Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Friday, 15 October 2010

BERITA GLOBAL

Saham Bank Rontok di Wall Street
Nurul Qomariyah - detikFinance


Foto: Reuters
New York - Rontoknya saham-saham perbankan menyeret bursa Wall Street ke teritori negatif. Saham perbankan rontok menyusul rencana 50 negara bagian di AS untuk melakukan investigasi sektor perumahan AS.

Investor khawatir investigasi itu akan menggerus pendapatan perbankan sehingga mengikis harapan akan hadirnya stimulus perekonomian.

Pada perdagangan Kamis (14/10/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 1,51 poin (0,01%) ke level 11.094,57. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,29 poin (0,36%) ke level 1.173,81 dan Nasdaq melemah 5,85 poin (0,24%) ke level 2.435,38.

Saham-saham perbankan mengalami kemerosotan yang cukup besar, JPMorgan Chase & Co turun 2,8%, Bank of America merosot 5,2% dan indeks bank KBW anjlok 2,6%.

Indeks S&P 500 telah menguat hingga 11,9% sejak 1 September dan volume perdagangan juga sudah mulai besar. Namun rally saham itu akhirnya terhadang oleh anjloknya saham-saham perbankan hingga hampir 3% karena kekhawatiran masalah penyitaan rumah dapat meluas ke sektor kredit dan perekonomian.

"Sebaik yang kita ketahui, pasar benci ketidakpastian dan ini adalah salah satu yang terbesar. Masih ingat kekacauan sektor subprime?" ujar Joe Saluzzi, analis dari Themis Trading seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/10/2010).

Sementara sektor teknologi terus menunjukkan kekuatannya, setelah Google mengumumkan labanya yang melebihi ekspektasi. Raksasa mesin pencari itu sahamnya langsung melesat hingga 9% pada perpanjangan perdagangan.

Volume perdagangan cukup besar, mencapai 9,04 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun ini yang mencapai 8,78 miliar lembar saham.


Minyak naik setelah dolar atas euro lemah

Jumat, 15/10/2010 06:53:18 WIB
Oleh: Bloomberg MELBOURNE: Minyak menguat di New York setelah melemahnya dolar atas euro di tengah meningkatnya angka klaim pengangguran, memperkuat spekulasi kebijakan moneter AS bisa mengikis nilai mata uang tersebut.

Kontrak turun setelah lemahnya dolar atas mata uang utama lainnya di tengah prediksi Fed akan memperpanjang aksi pengurangan kuantitatif. Chairman Fed, Ben S. Bernanke akan berbicara mengenai media dan tujuan kebijakan moneter hari ini di Boston.

“Federal Reserve berusaha menggenjot perekonomian dengan menggelontorkan modal. Kita semua menyadari AS masih terbelit masalah ekonomi dan saya memprediksikan minyak berada di kisaran US$75-US$85,” sebut Mike Sander dari Sander Capital Advisors di Seattle.

Kontrak November naik 28 sen atau 0.3% menjadi US$82.97 per barel di perdagangan eletronik New York Mercantile Exchange, dan sempat meraih level US$82,69 pukul 9:33 waktu Sydney.

Departemen Energi melaporkan simpanan bensin turun 1.77 juta barel menjadi 218,2 juta minggu lalu.

Minyak jenis brent untuk pengiriman November turun 11 sen atau 0.1% menjadi US$84,53 per barel di ICE Futures Europe Londen, kemarin.

Thursday, 14 October 2010

PERGANTIAN BENDERA traderYP

Mulai tgl 18 - 30 oktober 2010..
saya andre mahardika selaku senior analis PT etrading securites dan Manager PT etrading securities.. mengumum kan bahwa akan ada perubahan tampilan Web dengan perusahaan securities yang berbeda ( broker asing ).. namun semua itu tidak akan mengurangi akurasi semua rekomendasi dan pemilihan saham yang potensial yang masih memegang pedoman : menciptakan portofolio PLUS.


terima kasih
hormat saya



Andre mahardika

REKOMENDASI TRADER by: andre mahardika






IHSG masih OK
Secara teknikal saham ini mempunyai potensi harga ke level 3800..
namun target harga ini bisa berubah menjadi 3700.. bila IHSG turun menyentuh harga 3450..

BBTN masih akan rally
secara teknikal saham ini mempunyai suatu terget harga yg bagus di kisaran 2200..
walaupun ada koreksi kecil namun jngan takut untuk hold..
di bawah ini adalah chart dan target BBTN :




PGAS Go to 4075
saham PGAS akan memulai kenaikan ke harga 4075..
dengan target jual masih cukup tinggi di kisaran 4300.. hold jika anda mempunyai harga murah..
akumulasi saja jika perlu di kisaran harga 3900 - 3950..
berikut adalah chart dan target harganya:



AALI go to 25.500

saham AALI mempunyai potensi harga dan terget yg masih cukup bagus.. pembalikan arah yang signifikan akan terjadi.. secara teknikal saham AALI mempunyai potensi harga di kisaran 27.000.. akumulasi harga saja di 24.000







LPKR RIGHT

Lippo Karawaci Lakukan Dua Aksi Global Senilai Rp 4,51 T Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
14/10/2010 07:24:24 WIB

Oleh Listyorini

JAKARTA, INVESTOR DAILY

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR),hari ini, mengumumkan dua aksi korporasiglobal penting senilai Rp 4,51 triliun.

Aksi korporasi itu adalah pembelian 4,1 miliar saham oleh 30 investor global papan atas senilai total Rp 2,25 triliun secara tunai melalui penempatan yang dikoordinasikan, dikelola, dan dilaksanakan oleh empat bank investasi global, yaitu Bank of America Merrill Lynch, CLSA Asia-Pacific Markets, Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Aksi korporasi lainnya adalah direksi dan dewan komisaris LPKR menyetujui untuk menambah modal sebesar Rp 2,25 triliun, atau 42,7% menjadi Rp 7,51 triliun melalui rights issue yang sepenuhnya dijamin dan didanai oleh konsorsium bank investasi yang dipimpin Ciptadana Securities.

Seluruh dana tersebut akan diterima di rekening LPKR pada Jumat, 22 Oktober 2010 dari hasil penempatan saham tersebut. Para investor global membeli 4,1 miliar saham LPKR setelah penutupan perdagang Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/10).

Penempatan saham ini telah selesai dalam waktu empat jam, dan mengalami kelebihan permintaan sehingga terjadi ‘up-size’ sebesar 17% dari rencana …

berinvestasi.dengan memilih perusahaan yang potensial

DOW

dow Ok ( sumber www.sahampemenang.blogspot.com ) bp SAM

Masih sejalan dengan prediksi kita, setelah melalui koreksi dan konsolidasi normatif, akhirnya dow jones sanggup mencapai benteng psikologis 11.000 dengan koreksi teknikal tanpa menyentuh MA investing (MA20=garis merah tebal). Tugas berikutnya adalah harus melepaskan diri dari benteng 11.000 tersebut, ini tidak mudah ! Harus melalui jalan konsolidasi lagi, dan kita tetap berharap dow jones step by step menuju Green Line dengan pengawalan MA Investing. Semuanya ini akan menjadi amunisi baru bagi IHSG. Namun Pasar Tetap Sebuah Ketidakpastian, Kalau Dalam Perjalanannya Nanti Dow Jones Terkoreksi Dan Menjebol Support MA Investing, Kita Harus Lebih Hati2 Menyikapinya !



Wednesday, 13 October 2010

PROFIL IPO KS

Profil PT Krakatau STEEL

PT Krakatau Steel (Persero) dan POSCO dari Korea Selatan mendirikan perusahaan patungan pabrik baja terpadu di Indonesia. Kapasitas produksi pabrik baja terpadu adalah 6 juta ton per tahun yang dibagi dalam 2 tahap, masing-masing dengan kapasitas 3 juta ton.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA), hari ini, Rabu (4/8/2010) di Lantai 21 kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Kepala Biro Hukum dan Humas, Kementerian BUMN Herman Hidayat menjelaskan, perbandingan kepemilikan antar kedua perusahaan dimulai dengan 70% untuk POSCO dan 30% untuk PT Krakatau Steel.

”Komposisi ini akan bertambah menjadi 45% satu tahun setelah Final Acceptance Certificate (FAC) dengan cara membeli 15% saham dari POSCO, sehinga kepemilikan saham menjadi 55 % : 45%,” jelas Herman dalam siaran pers, Rabu (4/8/2010).

Herman mengungkapkan, konstruksi tahap pertama akan dimulai pada semester II/2010 ini dan ditargetkan selesai pada Desember 2013. Lahan konstruksi adalah lahan kosong yang terletak di samping pabrik PT Krakatau Steel (Persero) di kota pelabuhan Cilegon, sebelah Barat Laut Pulau Jawa, Indonesia.

Setelah acara penandatanganan JVA ini, rencananya akan dilakukan pertemuan dengan Presiden Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang menaruh perhatian besar dan mendukung penuh proyek ini.

CEO POSCO, Chung, Joon secara khusus meminta dukungan aktif dari Pemerintah Indonesia atas kerjasama ini.

"Kami juga akan mengkaji beraneka bentuk kerjasama lainnya di berbagai bidang seperti infrastruktur, energi, dan lain-lain," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Fazwar Bujang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terjadinya kerjasama antara PT Krakatau Steel dan POSCO.

"Kami yakin upaya ini dapat memajukan industri baja di Indonesia dan regional, serta memperkuat basis industri manufaktur di Indonesia," ujar Fazwar.

Menurut dia, dari segi pembangunan pabrik baja terpadu, proyek investasi ini adalah proyek Greenfield yang harus didukung dengan penambahan kapasitas terpasang dan infrastruktur yang sudah dimiliki PT Krakatau Steel saat ini, seperti pelabuhan, pengolahan air untuk industri, pembangkit listrik, berikut jaringan distribusinya.

“Proyek investasi ini akan memberikan dampak ekonomi yang luas terhadap Indonesia, antara lain: peningkatan pendapatan dari sektor penerimaan pajak, penghematan devisa, peningkatan kebutuhan tenaga kerja, serta menciptakan peluang tumbuhnya industri pendukung,” jelas Fazwar.

Herman menambahkan, rencana investasi tersebut di atas akan didukung oleh sumber daya nasional mengingat Indonesia memiliki cadangan bijih besi sebesar kurang lebih 2,4 miliar ton dan batu bara sebesar kurang lebih 13 miliar ton.

“Melalui pengembangan bersama bahan baku baja, Perusahaan Patungan ini diharapkan dapat menghasilkan produksi dengan harga kompetitif sehingga menciptakan keunggulan bersaing dan keuntungan bagi kedua perusahaan,” kata Herman.

Di masa yang akan datang, lanjutnya, pada saat permintaan produk baja semakin meningkat, diharapkan hasil produk Perusahaan Patungan yang kompetitif tersebut dapat disalurkan tidak hanya di pasar domestik Indonesia namun juga diekspor ke berbagai pasar regional, antara lain India, daerah Asia Tenggara dan sekitarnya.

PT Krakatau Steel adalah pabrik baja yang didirikan pada tahun 1970, saat ini kapasitas produksi mencapai 2,5 juta ton per tahun dan merupakan industri baja terpadu terbesar di Asia Tenggara. PT Krakatau Steel memiliki enam pabrik berbasis baja yang terdiri atas Pabrik Besi Pons, Pabrik Billet Baja, Pabrik Batang Kawat, Pabrik Slab Baja, Pabrik Pengerolan Baja Canai Panas (HSM), dan Pabrik Pengerolan Baja Canai Dingin (CRM).

Perlu diketahui, POSCO adalah perusahaan papan atas dalam industri baja dunia dalam tempo tiga dekade yang didirikan tahun 1968. POSCO memproduksi sekitar 28 juta ton baja setiap tahunnya, dan digunakan di lebih dari 60 negara. POSCO telah menggunakan teknologi otomasi pada pabrik-pabrik bajanya yang berlokasi di kota pelabuhan Pohang dan Gwangyang di Korea -sebagai jaringan produksi sinergis yang mendukung nilai kompetitif di tatanan internasional. POSCO memproduksi berbagai jenis produk termasuk hot rolled coil dan cold rolled sheet, plate, wire rod, electrical steel, dan stainless steel.


Harga saham KS ( laporan keuangan lisan )

Oleh: Stefanus Arief Setaji JAKARTA: Harga saham PT Krakatau Steel (KS) yang ditetapkan Rp800-Rp1.150 selama masa penawaran awal (bookbuliding) dianggap terlalu tinggi.

Analis PT UOB Kay Hian Securities Gema Merdeka Goeryadi mengatakan idealnya harga saham KS ditawarkan di kisaran Rp600-Rp900, meski dari sisi fundamental dan kinerja perusahaan cukup bagus dibandingkan dengan perusahaan lain.

"Mungkin idealnya di kisaran Rp600-Rp900. Tetapi secara umum saya belum melihat laporan keuangan, tampaknya growth-nya cukup bagus," ujarnya, hari ini.

Dia menjelaskan sebagai perbandingan, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk saat penawaran saham perdana (IPO) pada Desember 2009 menetapkan harga Rp160 per lembar saham. Adapun harga saham perseroan tersebut saat ini lebih rendah dari harga penawaran perdana sebesar Rp142.

Industri baja lain yang mencatatkan namanya di papan bursa tahun lalu yakni PT Jaya Pari Steel Tbk. Harga penawaran perdana saham perseroan itu sebesar Rp290 dan saat ini mulai bergerak naik ke level harga Rp590.

Menurut Gema, pergerakan harga saham industri baja dipicu oleh pengaruh kinerja sektor perbankan dan properti.

"Saham industri baja termasuk multilayer effect, industri baja itu sendiri ada di layer ketiga di bawah perbankan dan properti.
Kalau dua pergerakan saham itu bagus, tentu industri baja akan terdongkrak," katanya.

Mengenai prospek kenaikan harga saham saat pencatatan perdana, dia memperkirakan kenaikannya akan menyentuh 15% dari harga perdana.

"Harga saham tidak bisa dilihat dari perusahaannya, meski kinerja keuangannya bagus, belum tentu harga sahamnya juga akan baik."

Sampai semester I/2010, industri baja terbesar di Indonesia ini membukukan nilai penjualan sebesar Rp8,30 triliun, tumbuh 14,32% dibandingkan dengan semester I/2009 sebesar Rp7,26 triliun.

Dari nilai penjualan tersebut, sebanyak 70,7% atau Rp5,87 triliun disumbang dari penjualan produk baja canai panas (HRC) dan baja canai dingin (CRC).

REKOMENDASI TRADER by Andre mahardika

IHSG naik tipis hari ini..
secara teknikal IHSG akan mengalami kenaikan tipis di kisaran level 3560..namun masih berpedoman dengan prinsip kemaren yaitu apabila IHSG mengalami penurunan hingga 3540 maka akan lanjut ke kisaran 3480..

PGAS Masih rekom BUY.
Secara teknikal saham pgas masih rekom buy di 3875..
karena mengalami golden cross pada harga 3850.. sell dengan target 4075..




MEDC SELL
Secara teknikal saham medc akan mengalami penurunan di kisaran harga 3300..
sell 3450.. saham ini sudah ada konfirmasi turun dan akan berlanjut bertahap di kisaran harga 3300.. jng HOLD...

AALI masih berpotensi ke 25.000

Secara teknikal saham ini masih akan mengalami kenaikan di kisarang harga 24.200..
dan masih akan berlanjut di harga 25.000.. untuk sinyal BUY masih membayangi saham AALI di harga 23.000.

ASII secra jngka pendek akan naik tipis
Secara teknikal saham asii masih akan mengalami kanaikan tipis di kisaran harga 57.900
walaupun saham ini naik tipis.. untuk prospek kedepan saham ASII masih akan menguat di kisaran harga Sell 60.000..

IHSG KITA

Perusahaan investasi asing akan pakai IHSG jadi acuan

Oleh: Wisnu Wijaya

SINGAPURA: Tiga perusahaan pengelola portofolio asing berminat menggunakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks LQ-45 Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai acuan dalam berinvestasi.

Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan tiga perusahaan pengelola dana itu adalah Daiwa Securities, Enhanced Investment Products (EIP) dari Hong Kong, dan Mitsubishi Asset Management.

"Kami sudah menandatangani perjanjian dengan Daiwa Securities 2 minggu lalu. Mereka menggunakan indeks LQ-45 sebagai benchmark dalam mengelola portofolionya," tuturnya sebelum konferensi bertema Best of Indonesia 2010 di Singapura pagi ini.

Menurut dia, EIP dan Mitsubishi dalam tahap pembicaraan untuk menggunakan IHSG atau LQ-45 sebagai acuan dalam kinerja investasinya.

Ketika disinggung mengenai fee yang diterima oleh BEI, Friderica mengatakan besarannya menggunakan satuan basis points. "Lumayanlah fee-nya," katanya.

EIP didirikan pada 2002 oleh bekas tim perdagangan prorietary Jardine Fleming yang kemudian berubah nama menjadi JP Morgan. EIP adalah butik manajemem investasi yang menawarkan peluang berinvestasi di bursa emerging di Asia.

Selain itu, enam bursa efek di negara-negara Asia Tenggara dalam waktu dekat meluncurkan situs yang bernama Asean Stars. Pada situs itu, setiap bursa efek dari negara tersebut menampilkan 30 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar dan likuditas pasar yang tinggi. "BEI sudah memilih 30 emiten yang akan masuk Asean Stars," ujarnya.

BERITA EMITEN

Rupiah Siap Menguat, BI Siap Hadang!

Rabu, 13 Oktober 2010 - 07:30 wib
text TEXT SIZE :
Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Ilustrasi

JAKARTA - Pergerakan rupiah di perdagangan hari ini diperkirakan masih memiliki peluang yang cukup besar untuk terjadi penguatan. Namun Bank Indonesia (BI) sepertinya masih akan menjaga pergerakan rupiah agar tidak menguat terlalu cepat.

"Faktor-faktor yang mengendalikan rupiah masih bersifat positif baik di domestik maupun mancanegara. Namun BI masih akan menginginkan rupiah agar di kisaran Rp8.930-8.970 per USD," ujar analis valas dari PT Bank Himpunan Saudara Rully Nova saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (13/10/2010).

Menurutnya, salah satu faktor positif di mancanegara adalah pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve/ The Fed).

"Karena walaupun suku bunga di AS masih rendah dan belum beranjak dari angka 0,25 persen dan spreadnya masih lebar, namun pasar nampaknya masih ragu terhadap pemulihan ekonomi AS. Karena data pengangguran yang dikeluarkan pemerintah AS Jumat kemarin sangat negatif. Dimana tingkat pengangguran masih diatas 9,5 persen. Dan angka itu buruk. Makanya pasar masih akan tunggu kebijakan The Fed apakah The Fed akan memberikan stimulus yang lebih besar dibandingkan sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, isu perang mata uang dimana China menurunkan mata uangnya dibawah valuasi uang semestinya (undervalue) untuk menunjang ekspornya, menurut Rully, AS lebih berkepntingan menekan China untuk menaikkan nilai yuan-nya.

"Itu kepentingan AS sendiri, untuk memberikan tekanan terhadap China karena ekspor China saat ini sudah semakin kuat. Namun untuk pasar regional termasuk Indonesia, justru hal ini memberikan sinyal yang positif," tambahnya.

Sedangkan faktor positif di pasar domestik, lanjutnya, likuiditas di ekonomi di Indonesia saat ini masih sangat positif. Sehingga masih akan mampu menopang penguatan rupiah. "Di pembukaan perdagangan hari ini, rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp8.920-8.940 per USD, Namun untuk sampai ke level Rp8.900 sepertinya masih berat karena BI pasti akan menjaga agar tidak terlalu volatile yang justru dinilai BI akan melemahkan nilai ekspor Indonesia," tukasnya.

Sementara itu, untuk perdagangan mata uang lainnya seperti euro dan dolar Asutralia terhadap dolar Amerika sepertinya masih akan terus menguat. "Euro dan dolar Australia sepertinya masih akan terus menguat terhadap dolar Amerika. Dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun ekonomi AS masih lemah dan masih belum ada perubahan berarti," pungkasnya.


Akuisisi Bank Agro bakal diproses Desember 2010

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) bakal memproses izin akuisisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terhadap PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro) pada Desember tahun ini. Selanjutnya, BI akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap BRI.

Menurut Joni Swastanto, Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI, biasanya 15 hari setelah rancangan akuisisi disampaikan, BRI dan Bank Agro akan mengumumkan akuisisi tersebut kepada karyawan mereka. Kemudian, 15 hari berikutnya BRI akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS). "Setelah RUPS, mereka akan mengajukan izin ke Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan," ujar Joni kepada KONTAN, Senin (11/10).

Selanjutnya, direksi dan komisaris BRI akan mengikuti fit and proper test. Sesuai ketentuan BI, BRI menjadi pemegang saham pengendali karena memiliki saham Bank Agro lebih dari 25%. Alhasil, BRI harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Dalam rancangan akuisisinya, BRI akan mengambilalih sekitar 76% saham Bank Agroniaga setelah mendapatkan persetujuan dari RUPS BRI yang bakal digelar 24 November mendatang. Rencananya, BRI dan Bank Agro akan menandatangani akta akuisisi pada 30 Desember 2010.

Untuk menggenggam 76% saham, BRI akan membeli 3,03 miliar atau 88,65% saham Bank Agro yang dimiliki oleh PT Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun). Maklum, ada waran Bank Agro yang belum dieksekusi oleh investor. Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), jika setelah eksekusi waran porsi saham BRI lebih dari 76%, BRI akan melepas kembali sebagian saham Agro ke publik.

BERITA GLOBAL

The Fed Picu Wall Street Positif

Rabu, 13 Oktober 2010 - 07:43 wib
text TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi

NEW YORK - Pasar saham AS mencetak level tertingginya selama lima bulan terakhir usai berakhirnya pertemuan The Fed. Di mana pertemuan itu menunjukkan bank sentral AS tersebut kemungkinan besar akan membanjiri pasar dengan uang untuk lebih meningkatkan pertumbuhan.

Padahal, sebelum signal positif datang dari the Fed, pasar saham masih dalam posisi melemah. Tapi langsung berbalik arah, sehingga S&P 500 naik hingga 11,5 persen sejak awal September.

"Pasar saham akan terus didukung oleh statement positif dari para pembuat kebijakan selama beberapa hari ke depan ini," kata ekonom di Nomura Securities International Zach Pandl seperti dikutip dari Reuters, di New York, Rabu (13/10/2010).

Selain itu, saham kontraktor pertambangan naik setelah pemerintah AS mencabut larangan pada pengeoran di laut lepas lebih cepat tujuh minggu dari rencananya. Saham Transocean Ltd naik 4,7 persen menjadi USD64,81 dan Diamond Offshore naik empat persen menjadi USD69,37. Sementara PHLX oil services sector index naik 1,7 persen.

Sementara Intel Corp naik 1,1 persen ke USD19,77 pada pertengahan perdagangan, lalu naik lagi satu persen menjadi USD19,97 setelah setelah laporan keuangan kuartal ketiga lebih kuat dari yang diharapkan dan munculnya perkiraan untuk penjualan yang lebih baik pada kuartal keempat.

Apple juga naik 1,1 persen menjadi USD298,54 dan memimpin kenaikan indeks Nasdaq setelah Barclays menaikkan target harga pada saham perusahaan.

Pada penutupan perdagangan Selasa (12/10/2010), indeks Dow Jones Industrial naik 10,06 poin atau 0,09 persen menjadi 11.020,40. Indeks Standard & Poor's 500 naik 4,45 poin atau 0,38 persen ke 1.169,77. Begitu juga Nasdaq Composite Index naik 15,59 poin atau 0,65 persen, ke 2.417,92


Minyak dekati US$82 per barel

Rabu, 13/10/2010 07:18:33 WIB
Oleh: Bloomberg SYDNEY: Minyak mentah diperdagangkan mendekati level US$82 per barel setelah jatuh untuk hari kedua di New York di tengah-tengah spekulasi menguatnya persediaan minyak AS pada level tinggi selama tiga bulan pekan lalu.

Harga minyak mentah melemah kemarin sebelum dirilisnya laporan Departemen Energi AS yang mungkin akan menunjukkan kenaikan persediaan minyak sebesar 1,4 juta barel menjadi 362,3 juta.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi menyatakan bahwa pasar minyak global telah seimbang pada awal pekan ini. Arab Saudi merupakan negara anggota OPEC yang merupakan produsen minyak terbesar.

“Permintaan akan bahan bakar melemah sementara persediaan minyak tinggi. OPEC juga mengirimkan sinyal bahwa mereka akan mempertahankan kuota dan hal ini mungkin akan menyebabkan pasar menjadi lesu semata-mata agar surplus pasokan minyak secara keseluruhan tetap terjaga,” ungkap Tim Evans, analis energi di Citi Futures Perspective di New York.

Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman November berada pada level US$81,74 per barel atau menguat 7 sen di bursa komoditas New York Mercantile Exchange pada pukul 9:39 waktu Sydney. Harga kontrak yang sempat menyentuh level tinggi dalam lima bulan yaitu US$84,43 pekan lalu, melemah 0,7% kemarin menjadi US$81,67.

Harga kontrak minyak mentah jenis brent untuk pengiriman November di bursa berbasis London ICE Futures melemah 22 sen atau 0,3% kemarin menjadi US$83,50 per barel.

Departemen Energi melaporkan pekan lalu bahwa persediaan minyak mentah menanjak 0,9% menjadi 360,9 juta barel pada periode mingguan yang berakhir 1 Oktober. Total persediaan bahan bakar mencapai 1,14 miliar barel atau 0,4% lebih rendah dari rekor pada 17 September.

Para menteri dari Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) akan mengadakan pertemuan di Vienna pekan ini seraya mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mengubah target produksi yang berlaku sekarang. OPEC meningkatkan prediksi permintaan minyak untuk 2010 pada hari ini sebesar 100.000 barel menjadi 85,59 juta. Level ini dibandingkan dengan target tahun lalu sebesar 84,46 juta.

Sandrine Toerstad, pimpinan analis pasar di Statoil ASA, produsen minyak dan gas terbesar di Norwegia memprediksikan bahwa permintaan minyak akan tumbuh 1,5 juta barel tahun ini dan 1,4 juta barel pada 2011.

Sementara itu, pasokan dari negara-negara non OPEC diprediksikan akan tumbuh 925.000 barel per hari tahun ini dan 100.000 barel pada 2011.


Bursa saham Eropa melemah

Oleh: Bloomberg

LONDON : Harga saham Eropa melemah akibat anjloknya indeks harga rumah di Inggris memicu kekhawatiran bahwa reli saham telah melampaui prospek ekonomi.

Saham Punch Taverns Plc, pemilik pub terbesar di Inggris, anjlok 11% menjadi 80,05 pence setelah melaporkan penurunan biaya sebesar 218 juta pound sterling (US$346 juta). Saham Nobel Biocare Holding AG dan Straumann Holding AG merosot lebih dari 4% karena UBS AG menurunkan peringkat kedua perusahaan implant gigi tersebut. Adapun, saham Daimler AG naik 3,3% menjadi 47,43 euro, memimpin saham perusahaan otomotif melaju setelah UBS merekomendasikan saham pembuat mobil mewah terbesar kedua di dunia itu.

Stoxx 600, indeks acuan Eropa, turun 0,3% menjadi 262,48 pada pukul 16:30 pada penutupan perdagangan di London kemarin, di mana lebih dari tiga saham turun untuk setiap dua saham yang naik. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, indeks ini sudah naik 13% dari titik terendah tahun ini yang terjadi pada Mei, sehingga valuasinya menjadi 15,5 kali laba yang dilaporkan oleh perusahaan.

"Kami cukup hati-hati terhadap saham. Akan ada yang ingin mengurangi porsinya terhadap kenaikkan ini," ujar Richard Cookson, Direktur Investasi Global pada private bank milik Citigroup Inc di London, dalam acara Bloomberg Television On the Move.

Indeks Stoxx 600 naik 1,2% pekan lalu, di tengah spekulasi bahwa bank sentral AS akan mengumumkan rencana untuk merangsang pertumbuhan ekonomi pada rapat 2-3 November mendatang. The Fed mengumumkan notulen rapat dari pertemuan September lalu, setelah penutupan bursa saham kemarin.

David Miles, salah satu pejabat bank sentral Inggris, menyebutkan The Bank of England tidak boleh mengetatkan kebijakan moneter terlalu dini dan berisiko mengganggu pemulihan ekonomi yang belum matang.

Sebanyak 16 indeks acuan nasional dari 18 bursa Eropa barat mengalami penurunan. Indeks FTSE 100 milik Inggris merosot 0,2% dan indeks DAX Jerman melemah kurang dari 0,1%.

Indeks Prancis CAC 40 turun 0,5%, menyusul aksi buruh yang melakukan demonstrasi keempat kalinya dalam 5 pekan terakhir untuk menentang perubahan sistem pensiun. Serikat buruh juga mengancam akan melakukan pemogokan.

Tuesday, 12 October 2010

REKOMENDASI TRADER by : andre mahardika

IHSG masih akan tertekan hari ini di 3500
secara teknikal ihsg sudah mengalami death cross di 3550.. untuk selanjutnya ihsg akan di bayangin sentiment negatif dengan target penurunan di 3500.. jika ihsg tembus di bwah 3480 hati2x maka akan berlanjut di kisaran 3450..

BBCA dibayangin sentimen negatif.. sell on strengt..
saham BBCA masih akan di bayangin penurunan karena secara teknikal saham ini sudah death cross prediksi saham bbca akan mengalami penurunan di kisaran harga 6500.. jika saham ini tembus di bawah harga 6400 hati2 maka saham bbca akan berada di harga terbawah yaitu 6200..
buy saat 6200...

TLKM sentiment negatif kuat..
saham TLKm masih akan tertekan hari ini di kisaran harga 8900..
sell di 9200.. jika anda mempunyai saham ini.. dan akumulasi lagi di 8400.. karena secara teknikal saham ini juga masih kuat dan akan melakukan penurunan di kisaran harga 8300 - 8400..

ASRI masih akan mengepakkan sayapnya ke 280..

saham ini masih cukup kuat untuk di simpan namun pada harga ini bukan harga yang bagus untuk buy.. namun bagus untuk hold.. jika anda ingin bermain di saham asri buy di kisaran harga 220.. karena secara teknikal jangka pendek saham ini masih akan melakukan koreksi di kisaran harga 220 kemudian rally lagi ke 260.. dan kemudian ke 280... hold atau akumulasi.

AALI BUY 22400..
saham aali masih akan melanjutkan kenaikan karena kemaren adalah awal golden cross untuk saham aali di harga 22400.. hold .. dan buy saham ini di 22400.. karena saham ini berpotensi ke harga 23000..

UNSP buy 360
saham unsp mengalami golden cross kemaren di harga 360.. dan masih berpotensi ke harga 410.. hold jika anda punya saham ini.. dan buy lagi di 360.. dan sell harga 390.. jika tembus harga 390 maka saham ini akan berpotensi ke 410...

BMRI sell on strengt.
saham bmri secara teknikal masih akan mengalami penurunan di harga 6500..
secara jangka panjang dan jangka pendek seham ini sangat kurang bagus untuk koleksi.. tunggu harga 6300 jika anda ingin buy..

REKOMENDASI SECURITIES

Rekomendasi: Saham apa yang layak dilirik?

Oleh: Fahmi Achmad JAKARTA: Indeks hari ini diperkirakan bergerak mixed dan masih memiliki ruang penguatan, meski terbatas. Sejumlah saham sektor riil masih menjadi perhatian seperti ASRI, AALI, UNSP, JSMR, TLKM maupun saham unggulan finansial seperti BBCA dan BMRI.

Berikut rekomendasi sejumlah sekuritas:

Trimegah Securities:

Pergerakan IHSG kemarin tampak tertahan, setelah di awal sesi mengalami penguatan tetapi tekanan jual yang terjadi pada beberapa saham unggulan membuat IHSG ditutup hanya menguat tipis sebesar 0.05%. Patut diwaspadai akan adanya tekanan jual lanjutan, mengingat Stochastic yang bergerak dalam trend turun. Untuk hari ini indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.530-3.571, dengan saham pilihan BBCA dan TLKM.

Panin Sekuritas:

Indeks terlihat masih berada dalam tekanan meski akhirnya berhasil ditutup pada area positif kemarin sore. Pergerakan indeks diwarnai oleh aksi jual investor terhadap saham INDF dan ICBP terkait kasus Indomie di Taiwan. Sementara hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Cerahnya prospek perekonomian Indonesia masih menjadi daya tarik masuknya dana asing ke Indonesia. Secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.527-3.567.

eTrading Securities:

Kemarin IHSG ditutup menguat 1 poin (0,05%) setelah sempat menguat hingga 29% tapi aksi profit taking masih terjadi, asing pada Senin melakukan net sell sebesar Rp102 milliar, dari stochastic terlihat IHSG telah keluar di dari area overbought tapi dari RSI terlihat IHSG masih berada di area overbought sehingga aksi profit taking masih dapat terjadi, pada hari ini IHSG akan berada di kisaran 3506-3562 dengan saham2 yang dapat diperhatikan antara lain ASRI, AALI,UNSP dan BMRI.

Sinarmas Sekuritas:

Penguatan terbatas terhadap indeks kemarin, sebagai indikasi bahwa pemodal masih dibayangi oleh kekhawatiran berlanjutnya pola konsolidasi. Melemahnya daya beli asing dalam 2 hari terakhir mengakibatkan kurangnya dorongan bagi indeks menuju teritorial positif. Indeks hari ini diperkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran gerak 3513-3588. Cermati saham ; JSMR, AALI, LSIP.

BERITA EMITEN

Asing minati obligasi Adira Finance

Oleh: Stefanus Arief Setiaji JAKARTA: Investor asing menaruh minat atas penerbitan obligasi seri IV tahun 2010 senilai Rp1,5 triliun milik PT Adira Dinamika Multi Finance selama masa penawaran awal (bookbulding).

Dirut PT HSBC Securities Indonesia Hari B. Mantoro mengatakan sejauh ini minat investor atas penerbitan obligasi tersebut cukup baik, terutama dari kalangan domestik seperti dana pensiun, perusahaan asuransi maupun reksadana.

"Ini masih bookbuilding, kami belum bisa sampaikan jumlahnya. Nanti tunggu sampai akhir saja. Pastinya sejauh ini permintaannya sangat bagus dan beberapa investor asing ada yang berminat," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Meski enggan menjelaskan komposisi minat investor asing dengan domestik, dia mengaku sejauh ini minat investor domestik lebih mendominasi dibandingkan dengan investor asing.

Adapun masa penawaran awal atas lima seri obligasi bunga tetap senilai Rp1,5 triliun yang diterbitkan Adira Finance akan berakhir pada 13 Oktober 2010. Imbal hasil (yield) yang ditawarkan berkisar 7,11%-9,7%.

Kelima seri obligasi ini terbagi, Seri A FR 25+FR 23 bertenor 18 bulan dengan imbal hasil 75-150 basis poins (bps), Seri B FR 23 bertenor 24 bulan (75 - 170 bps), Seri C FR 23+FR 20 tenor 30 bulan (100-200 bps), Seri D FR 20 tenor 36 bulan (100-225 bps) dan Seri E FR 51+FR 27 bertenor 48 bulan (125-250 bps).

Corporate Secretary Adira Finance Yuky Hondojono belum bersedia mengungkapkan hasil perkembangan penawaran obligasi perseroan yang akan berakhir dua hari ke depan.
"Kami optimistis mampu mencapai nilai yang kami tawarkan, tetapi berapa permintaannya itu ada di masing-masing underwriter," katanya.

Dalam penerbitan obligasi Adira Finance seri IV tahun 2010, bertindak selaku penjamin emisi yakni PT Danareksa Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities
Nurul Qomariyah - detikFinance

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin sempat jatuh ke zona negatif akibat sentimen negatif melorotnya saham Grup Indofood meskipun tidak seberapa. Untungnya, di akhir perdagangan, pelaku pasar melakukan pembelian dan berhasil membuat IHSG mengakhiri perdagangan di zona positif.

Pada penutupan perdagangan Senin (11/10/2010), IHSG hanya naik tipis 1,792 poin (0,05%) ke level 3.548,746. Sedangkan Indeks LQ 45 naik tipis 1,694 poin (0,25%) ke level 661,099.

Gerak IHSG yang fluktuatif diprediksi masih akan berlangsung pada perdagangan Selasa (12/10/2010) ini. Investor masih akan mencermati dampak penarikan Indomie di Taiwan terhadap kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Tbk. Kedua saham itu kemarin menjadi salah satu penentu arah IHSG seiring banyaknya investor yang melepas saham keduanya.

"Profit taking masih dapat terjadi. Pada hari ini IHSG akan berada di kisaran 3506 – 3562 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASRI, AALI,UNSP dan BMRI," jelas eTrading Securities dalam rekomendasinya.

Indeks saham di bursa Wall Street berakhir flat, dalam volume perdagangan yang paling tipis sepanjang tahun ini. Investor memilih menunggu keluarnya laporan keuangan sejumlah perusahaan.

Pada perdagangan Senin (11/10/2010), indeks Dow Jones ditutup hanya naik tipis 3,86 poin (0,04%) ke level 11.010,34. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 0,17 poin (0,01%) ke level 1.165,32 dan Nasadq menguat 0,42 poin (0,02%) ke level 2.402,33.

Bursa Jepang yang baru buka setelah libur dibuka menguat tipis. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Selasa dengan kenaikan tipis 59,71 poin (0,62%) ke level 9.648,59.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada hari senin IHSG ditutup menguat 1 point (+0.05%) setelah sempat menguat hingga +29 persen tapi aksi profit taking masih terjadi, asing pada hari senin melakukan net sell sebesar 102 milliar, dari stochastic terlihat IHSG telah keluar di dari area overbought tapi dari RSI terlihat IHSG masih berada di area overbought sehingga aksi profit taking masih dapat terjadi. Pada hari ini IHSG akan berada di kisaran 3506 – 3562 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASRI, AALI,UNSP dan BMRI.

Panin Sekuritas:


Indeks terlihat masih berada dalam tekanan meski akhirnya berhasil ditutup pada area positif kemarin sore. Pergerakan indeks diwarnai oleh aksi jual investor terhadap saham INDF dan ICBP terkait kasus Indomie di Taiwan. Sementara hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Cerahnya prospek perekonomian Indonesia masih menjadi daya tarik masuknya dana asing ke Indonesia. Secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.527-3.567.

MINYAK DUNIA TURUN

Minyak mentah turun, hapus reli tiga pekan

Selasa, 12/10/2010 06:49:13 WIB
Oleh: Bloomberg DALLAS: Harga minyak mentah turun, menghapus reli tiga pekan yang membawa harga minyak ke level tertinggi sejak Mei, akibat dolar menguat terhadap euro dan yen, mengurangi daya tarik komoditas sebagai investasi alternatif.

Harga minyak jatuh karena dolar naik dari titik rendah delapan bulan terhadap euro dan titik rendah 15 tahun terhadap yen. Mata uang itu sempat melemah akibat spekulasi bahwa Federal Reserve akan memberi sinyal berniat membeli surat utang pemerintah lebih banyak demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasokan bahan bakar mendekati level tertinggi dalam 20 tahun.

“Pasar tidak terlalu didukung oleh fundamental, maka orang mengamati hal lain seperti mata uang,” ujar Michael Lynch, presiden direktur Strategic Energy & Economic Research di Winchester, Massachusetts. “Dolar masih lemah, tetapi mungkin orang berpikir kita sudah mendekati dasarnya.”

Harga minyak mentah untuk pengiriman November turun 45 sen atau 0,5% menjadi US$82,21 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga minyak mentah meningkat 1,3% pekan lalu dalam kenaikan tiga pekan berturut-turut yang merupakan kenaikan terpanjang sejak Juni. Harga minyak berjangka sudah naik 15% tahun lalu.

Harga minyak brent untuk pengiriman November merosot 31 sen atau 0,4% menjadi US$83,72 per barel di ICE Futures Europe di London.

Total pasokan bahan bakar di AS sebesar 1,14 miliar barel di pekan yang berakhir 1 Oktober, terpaut 5 juta barel di bawah rekor yang dicatat pada pekan yang berakhir 17 September, menurut laporan dari Departemen Energi pekan lalu.

Konsumsi bahan bakar turun 6,4% menjadi 18,5 juta barel per hari di pekan yang berakhir 1 Oktober, penurunan terbesar dalam sepekan sejak 27 Februari 2004, menurut laporan tersebut.


Harga Minyak Jatuh Karena Dolar Hentikan Penurunan

New York (ANTARA News/AFP) - Harga minyak turun sedikit pada Senin waktu setempat, setelah dolar Amerika Serikat naik dan perhatian beralih ke kartel produsen minyak OPEC yang menyelenggarakan pertemuan tentang produksi pekan ini.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, merosot 45 sen menjadi ditutup pada 82,21 dolar per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November turun 31 sen menjadi 83,72 dolar per barel.

"Kami sudah seperti berlari naik dalam beberapa minggu terakhir, pasar mengambil sedikit jeda alami," kata analis Rich Lczyszyn dari Lind-Waldock.

Kenaikan harga minyak yang kuat dalam beberapa pekan terakhir ini mencerminkan dolar bertahap melemah di tengah spekulasi yang berkembang bahwa Federal Reserve akan membeli lebih banyak
aset untuk menopang perekonomian, dengan mencetak lebih banyak uang.

Pada Senin, penurunan dolar berhenti, memberikan kontribusi bagi sedikit penurunan harga minyak.

"Prospek stimulus moneter yang diperbaharui, melalui pembukaan kembali pelonggaran kuantitatif, terus menekan dolar, meningkatkan ekspektasi pasar untuk kenaikan harga minyak masa yang akan datang dan meningkatkan kemungkinan pertumbuhan kuat," kata para analis JPMorgan Chase dalam sebuah catatan.

Harga sudah berkisar antara 70 dan 80 dollar AS per barel untuk tahun lalu -- tingkat yang dianggap wajar oleh sebagian besar anggota kartel OPEC dalam menghadapi suatu ketidakpastian prospek permintaan karena negara-negara sedang berjuang untuk pulih dari penurunan global.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang menghasilkan 40 persen dari minyak dunia, telah memiliki tingkat produksi harian resmi 24,84 juta barel sejak Januari 2009.

Tapi negara-negara anggota gagal untuk menerapkan pemotongan yang disepakati dan OPEC sebenarnya meompa keluar 26,83 juta barel per hari pada Agustus, menurut data dari Badan Energi Internasional (IEA), suatu badan yang mewakili negara-negara konsumen minyak.

WALL STREET

Stimulus Fed dongkrak bursa AS

Oleh: Bloomberg NEW YORK: Mayoritas bursa saham AS bergairah menyusul jatuhnya volume perdagangan pada level terendah dalam setahun terakhir di tengah-tengah berkembangnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan mengalirkan lebih banyak dana segar untuk melindungi pemulihan ekonomi.

Saham Boeing Co., JP Morgan Chase & Co dan International Business Machines Corp menguat lebih dari 0,5% dan memimpin kenaikan pada indeks Dow Jones Industrial Average.

Sementara itu, saham Gymboree Corp melambung 22% setelah Bain Capital LLC setuju untuk membeli unit ritel pakaian anak-anak senilai US$1,8 miliar. Saham Tyson Foods Inc jatuh untuk hari kedua ditengah-tengah kekhawatiran bahwa biaya produksi mereka akan meningkat.

Pada indeks Standard & Poor 500, saham 268 perusahaan dan 224 saham jatuh pada pukul 16:00 waktu setempat. Indeks acuan ini menguat kurang dari 0,1% menyentuh level 1.165,32. Indeks Dow Jones menguat 3,86 point atau kurang dari 0,1% menjadi 11.010,34. Volume perdagangan pada bursa AS mencapai 5,62 miliar saham.

“Federal Reserve telah mengeluarkan sebuah indikasi yang cukup jelas bahwa mereka akan mendukung pasar,” ungkap Oliver Pursche, rekanan manager GMG Defensive Beta Fund dan president dari Gary Goldberg Financial Services yang berbasis di New York dan mengelola US$500 juta aset.

Bursa AS sempat bereli pekan lalu dan menyeret indeks Dow diatas level 11.000 untuk pertama kalinya sejak sebelum krisis 6 Mei. Kenyataan ini dipicu oleh dirilisnya data ekonomi yang menunjukkan bahwa jumlah lapangan pekerjaan di sektor swasta ternyata lebih rendah dari estimasi analis pada September.

Data ini kemudian mencuatkan spekulasi bahwa Fed akan membeli lebih banyak surat utang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indeks S&P 500 naik 8,8% bulan lalu, pergerakan terbaik di bulan September sejak 1939 menyusul pernyataan bank sentral bahwa mereka bersedia untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Saham Boeing menguat 1,1% menjadi US$69,99 sementara saham JP Morgan menanjak 1,1% menjadi US$39,73. Saham IBM naik 0,6% menyentuh level US$139,66. Saham DuPont Co mencatatkan penurunan terbanyak pada indeks Dow dengan melemah 1,2% menyentuh level US$46,09. Saham 3M Co melemah 1% menjadi US$88,25.

Saham Gymboree melambung 22% menjadi US$64,83. Saham Tyson Foods melemah 1,1% menjadi US$14,84, menambah penurunan 7,7% pada 8 Oktober menyusul melonjaknya harga kontrak jagung pada level tinggi selama dua tahun dan harga bahan baku lebih dari 70% diatas ukuran rata-rata dalam 10 tahun.

Saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi menguat 0,3% pada indeks S&P 500, terbesar diantara 10 kelompok industri lain. Keinginan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi telah mendorong reli terbesar pada sektor telekomunikasi dalam tujuh tahun terakhir disaat investor mengabaikan prediksi laba terendah pada indeks MSCI World.


Wall Street Tertipis Sepanjang 2010
Nurul Qomariyah - detikFinance


Foto: Reuters
New York - Indeks saham di bursa Wall Street berakhir flat, dalam volume perdagangan yang paling tipis sepanjang tahun ini. Investor memilih menunggu keluarnya laporan keuangan sejumlah perusahaan.

Ekspektasi Bank Sentral AS akan membanjiri pasar dengan likuiditas guna mendorong perekonomian, telah sepenuhnya 'dihargai' oleh pasar. Para investor kini tinggal menunggu musim laporan keuangan.

"Perdagangan bakal tipis sampai kami mendapatkan angka-angka lagi, tapi jika perusahaan-perusahaan mengikuti Alcoa dan keluar dengan hasil positif yang mengejutkan, maka itu akan menambah bahan bakar untuk berlari," ujar King Lip, chief investment officer Baker Avenue Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/10/2010).

Pada perdagangan Senin (11/10/2010), indeks Dow Jones ditutup hanya naik tipis 3,86 poin (0,04%) ke level 11.010,34. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 0,17 poin (0,01%) ke level 1.165,32 dan Nasdaq menguat 0,42 poin (0,02%) ke level 2.402,33.

Transaksi perdagangan di New York Stock Exchange sangat tipis yakni hanya 5,54 miliar lembar saham, yang merupakan terendah sepanjang tahun 2010. Angka itu juga jauh dari rata-rata transaksi tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham.

Saham Apple Inc sempat mencapai rekor tertingginya di US$ 297,24, sebelum akhirnya ditutup naik 0,4% ke level US$ 295,36.

Saham Chesapeake Energy tercatat naik 1,1% menjadi US$ 23,30 setelah produsen minyak terbesar China, CNOOC Ltd sepakat untuk membayar saham perusahaan tersebut senilai US$ 1,1 miliar.

Monday, 11 October 2010

REKOMENDASI TRADER by andre mahardika

IHSG kenaikan sementara di 3590..
Indeks kita memang sudah terlalu tinggi musti ada koreksi dhulu agar kondisi pasar menjadi stabil.. dan hari ini indeks masih akan melakukan kenaikan sementara.. di 3590.. namun waspada bila Ihsg ada pembalikan di harga 3530.. maka akan berlanjut ke 3480..

ASII akan naik di potensi hari ini ke 58.000..
secara teknikal saham ini akan mengalami pembalikan arah menuju 58.000..
saham asii hold untuk tahun ini.. karena potensi kenaikan masih akan lebih besar lagi ..

PGAS akan siap2 pembalikan arah dengan target 4250..
secara teknikal saham pgas akan mulai mengalami kenaikan hari ini.. jika saham pgas mengalami kenaikan di 3850 - 3875.. maka saham ini akan rally di close 3925..
hold saham pgas.. karena untuk putensi kenaikan masih bagus.. BUY 3800 - 3850

IHSG

Indeks Menunggu Koreksi Sehat
Jagad Ananda

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta - Tingginya harga minyak dunia dan bertahannya indeks bursa di AS, diyakini akan tetap menjadi angin segar bagi Bursa Jakarta. Kendati demikian, koreksi masih akan terus berlanjut di pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menurun kapan saja. Bisa di awal, tengah atau akhir pekan. "Perilaku investor sekarang, benar-benar sulit ditebak. Kapan mereka mau merealisasikan keuntungan," kata seorang pengamat pasar modal.

Penurunan diprediksi bakal terjadi lantaran koreksi yang terjadi pekan lalu belum mencapai angka yang signifikan. Bahkan jika dibandingkan dengan penutupan bursa sepekan sebelumnya (1/10), selama seminggu indeks hanya mengalami penciuatan sebesar 0,16 poin.

Sangat-sangat tipis. Itu terjadi bukan semata-mata adanya aksi ambil untung oleh investor, tapi lebih disebabkan currency war yang terjadi antara China, AS dan Jepang.

Ditambah lagi, harga minyak dunia juga sempat sedikit mengerut. Sehingga, investor asing melakukan 'pengamanan sementara' dengan cara melepas barang. Di penghujung pekan kemarin, asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp515 miliar.

Nah, karena aksi ambil untung masih sangat terbuka, seorang kepala riset dari sekuritas asing menyarankan agar investor berhati-hati. Koleksi, kata dia, akan sangat aman dilakukan setelah indeks terkoreksi 70 hingga 100 poin. “Setelah itu terjadi, indeks akan kembali menguat mendekati 3.600,” imbuhnya.

Banyak faktor yang mendukung kondisi bursa untuk tetap hangat. Salah satunya adalah kondisi perekonomian yang relatif stabil. Laporan keuangan para emitten untuk triwulan III pun diyakini bakal menjadi pendorong yang cukup kuat. Sebab diyakini, sebagian besar laporan akan berwarna biru alias positif.

Selain itu, rating Indonesia yang naik menjadi investment grade bakal membuat asing semakin betah beternak uang di negeri ini. Apalagi, masih banyak saham yang menjanjikan gain menawan.

Lantas apa yang harus dilakukan pemodal dalam rangka menunggu indeks terkoreksi? Sang kepala riset menyarankan agar investor segera merealisasikan keuntungan yang sudah di tangan. Setelah itu, trading bisa dilakukan melalui saham-saham yang terkait erat dengan tingkat bunga dan menguatnya harga minyak.

Seperti diketahui, BI masih mempertahankan tingkat bunga acuan di level 6,5% sementara minyak dunia masih tetap berada di atas US$82 per barel. Dua hal ini, dipercaya, akan semakin memacu bisnis di kalangan perbankan dan sektor komoditas.

Adapun sejumlah saham yang mendapat rekomendasi untuk pekan ini antara lain efek dari kelompok CPO dengan pilihan PT Sampoerna Agro (SGRO), PT Astra Agro Lestari (AALI), BWPT dan PT London Sumatera (LSIP). Sedangkan dari perbankan, para pelaku pasar masih menjagokan PT Bank Mandiri (BMRI).

Kendati sudah mengalami penguatan, saham-saham tersebut di atas diperkirakan oleh para analis masih akan menguat. Hanya saja, investor diingatkan untuk tidak serakah. "Segera lepas setelah ada gain 3-5%," saran seorang analis. Nah, selamat berinvestasi.

BERITA GLOBAL

Keuangan

Senin, 11 Oktober 2010 | 07:58 oleh Nurul Kolbi,
EKSPANSI BANK
BRI terbitkan kartu kredit korporasi

NUSA DUA. Persaingan bisnis kartu kredit korporasi (corporate card) bakal makin seru, menyusul masuknya Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke segmen ini. Dalam bisnis ini, bank pelat merah tersebut menggandeng prinsipal MasterCard.

Direktur Bisnis Konsumen BRI Toni Soetirto menjelaskan, potensi segmen korporasi amat besar, karena permintaan serta pasarnya ada dan terus bertumbuh. Nilai transaksinya pun menggiurkan. "Dalam bisnis ini yang dikejar bukan pertumbuhan kartu, tapi nilai transaksinya. Belanja korporasi itu besar, ini yang hendak kami kejar," katanya, akhir pekan lalu.

BRI menargetkan, nilai transaksi dari kartu kredit korporasi ini mencapai Rp 3 triliun dalam tempo setahun ke depan. Toni mengklaim, corporate card BRI ini memberikan kemudahan perusahaan dalam melakukan berbagai transaksi.

Kartu ini memungkinkan penggunanya mengontrol cost expenditure perusahaan serta memonitor transaksi yang tercakup dalam travel and entertainment (T&E) secara lebih mudah. "Jadi nanti perusahaan bisa menelusuri secara mendetail, ke mana saja uang perusahaan dibelanjakan pegawainya," katanya.

Selain itu, BRI corporate card ini memudahkan pegawai menggunakan kartu kredit dengan limit yang lebih besar. Toni membandingkan, penerbit kartu kredit lain biasanya membatasi plafon seseorang dengan limit tertentu. Misalnya, hanya 5% dari total plafon perusahaan, tergantung jenis jabatan. "Nah, kami membebaskan itu, selama tidak melebihi limit perusahaan," katanya.

Dodit Wiweko, General Manager Kartu Kredit Bank BNI, mengakui, peluang bisnis kartu kredit korporasi terbuka lebar. Semakin hari kesadaran perusahaan untuk menyederhanakan sistem pembayaran dan meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana mereka, semakin membaik. Kartu ini bukan cuma menghilangkan praktik sistem reimburse atau bayar dulu klaim belakangan, juga menghilangkan kecurigaan terhadap pegawainya. "Survei pasar memang belum ada, tapi tren pertumbuhan itu bisa dilihat dari jumlah pengguna kartu kredit ini," katanya.

Di Bank BNI, pengguna kartu ini mencapai 250 perusahaan. "Itu meningkat 20% dibanding tahun lalu," katanya. Bank terbesar keempat ini memasarkan corporate card sejak empat tahun silam.

Saham MASA Berpeluang Digiring ke Rp500

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta - PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) berpotensi untuk digiring ke level Rp500 per saham dalam waktu dekat.

Peluang kenaikan saham MASA ini dipicu kabar Perseroan melakukan penempatan saham (placement) sebesar 10% di PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS). Bahkan rumor menyebutkan pembentukan harga pokok book building saham ini berada di kisaran Rp400-450.

Pada perdagangan akhir pekan saham MASA ditutup menguat 15 poin ke level Rp365 per saham.
Ayo! Beli Saham DEWA

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dikabarkan akan dikerek bandar ke level Rp115 per saham dalam waktu dekat.

Peluang tersebut terkait berita bahwa Perseroan akan melanjutkan kerjasama dengan PT Bukit Makmur Utama Tbk (BUMA). Selain itu, Perseroan juga diisukan tengah meraih proyek dari PT Newmont Nusa Tenggara.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham DEWA ditutup menguat 1 poin ke Rp78 per saham. [cms]

Akuisisi Newmont Siap Angkat BUMI
Ahmad Munjin

(IST)

INILAH.COM, Jakarta - Saham BUMI, Senin (11/10) diprediksi menguat. Penjajakan divestasi 7% saham Newmont menjadi katalisnya. Jika terlaksana, akan menambah aset anak usahanya, BRM yang akan IPO. Cocok 'trading buy'.

Nico Simatupang, analis investasi PT GMT Asset Management mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini, salah satunya karena faktor pasar yang mengantisipasi Initial Public Offering (IPO) PT Bumi Resources Mineral (BRM) anak usaha BUMI.

Di sisi lain, BUMI yang masih mempertimbangkan mengambil alih divestasi 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang bisa menjadi katalis penguatan saham sejuta umat ini. Sebab, jika aksi korporasi ini terealisasi akan dimasukkan menjadi aset BRM.

"BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.450 dan Rp2.200 sebagai level support kuatnya," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup menguat Rp75 (3,37%) jadi Rp2.300 dibandingkan sebelumnya di angka Rp2.225. Harga tertingginya mencapai Rp2.325 dan terendah Rp2.200. Volume transaksi mencapai 245,7 juta unit saham senilai Rp560,3 miliar dan frekuensi 4.931 kali.

Nico melanjutkan, memang belum pasti apakah divestasi tersebut bisa didapatkan BUMI atau tidak. Tapi, jika BUMI mendapatkannya, harga saham IPO BRM akan naik dari target semula. "Tapi, untuk awal pekan ini, BUMI memiliki peluang penguatan kembali. Secara technical menunjukkan pergerakan ke atas," papar Nico.

Sementara itu, mengenai anak usaha BUMI, Bumi Investments Pte Ltd yang telah menerbitkan obligasi senilai US$700 juta dengan kupon bunga 10,75% dan bertenor 7 tahun dinilai Nico sangat positif. Sebab, langkah itu dilakukan untuk refinancing. "Tapi, saya tidak tahu, cicilan utang mana yang di-refinancing," imbuhnya.

Seharusnya, imbuh Nico, dana itu digunakan untuk me-refinancing utang yang jatuh tempo dengan bunga lebih tinggi. Kalau memang BUMI melakukan seperti itu, seharusnya positif pengaruhnya bagi laju saham sejuta umat ini. "Pasar harus mencermati hal itu," timpalnya.

Di sisi lain, penguatan harga minyak mentah dunia ke level US$81-83 per barel , menurut Nico, tidak terlalu berpengaruh pada laju saham BUMI. Sebab, harga batubara pun sudah stabil di kisaran US$90-US$100 per metrik ton. "Saya rekomendasikan trading buy saham BUMI," ujar Nico.


Harga Saham KS di Bawah Rp 1.500 Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
11/10/2010 08:08:01 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Krakatau Steel (KS) dijadwalkan melaksanakan paparan publik terkait penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Selasa (12/10). Harga IPO perseroan kemungkinan besar di bawah Rp 1.500 per saham.
“Harga saham IPO KS maksimal Rp 1.200 dengan harga nominal Rp 500 per saham,” ujar sumber Investor Daily yang mengetahui rencana IPO KS di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Sumber, harga pelepasan saham KS kemungkinan besar berada pada kisaran Rp 1.000-1.200 per saham. Namun, dia tidak bisa menyebutkan berapa nilai persis harga saham IPO perusahaan baja pelat merah tersebut.
KS berniat melepas 20,89% ke publik atau setara 3,15 miliar saham dari total saham perseroan saat ini sebanyak 15,1 miliar unit. Perseroan menargetkan dana yang bisa diraup dari IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu sekitar Rp 2,6-3,3 triliun.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada Jumat (8/10) telah memberikan pernyataan praefektif untuk helatan IPO KS. Pencatatan saham (listing) KS dijadwalkan pada 10 November 2010.
Perseroan telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk IPO, yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Sekretaris Kementerian BUMN Mahmuddin Yasin juga tak bersedia menyebutkan besaran harga saham IPO KS. Dia berkilah, hal itu tidak bisa disebutkan karena bukan kapasitasnya untuk berbicara. "Saya tidak boleh melampaui kewenangan Menteri BUMN, tunggu saja Selasa (12/10) pekan depan,” kata dia.

Yasin menegaskan, KS akan mengadakan lawatan (road show) ke sejumlah kota di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat untuk menjaring investor asing mulai Rabu (13/10) pekan depan. Manajemen KS dijadwalkan melawat ke London, Hong Kong, Singapura, dan New York.


Friday, 8 October 2010

BERITA PASAR

Capital Inflow Berkah atau Musibah?

Kamis, 7 Oktober 2010 - 10:50 wib
text TEXT SIZE :
ilustrasi. foto: corbis

“SAATNYA membidik Indonesia, lupakan yang lain”. Kira-kira begitulah slogan favorit di kalangan investor asing untuk mencari keuntungan di negeri ini. Lihat saja, terhitung mulai dari awal tahun hingga akhir September lalu, dana asing yang dibenamkan di Indonesia tak kurang dari Rp115 triliun.

Arus masuk modal investor asing (capital inflow) tersebut merasuk ke berbagai instrumen investasi, seperti surat utang negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), hingga ke bursa saham yang terefleksi dari prestasi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus mencetak level tertinggi baru.

Derasnya arus capital inflow kini mengundang perdebatan tersendiri di kalangan pengambil kebijakan dan pelaku ekonomi di negeri ini. Belakangan ini perdebatan semakin mengerucut pada kesimpulan apakah capital inflow itu adalah sebuah berkah atau musibah. Memang, batasan antara berkah dan musibah sulit dipisahkan untuk sementara ini, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Capital inflow adalah sebuah berkah karena terbukti bisa men-drive pasar saham sedemikian baik dan membuat rupiah terus berotot “melawan” dolar Amerika. Di lain pihak capital inflow bisa menjadi bom waktu setiap saat bila dana-dana tersebut beterbangan lagi ke negeri asalnya.

Yang jelas, harus disadari bahwa Indonesia tidak bisa lari dari capital inflow yang kini terus mengalir. Pertanyaannya, mengapa investor asing membidik Indonesia? Dengan melihat kondisi perekonomian negeri ini pasca-krisis finansial global 2008, tidak sulit untuk menjawab pertanyaan di atas.

Pertama, berdasarkan peringkat sejumlah lembaga pemeringkat internasional telah memprediksi Indonesia menuju investment grade dalam waktu dekat, seiring dengan prospek fundamental perekonomian yang makin membaik.

Dengan demikian, persepsi investor asing terhadap Indonesia semakin prospektif. Kedua, di mata investor asing, yield obligasi Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan yield obligasi negara lain, tak terkecuali obligasi negara Amerika Serikat (AS).

Hal itu disebabkan kebijakan bank sentral negeri Paman Sam yang mempertahankan suku bunga serendah mungkin guna memacu pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih merayap.

Ketiga, terkait dengan kondisi sejumlah negara di kawasan Eropa yang terlilit persoalan likuiditas akibat utang yang menumpuk. Investor global sudah pasti menahan diri menanamkan modal di kawasan tersebut. Sebagai pilihan, investor yang kelebihan likuiditas itu memburu negara yang diyakini bisa memberi keuntungan investasi portofolionya. Jadilah Indonesia sebagai tujuan utama.

Selain itu, sejumlah lembaga keuangan internasional telah merekomendasi Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang bisa memberi keuntungan investasi yang menggiurkan.

Pada acara Reuters Global Private Banking di Singapura, Rabu, 5 Oktober lalu,Kepala Investasi Citi Private Bank untuk Asia, Debashish Dutta Gupta, secara terbuka merekomendasikan kepada kliennya untuk menjadikan Indonesia tujuan utama memutar duit. Tak ada alasan investor yang mendambakan keuntungan untuk menjauhi negeri ini.

“Saat ini Indonesia benar-benar berbeda ketimbang situasi saat baru pulih dari krisis. Kami melihat potensi pertumbuhannya kuat sekali,” ungkap Gupta.

Yang perlu dicermati sekarang, sejauh mana antisipasi pemerintah bila capital inflow itu tiba-tiba menjelma menjadi capital outflow. Skenario alias kebijakan apa yang harus ditempuh bila dana-dana asing itu keluar dari Indonesia.

Menjawab kekhawatiran dampak yang ditimbulkan dana-dana asing yang terus menyerbu itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengaku terus mewaspadai perkembangan yang terjadi namun tak pernah ditegaskan gambaran kebijakan yang ditempuh seperti apa.

Bank sentral jangan terlalu percaya diri menghadapi arus dana asing yang terus menggelembung itu, dengan berdalih bahwa kebijakan moneter yang ada saat ini masih cukup untuk mengendalikan, sebagaimana selalu ditegaskan Darmin dalam menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai capital inflow bisa berbalik dari berkah menjadi musibah.

Desember, Indofood Lunasi Utang Rp 4,1 T Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
08/10/2010 08:42:54 WIB
Oleh Myrna Agata Riyanto dan Sanusi
JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan melunasi utang senilai Rp 4,1 triliun pada Desember 2010. Saat ini, total utang perseroan beserta anak-anak usahanya mencapai Rp 16,8 triliun.
Indofood akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), untuk melunasi utang kepada sejumlah bank lokal.
Indofood CBP mampu menggalang dana dari IPO sebesar Rp 6,29 triliun. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha mi instan dan bumbu makanan itu mengalokasikan dana Rp 2,19 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 2012. Sisanya Rp 4,1 triliun untuk membayar utang induk usahanya.
“Kami akan mendaftar dulu bank-bank apa saja yang akan dilunasi pinjamannya. Karena itu, kami belum bisa sebutkan sekarang,” kata Thomas Tjhie, direktur keuangan Indofood Sukses Makmur sekaligus Indofood CBP, usai pencatatan perdana (listing) saham Indofood CBP di...

Tiga Anak Usaha Astra Bagi Dividen Interim Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
08/10/2010 08:41:25 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
Tiga anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2010.
United Tractors (UT) telah menetapkan besaran dividen interim sebesar Rp 160 per saham, Astra Graphia Rp 10 per saham, dan Astra Otoparts Rp 158 per saham.
Namun, Astra Graphia belum mengungkapkan waktu pembayaran dividen interim. Sementara itu, Astra Otoparts akan membayar dividen pada 4 November 2010, sedangkan United Tractors pada 12 November 2010.
“Rapat dewan direksi pada 21 September 2010 telah memutuskan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2010,” jelas Presiden Direktur United Tractors Djoko Pranoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/10).
Saat ini, total saham United Tractors yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 3,32 miliar unit. Dengan dividen interim Rp 160 per saham, maka total dana yang disiapkan perseroan sekitar Rp 532,3 miliar. Astra International selaku pemilik 1,97 miliar (59,5%) saham United Tractors, bakal meraup dana Rp 316,7 miliar.
Sementara itu, pada 23 September 2010, Astra International telah meminta direksi Astra Graphia untuk membagikan dividen interim. “Atas permintaan Astra International sebagai pemegang saham mayoritas serta mempertimbangkan kemampuan keuangan perseraon, direksi mengusulkan pembagian dividen interim Rp 10 per saham,” ungkap Presiden Komisaris Astra Graphia Angky Tisnadisastra.
Berdasarkan data BEI, total saham Astra Graphia yang tercatat saat ini sebanyak 1,34 miliar unit. Dengan dividen Rp 10 per saham, maka Astra Graphia harus mengeluarkan dana sekitar Rp 13,48 miliar. Astra International selaku pemegang 1,03 miliar (76,87%) saham Astra Graphia, akan menerima dana Rp 10,36 miliar.
Di sisi lain, Astra International bakal menarik dividen dari Astra Otoparts senilai Rp 116,5 miliar dari total pembayaran Rp 121,8 miliar. Saat ini, Astra International menguasai 95,66% saham Astra Otoparts. Dengan demikian, total dividen yang diterima Astra International dari Astra Graphia, United Tractors, dan Astra Otoparts mencapai Rp 443,56 miliar.