 atau sekitar Rp 549 juta untuk melakukan eksplorasi di sejumlah
daerah. Hal itu dilakukan guna menggenjot produksi nikelnya tahun ini.
Adapun daerah -daerah yang menjadi sasaran penggalian adalah Konde, Sorowako
area dan Patea Blok B1 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Eksplorasi
proyek Sorowako dilakukan INCO bersama pihak ketiga. (kontan/uth).

ANTM: Keluarkan Rp 10,7 Miliar di Juli
Sepanjang Juli 2010, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merogoh kocek Rp 10,7
miliar untuk membiayai kegiatan eksplorasi tiga komoditas, yakni nikel,
emas, dan bauksit. Sebesar Rp 2,8 miliar digunakan untuk eksplorasi nikel di
daerah Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. (kontan/uth)

MAIN: Realisasikan 30% Capex
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) telah merealisasikan belanja modal/capex
sekitar Rp69 miliar hingga pertengahan 2010. Dana capex tersebut sekitar 30%
dari target tahun ini sebesar Rp230 miliar. Perseroan juga tengah membangun
farm grand parent stock di Majalengka senilai Rp30 miliar, serta farm parent
stock di Banjarmasin dan Lampung Rp70 miliar. Investor/nlt)

IPO: Krakatau Steel Mejeng di Bursa 10 November
PT Krakatau Steel (KS) akan mencatatkan sahamnya pada tanggal 10 November
2010. Saat ini pemerintah sedang menggenjot semua persiapan yang dibutuhkan
Krakatau Steel untuk melantai di bursa. Saat ini pemerintah sedang melakukan
berbagai persiapan yang dibutuhkan oleh Krakatau Steel dalam melakukan
penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) nanti.
Target dana yang akan diraup oleh Krakatau Steel setelah melantai di Bursa
Efek Indonesia (BEI) sekitar Rp 4-5 triliun. Dana itu akan digunakan sebagai
modal kerja dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi perseroan.
(Detik/nlt).

IPO: IPO Garuda Paling Lambat Akhir Tahun
Kepastian penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) perusahaan
maskapai penerbangan milik BUMN PT Garuda Indonesia paling lambat di minggu
kedua Desember 2010. (okezone/ev).



GOOD NEWSS

LABA BERSIH BUMN NAIK 18,26%
Total laba bersih yang berhasil dibukukan seluruh badan usaha milik negara (BUMN) pada paruh pertama tahun ini sebelum audit meningkat 18,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pada semester I-2010, laba bersih seluruh BUMN tercatat sebesar Rp45,3 triliun, sedangkan paruh pertama tahun lalu hanya Rp38,3 triliun. Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu mengatakan, kontribusi laba BUMN terbesdar berasal dari 10 perusahaan pelat merah.

Ke-10 perusahaan pelat merah itu, yakni PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Pupuk Sriwidjaya, dan PT Krakatau Steel (KS).

Dia menjelaskan, sektor yang pertumbuhannya paling tinggi adalah sektor pertanian. Sektor tersebut tumbuh 16 kali lipat atau mencapai 1.600 persen dari rugi Rp21 miliar menjadi laba sebesar Rp397,4 miliar.

Menurut Said, capaian positif tersebut didorong produksi sektor tersebut yang bagus, terutama karet dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Sektor perbankan mengalami pertumbuhan positif sebesar 36,29 persen dari Rp7,8 triliun menjadi Rp10,7 triliun. Sementara itu, sektor energi tumbuh 27,37 persen dari Rp15,1 triliun menjadi Rp19,2 triliun, sedangkan sektor asuransi tumbuh 20,44 persen dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3,03 triliun.

Sektor jasa konstruksi mengalami pertumbuhan positif 8,9 persen dari Rp213 miliar menjadi Rp232,2 miliar. Sektor pembiayaan juga mengalami pertumbuhan positif 53,35% dari Rp554,4 miliar menjadi Rp850,2 miliar.

Sektor pertambangan berhasil mencatat pertumbuhan 49,89 persen dari Rp1,853 triliun menjadi Rp2,78 triliun. Industri strategis mengalami pertumbuhan positif 176 persen dari sebelumnya merugi Rp1,09 triliun menjadi untung sebesar Rp838 miliar.

Keuntungan tersebut ditopang kinerja positif perusahaan baja pelat merah, KS yang berhasil membukukan keuntungan di atas Rp800 miliar pada paruh pertama tahun ini dari sebelumnya mengalami rugi senilai Rp1,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, aneka industri, yang terdiri dari delapan perusahaan mengalami koreksi 136 persen dari sebelumnya laba mencapai Rp74,5 miliar menjadi rugi Rp26,89 miliar. “Delapan perusahaan ini sakit semua termasuk PT Garam,” imbuhnya.

Sektor BUMN, yang juga mengalami penurunan adalah kawasan industri perumahan, yang minus 9,77 persen dari sebelumnya mampu membukukan laba sebesar Rp47,25 miliar menjadi rugi Rp42,6 miliar.

Hal serupa dialami BUMN sektor kehutanan, yang turun 43 persen dari sebelumnya untung Rp409,95 miliar menjadi minus Rp238,9 miliar. Menurunnya laba perhutanan disebabkan volume investasi yang mendominasi sektor ini ketimbang melakukan penghijauan.

Sektor telekomunikasi, ungkap dia, juga mengalami koreksi laba sebesar 1,3 persen dari Rp6,03 triliun menjdai Rp5,9 triliun.

Sektor percetakan dan penerbitan menurun 37,3 persen dari Rp34,15 miliar menjadi Rp21,25 miliar. Sementara itu, sektor logistik dan jasa sertifikasi mengalami penurunan kerugian sekitar 47 persen, dari rugi Rp139,8 miliar menjadi hanya Rp73,8 miliar.

Sementara itu, sektor penunjang pertanian termasuk pupuk mengalami koreksi senilai 23 persen dari sebelumnya Rp1,8 triliun menjadi Rp1,3 triliun. Penurunan laba sektor ini disebabkan turunnya keuntungan perusahaan pupuk akibat stok dan larangan ekspor serta daya serap hanya 70 persen.

Sektor sarana angkutan mengalami penurunan sebesar 56 persen dari Rp702,8 miliar menjadi Rp307,9 miliar. BUMN sarana angkutan tersebut terdiri atas 12 perusahaan, di antaranya Pelayaran Indonesia (Pelni) dan Perum Damri. “Dari 12 perusahaan ini semuanya mengalami kerugian,” ujarnya.

Disingung kinerja sektor sarana angkutan, temasuk PT Garuda Indonesia yang mengalami kerugian pada paruh pertama tahun ini, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menuturkan, maskpai penerbangan pada semester I atau kuartal II cenderung menurun.

“Airlines memang ada siklus tahunan. Pada kuartal II, penerbangan itu menurun, dan itu akan naik kembali di kuartal ketiga dan keempat. Bulan Juli, laporan keuangan lebih baik dari kuartal I dan II,” tutur dia.

Karena itu, dia melanjutkan, tidak ada alasan bagi pemerintah ataupun perseroan untuk menunda rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada kuartal IV tahun ini.

Menurut dia, untuk rencana IPO tersebut tidak harus menunggu laporan keuangan kuarta III atau IV, melainkan bisa menggunakan laporan keuangan Juli atau Agustus 2010. “Kita tetap sesuai jadwal,” tandasnya.

Thursday, 12 August 2010

DISCLAIMER ON

Hari Ini Sanggupkah IHSG bertahan di Level Support 3000 ?

Salam Winner,
"Waspadai perusahaan yang menampilkan akuntansi yang lemah. Curigalah catatan kaki pada laporan keuangannya. Curigai perusahaan yang menggembar-gemborkan proyeksi laba bersih dan ekspektasi pertumbuhan" (Warren Buffett).

IHSG ditutup pada level 3035.318, turun 21.843 points (-0.71%), dengan value 2.6 Trilyun dimana Asing Net Buy sebesar11.7 Milyard.
Saham-saham top value yang naik :
BBNI.SMGR.GJTL.TLKM.MDLN.PTPP.SMCB.ELSA.BKDP.BDMN.BTEK.BISI.ISAT.GGRM.DILD.KARK.BKSL.
Saham-saham top value yang turun :
ASII.BUMI.BMRI.UNTR.ADRO.BBRI.INCO.MEDC.TRAM.ANTM.AALI.BJBR.PTBA.BBCA.BLTA.LSIP.TINS

Dow : 10,378.83 turun -265.42 (-2.49%)
Nasdaq : 2,208.63 turun -68.54 (-3.01%)
Nikel : 21565(bid)/ 21665(offer) turun -585
Timah : 19950(bid)/ 20150(offer) turun -550
CPO : RM.2677 (840 USD), naik 7 RM

Saham-saham yang Asing Net buy :
BLTA, BJBR, PNLF, TLKM, BBNI, MEDC, SMGR, ENRG, PNBN, PGAS, BDMN, SMCB, BISI, BBRI, ROTI, MPPA, INDF, LSIP, JSMR, BBCA, PTBA.
Saham-saham yang Asing Net Sell :
BUMI, ELTY, ADRO, DOID, JPFA, KLBF, ANTM, BSDE, RALS, ASII, DGIK, INTP, TINS, GJTL, ISAT, BMRI, INCO, BWPT, BBTN, SMRA, INKP, CPIN, AALI.

Berikut sektor yang naik/turun : (Kemarin semua sektor turun, kecuali Infra)

Tip trading hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2010 :
1. Dow dan Nasdaq turun sekitar 2,5% s/d 3%, ini pasti membawa pengaruh baik terhadap Aspac maupun terhadai IHSG.
2. Harga Komoditas turun besar, Oil dibawah 80 USD yaitu di level 78 USD, Harga Timah kembali dibawah 20.000 USD/Petric ton, sedangkan Nikel juga mendekati level 20.000 USD/metric ton, dimana sebelumnya sempat sekitar 22.000, berarti sangat kurang bagus buat saham-saham komoditas.
3. Biasanya kalau saham komoditas turun, maka membuka peluang untuk saham banking untuk naik, hal itu bisa saja terjadi, bilamana IHSG tidak turun dalam, tetapi bila IHSG turun dalam, maka sepertinya semua sektor dan semua saham akan kena dampaknya pula, kecuali saham-saham kecil/gorengan.
4. kita boleh memperhatikan juga Saham yang biasanya defensif atau melawan arus adalah SMGR, GGRM, UNVR, BMTR, PGAS, INDF, BBCA, PNBN, namun tentunya jangan langsung membeli.
5. Saham MDLN sudah 2 hari ini naik sekitar 50% dengan volume yang sangat besar, sehingga Harga saat ini sangat jauh dari MA5, artinya modal bandar sangat jauh murah dibandingkan harga closing, sehingga bila bandar balik badan, akan segera kita menjadi korban, namun 2 hari kemarin bandar sangat menjaga harga, sama sekali tidak diberi kesempatan untuk turun, dengan cara memantau secara terus menerus, maka kita baru bisa melihat apakah bandar menjaga harga, atau tidak. Namun hati-hati bila bandar profit taking sewaktu-waktu. Saya mencari berita tentang MDLN, namun belum saya peroleh beritanya.
6. Bila Market berdarah-darah, maka kesempatan untuk membeli saham-saham yang berfundamental bagus di harga murah tentunya (Masih inget sekitar awal Agustus, banyak saham perbankan murah? hanya dalam waktu 2 hari harga sahamnya naik mendekati 10%)
7. Hari ini sepertinya market akan kurang bersahabat, kecuali IHSG mampu bergerak anomali, pertanyaannya sekarang mampukah IHSG bertahan dilevel 3000, ataukah turun dibawah 3000 kembali?

So fasten your seat belt.


Berikut tabel entry, Stop Loss dan Target harga (Disclaimer ON) :

IHSG :
Close dibawah MA5 dan MA20,
Namun MA5>MA20>MA50>MA200.
Hari ini akan mencoba test level support 2996,
bila tidak kuat maka akan mencoba di level 2972.
Stochastic mulai death cross.
Masih diatas garis up trend chanel (Garis biru).
S : 2996... 2972... Pivot 3029, R : 3035... 3056.

SMGR :
Saham ini telah terjadi penjualan banyak oleh Asing,
namun hari kemarin Asing mulai masuk kembali.
Support kuat SMGR ada di level sekitar 8500-8600.
MA5 mulai naik mendekati MA20.
Bila berhasil tutup di level 8850, maka akan menuju ke 9050.
Target harga berikutnya 9150.. 9250... 9500.
Semuanya itu bila market kondusif tentunya.
S : 8700... 8600. Pivot : 8800. R : 8900... 9050.

SMCB :
Seperti yg saya bilang kemarin saham ini sangat over sold banget.
Ternyata kemarin berusaha untuk naik, sehingga stochastic golden cross.
Close berhasil diatas MA5 namun masih dibawah MA20.
Beli bila tembus diatas 2325 atau BOW sekitar 2200-2250.
S : 2275... 2250... R : 2325...2375.

GJTL :
Valuasi saham ini yang masih murah sehingga harga masih cukup bertahan.
Kemarin GJTL break new high kembali di level 1420, namun sayang clos dibawah 1420.
Close>MA5>MA20>MA50>MA200 --> Perfect bullish.
Perhatikan jarak MA5, MA20 MA50 sangat berjauhan, pertanda strong up trend.
Jangan turun dari harga 1300-1310, maka MA5 mulai akan membelok ke bawah.
S : 1340... 1310, R : 1400... 1420.
Tembus 1420 maka break new high kembali.

Berikut tabel support dan resistent :

Wednesday, 3 February 2010

ANALISA SAHAM






Rabu, 03 Februari 2010

MACD Golden Cross


Rumor

Sst..BVIC Jadi Target Akuisisi

PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) disebut-sebut pelaku pasar menjadi target akuisisi oleh bank asing.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com.

Analisa

Hati-hati Dengan Saham Telko & Bank!

CIMB Securities Indonesia melihat banyak investor luar negeri yang khawatir ketidakstabilan bursa saham akhir-akhir ini apakah IHSG masih bisa bertahan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com.

Thursday, 5 November 2009

KLBF BUY

Kamis, 05 November 2009

Analisa Saham KLBF


Analisa Saham KLBF

Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful. Albert Schweitzer

ANALISA SAHAM

Analisa

Cermati Saham TRIL

Harga saham PT Triwira Insan Lestari Tbk (TRIL) berpotensi menguat menembus Rp110 dalam jangka pendek.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com.

Jeli dan Cermat Saat Belanja Saham Perdana

Jumlah perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia tampaknya akan terus bertambah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online.

ROMOR SAHAM

Rumor

RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 5 November 2009

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) dikabarkan menjalin kerja sama dengan perusahaan di Asia untuk ekspansi bisnis pembangkit listrik di kawasan Asia Tenggara.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Investor Daily.