Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Friday, 8 October 2010

BERITA PASAR

Capital Inflow Berkah atau Musibah?

Kamis, 7 Oktober 2010 - 10:50 wib
text TEXT SIZE :
ilustrasi. foto: corbis

“SAATNYA membidik Indonesia, lupakan yang lain”. Kira-kira begitulah slogan favorit di kalangan investor asing untuk mencari keuntungan di negeri ini. Lihat saja, terhitung mulai dari awal tahun hingga akhir September lalu, dana asing yang dibenamkan di Indonesia tak kurang dari Rp115 triliun.

Arus masuk modal investor asing (capital inflow) tersebut merasuk ke berbagai instrumen investasi, seperti surat utang negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), hingga ke bursa saham yang terefleksi dari prestasi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus mencetak level tertinggi baru.

Derasnya arus capital inflow kini mengundang perdebatan tersendiri di kalangan pengambil kebijakan dan pelaku ekonomi di negeri ini. Belakangan ini perdebatan semakin mengerucut pada kesimpulan apakah capital inflow itu adalah sebuah berkah atau musibah. Memang, batasan antara berkah dan musibah sulit dipisahkan untuk sementara ini, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Capital inflow adalah sebuah berkah karena terbukti bisa men-drive pasar saham sedemikian baik dan membuat rupiah terus berotot “melawan” dolar Amerika. Di lain pihak capital inflow bisa menjadi bom waktu setiap saat bila dana-dana tersebut beterbangan lagi ke negeri asalnya.

Yang jelas, harus disadari bahwa Indonesia tidak bisa lari dari capital inflow yang kini terus mengalir. Pertanyaannya, mengapa investor asing membidik Indonesia? Dengan melihat kondisi perekonomian negeri ini pasca-krisis finansial global 2008, tidak sulit untuk menjawab pertanyaan di atas.

Pertama, berdasarkan peringkat sejumlah lembaga pemeringkat internasional telah memprediksi Indonesia menuju investment grade dalam waktu dekat, seiring dengan prospek fundamental perekonomian yang makin membaik.

Dengan demikian, persepsi investor asing terhadap Indonesia semakin prospektif. Kedua, di mata investor asing, yield obligasi Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan yield obligasi negara lain, tak terkecuali obligasi negara Amerika Serikat (AS).

Hal itu disebabkan kebijakan bank sentral negeri Paman Sam yang mempertahankan suku bunga serendah mungkin guna memacu pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih merayap.

Ketiga, terkait dengan kondisi sejumlah negara di kawasan Eropa yang terlilit persoalan likuiditas akibat utang yang menumpuk. Investor global sudah pasti menahan diri menanamkan modal di kawasan tersebut. Sebagai pilihan, investor yang kelebihan likuiditas itu memburu negara yang diyakini bisa memberi keuntungan investasi portofolionya. Jadilah Indonesia sebagai tujuan utama.

Selain itu, sejumlah lembaga keuangan internasional telah merekomendasi Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang bisa memberi keuntungan investasi yang menggiurkan.

Pada acara Reuters Global Private Banking di Singapura, Rabu, 5 Oktober lalu,Kepala Investasi Citi Private Bank untuk Asia, Debashish Dutta Gupta, secara terbuka merekomendasikan kepada kliennya untuk menjadikan Indonesia tujuan utama memutar duit. Tak ada alasan investor yang mendambakan keuntungan untuk menjauhi negeri ini.

“Saat ini Indonesia benar-benar berbeda ketimbang situasi saat baru pulih dari krisis. Kami melihat potensi pertumbuhannya kuat sekali,” ungkap Gupta.

Yang perlu dicermati sekarang, sejauh mana antisipasi pemerintah bila capital inflow itu tiba-tiba menjelma menjadi capital outflow. Skenario alias kebijakan apa yang harus ditempuh bila dana-dana asing itu keluar dari Indonesia.

Menjawab kekhawatiran dampak yang ditimbulkan dana-dana asing yang terus menyerbu itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengaku terus mewaspadai perkembangan yang terjadi namun tak pernah ditegaskan gambaran kebijakan yang ditempuh seperti apa.

Bank sentral jangan terlalu percaya diri menghadapi arus dana asing yang terus menggelembung itu, dengan berdalih bahwa kebijakan moneter yang ada saat ini masih cukup untuk mengendalikan, sebagaimana selalu ditegaskan Darmin dalam menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai capital inflow bisa berbalik dari berkah menjadi musibah.

Desember, Indofood Lunasi Utang Rp 4,1 T Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
08/10/2010 08:42:54 WIB
Oleh Myrna Agata Riyanto dan Sanusi
JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan melunasi utang senilai Rp 4,1 triliun pada Desember 2010. Saat ini, total utang perseroan beserta anak-anak usahanya mencapai Rp 16,8 triliun.
Indofood akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), untuk melunasi utang kepada sejumlah bank lokal.
Indofood CBP mampu menggalang dana dari IPO sebesar Rp 6,29 triliun. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha mi instan dan bumbu makanan itu mengalokasikan dana Rp 2,19 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 2012. Sisanya Rp 4,1 triliun untuk membayar utang induk usahanya.
“Kami akan mendaftar dulu bank-bank apa saja yang akan dilunasi pinjamannya. Karena itu, kami belum bisa sebutkan sekarang,” kata Thomas Tjhie, direktur keuangan Indofood Sukses Makmur sekaligus Indofood CBP, usai pencatatan perdana (listing) saham Indofood CBP di...

Tiga Anak Usaha Astra Bagi Dividen Interim Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
08/10/2010 08:41:25 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
Tiga anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2010.
United Tractors (UT) telah menetapkan besaran dividen interim sebesar Rp 160 per saham, Astra Graphia Rp 10 per saham, dan Astra Otoparts Rp 158 per saham.
Namun, Astra Graphia belum mengungkapkan waktu pembayaran dividen interim. Sementara itu, Astra Otoparts akan membayar dividen pada 4 November 2010, sedangkan United Tractors pada 12 November 2010.
“Rapat dewan direksi pada 21 September 2010 telah memutuskan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2010,” jelas Presiden Direktur United Tractors Djoko Pranoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/10).
Saat ini, total saham United Tractors yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 3,32 miliar unit. Dengan dividen interim Rp 160 per saham, maka total dana yang disiapkan perseroan sekitar Rp 532,3 miliar. Astra International selaku pemilik 1,97 miliar (59,5%) saham United Tractors, bakal meraup dana Rp 316,7 miliar.
Sementara itu, pada 23 September 2010, Astra International telah meminta direksi Astra Graphia untuk membagikan dividen interim. “Atas permintaan Astra International sebagai pemegang saham mayoritas serta mempertimbangkan kemampuan keuangan perseraon, direksi mengusulkan pembagian dividen interim Rp 10 per saham,” ungkap Presiden Komisaris Astra Graphia Angky Tisnadisastra.
Berdasarkan data BEI, total saham Astra Graphia yang tercatat saat ini sebanyak 1,34 miliar unit. Dengan dividen Rp 10 per saham, maka Astra Graphia harus mengeluarkan dana sekitar Rp 13,48 miliar. Astra International selaku pemegang 1,03 miliar (76,87%) saham Astra Graphia, akan menerima dana Rp 10,36 miliar.
Di sisi lain, Astra International bakal menarik dividen dari Astra Otoparts senilai Rp 116,5 miliar dari total pembayaran Rp 121,8 miliar. Saat ini, Astra International menguasai 95,66% saham Astra Otoparts. Dengan demikian, total dividen yang diterima Astra International dari Astra Graphia, United Tractors, dan Astra Otoparts mencapai Rp 443,56 miliar.



BERITA GLOBAL

Data Pengangguran Hadang Wall Street
Nurul Qomariyah - detikFinance

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Foto: Reuters
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a3db6179' border='0' alt='' /></a>
New York - Bursa Wall Street ditutup mixed menjelang keluarnya data sektor tenaga kerja AS. Saham-saham komoditas terutama pertambangan mengalami koreksi seiring turunnya harga emas dari titik tertingginya.

Mengawali perdagangan, saham-saham bergerak positif namun selanjutnya sebagian berbalik arah karena optimisme investor soal data tenaga kerja yang membaik memudar.

Pada perdagangan Kamis (7/10/2010), indeks Dow Jones melemah tipis 19,07 poin (0,17%) ke level 10.948,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 1,91 poin (0,16%) ke level 1.158,06 dan Nasdaq menguat tipis 3,01 poin (0,13%) ke level 2.383,67.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, klaim manfaat baru untuk pengangguran pada pekan lalu turun lebih dari 2% menjadi 445.000, sementara proyeksi analis adalah adanya kenaikan. Data pekan sebelumnya direvisi dari 453.000 menjadi 456.000.

Namun reaksi pasar masih tetap berhati-hati karena para pialang masih menunggu laporan angka pengangguran, yang akan menjadi indikator arah perekonomian AS. Investor memperkirakan angkanya akan stagnan, namun data itu akan memiliki implikasi yang besar pada kebijakan Bank Sentral AS untuk mendorong lagi perekonomian AS.

"Saya kira pasar akan mengapresiasi angka yang sedikit lebih baik, namun masih memperbolehkan The Fed untuk masuk," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/10/2010).

Sektor material menjadi sektor paling besar yang menyeret S&P 500 ke teritori negatif, menyusul turunnya harga emas dari titik tertinggi dan harga emas yang turun hingga 2%. Indeks Sektor Sumber Daya Alam S&P melemah 0,9%. Saham Newmont Mining tercatat turun 2,6%, Freeport-McMoRan turun 2,4%.

Perdagangan berjalan moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,11 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 9,65 miliar lembar saham.


Pasar Saham AS Tertekan Penguatan Dolar

Jum'at, 8 Oktober 2010 - 07:59 wib
text TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi

NEW YORK - Turunnya harga komoditas dan kembali menguatnya dolar Amerika Serikar (AS) menekan pasar saham Akomoditi lemah dan dolar yang lebih kuat menekan pasar saham AS.

Selain itu, Investor juga tampaknya wait and see atas laporan tenaga kerja yang bakal menentukan langkah berikutnya dari The Fed.

Dolar akhirnya balik arah ditengah tren pelemahannya. Kenaikan dolar ini pun membanting harga minyak dan harga emas. Alhasil, Newmont Mining Corp dan Freeport-McMoRan Copper & Gold keduanya anjlok lebih dari dua persen.

Investor memperkirakan data tenaga kerja akan positif, di mana jumlah penganggurtan diproyeksikan bakal menurun. Investor juga bakal terfokus pada data non-farm payrolls.

Di mana laporan non farm payrolls yang akan dirilis itu diharapkan menunjukkan gaji yang tidak berubah pada bulan September. Tapi hal itu memiliki implikasi yang lebih besar untuk pasar berharap bahwa data yang lemah akan mendorong Federal Reserve untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan perekonomian.

"Yang satu ini, sayangnya, masuk ke dalam bidang psikologi ekonomi. Saya pikir pasar akan menghargai (angka) yang sedikit lebih baik, tapi itu masih memungkinkan The Fed untuk masuk" ujar market strategic Prudential Financial Quincy Krosby di Newark, New Jersey seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/10/2010).

Rally euro terhadap dolar terhenti karena para investor melakukan aksi ambil untung. Dolar dan ekuitas memiliki hubungan terbalik karena investor mengambil uang keluar dari saham, dan pasar saham menjadi terpuruk.

Pada penutupan perdagangan hari Kamis (8/10/2010) waktu setempat, Dow Jones Industrial turun 19,07 poin atau 0,17 persen ke 10.948,58. Begitu juga Indeks Standard & Poor's 500 turun 1,91 poin atau 0,16 persen ke 1.158,06 sementara Nasdaq Composite Index naik 3,01 poin atau 0,13 persen ke 2.383,67.


Dolar Menguat, Harga Minyak Terpuruk

Jum'at, 8 Oktober 2010 - 08:40 wib
text TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi

NEW YORK - Harga minyak kembali jatuh hingga berada di bawah USD82 per barel pada perdagangan hari Kamis, 8 Oktober 2010 waktu setempat setelah sebelumbnya naik hingga mencapai USD84 per barel pada awal sesi perdagangan.

Seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (8/10/2010), benchmark minyak untuk pengiriman November turun USD1,56 dan ada di level USD81,67 per barel di New York Mercantile Exchange.

"Harga minyak mungkin kembali turun dari harga tertingginya baru-baru ini karena harga emas hitam ini telah overbought," kata konsultan energi Cameron Hanover.

Harga minyak mentah berada di atas USD80 pada pekan lalu karena dolar melemah terhadap euro. Analis energi, termasuk editor The Schork Report Stephen Schork mengatakan harga minyak baru-baru berhubungan erat dengan koneksi dolar-euro.

Dolar merupakan mata uang acuan dari harga komoditas, seperti minyak, menjadi lebih murah bagi investor dengan mata uang lainnya ketika turun dolar. Di mana euro naik terhadap dolar lagi pada hari Kamis, mengirimkan dolar ke level terendah delapan bulan, sebelum akhirnya euro kembali melemah.

Padahal, persediaan minyak masih tinggi dan tidak ada tanda-tanda kenaikan permintaah yang signifikan. Energy Information Administration mengatakan persediaan minyak mentah naik hingga tujuh persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Secara mendasar, seharusnya harga minyak melemah. Karena produksi minyak mentah dan penyulingannya lebih banyak saat ini, dan itu menunjukan minyak kelebihan pasokan," kata Schork.

Sementara harga gas alam turun 24,8 sen ke USD3,617 per 1.000 kaki kubik. Ini mencapai titik terendah 52 minggu terakhir di USD3,610 dalam perdagangan. Pada perdagangan Nymex lainnya, untuk kontrak November, heating oil turun 5,60 sen ke USD2,2518 per galon dan bensin turun 3,79 sen untuk menetap di USD2,1180 per galon.

Di London, minyak mentah jenis Brent turun USD1,63 ada ada di posisi USD83,43 per barel di bursa ICE Futures




Thursday, 7 October 2010

REKOMENDASI TRADER by Andre Mahardika

Tins
secara teknikal saham TINS masih akan melanjutkan kenaikan ke arah 3400.. dengan target bulan ini tins di harga 3600...
sell di 3400... kemudian buy lagi di 3200..

Inco
secra teknikal saham ini masih akan melanjutkan kenaikan bertahap.. namun untuk hari ini saham inco sudah over.. sehingga butuh suatu koreksi agar kenaikan maksimal.. sell inco di 5100.. dan buy lagi 3850...
inco masih mempunyai potensi ke 5300..

Pgas Buy 3850
secara teknikal saham Pgas masih di area harga murah.. saham pgas golden cross apabila menyentuh harga 3900... buy saham pgas di 3850.. dan sell saham Pgas di harga 4100..

Antm masih Buy..
secara teknikal saham ANTM masih akan lanjut ke kisaran harga 2600.. sell di 2650.. dan buy kembali di 2400.. secara teknikal saham ini mempunyai volume yang cukup bagus.. dan arah kenaikan saham secara perlahan ke target 2700..

Bbca masih rekom Buy..
saham bbca secara teknikal masih di rekom buy karena masih akan naik secara perlahan dng target 7200..

BI RATE

Akankah BI Rate Tetap 6,5%?

Selasa, 5 Oktober 2010 - 08:48 wib
text TEXT SIZE :
Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone
Ilustrasi

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada hari ini, Selasa 5 Oktober 2010. Salah satu agendanya adalah pembahasan suku bunga acuan (BI rate). BI rate tersebut pun diprediksi akan tetap bertahan 6,5 persen.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan jika BI rate yang mencerminkan bunga intsrumen investasi sertifikat Bank Indonesia (SBI) dapat memicu aliran dana (kredit) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Saya menginginkan yang penting bagaimana SBI jangan dijadikan sebagai instrumen investasi. SBI adalah instrumen BI. Yang penting bagaimana perbankan kita bisa meningkatkan review loan to deposit, serta landing rate-nya bisa lebih murah," jelas Hatta kepada okezone di Jakarta, Senin (5/10/2010) malam.

Ketika disinggung berapa BI Rate yang diinginkan pemerintah, Hatta mengungkapkan tidak mematok harga mati untuk BI rate tersebut. "Yang penting bagaimana pertumbuhannya (kredit perbankan) di atas 20 persen dan landing ratenya kompetitif sehingga lebih banyak dana bergulir untuk menggerakkan mesin perekonomian," bebernya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo menuturkan jika BI rate akan tetap di level 6,5 persen. "BI rate akan bertahan 6,5 persen sampai akhir tahun," ungkapnya.

Sebenarnya, kata Cyrillus, BI rate seharusnya sudah mulai dinaikkan dari sekarang. Namun ternyata BI sudah memiliki instrumen yang dapat menahan peningkatan bunga acuan tersebut yaitu menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan dari lima persen menjadi enam persen dari dana pihak ketiga yang dimilikinya.(

BERITA PASAR

Indeks Saham Siap-Siap Cetak Rekor Baru

Kamis, 7 Oktober 2010 - 07:49 wib
text TEXT SIZE :
Ilustrasi

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan seiring dengan masih derasnya dana asing yang mengalir ke pasar modal. Meski begitu,aksi ambil untung (profit taking) berpeluang membalikkan prediksi.

“Trennya saat ini masih menunjukkan penguatan,tapi memang terbatas.Mungkin hingga akhir pekan penguatan masih terjadi,”ujar Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang di Jakarta.

Menurut dia,posisi IHSG sudah sangat tinggi dan sudah melampaui target tahun ini.Namun,banjir likuiditas belum menunjukkan gejala berhenti dalam jangka pendek. “Likuiditas inilah yang masih memungkinkan penguatan lanjutan indeks meski sejumlah saham unggulan sudah dinilai kemahalan,”kata Edwin.

Dia melanjutkan,sentimen global masih menjadi acuan investor pada perdagangan hari ini.Investor akan melakukan akumulasi beli jika indikator global positif. Namun,pembelian akan dilakukan secara selektif. :Valuasi sudah sangat mahal sehingga investor sangat hati-hati melakukan pembelian meskipun sentimen bergerak positif,”tuturnya.

Untuk perdagangan hari ini,Edwin memberi perkiraan supportpada level 3.450,sementara resistance3.650.Rentang yang sangat jauh diberikan karena volatilitas yang sangat tinggi.Dia merekomendasikan akumulasi untuk saham-saham INCO,PGAS,TINS,dan ANTM. Sementara posisi jual (sell) bisa dilakukan untuk saham-saham BBCA, INDF,atau JSMR.

“Saya anjurkan transaksi saat ini untuk short termatau akumulasi terhadap saham-saham yang valuasinya memang masih murah,”katanya.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono berpendapat sama.Kenaikan indeks hingga menembus level 3.600 membuat pelaku pasar sangat selektif.Kecenderungan saat ini,pasar bergerak secara mixdan sangat fluktuatif,terutama mengantisipasi sentimen-sentimen yang terjadi saat ini.

“Secara fundamental masih bagus.Namun secara teknikal,aksi ambil untung menjadi penghambat penguatan lanjutan,”katanya.

Sektor konsumer dan konstruksi diperkirakan kembali terkoreksi seiring dengan aksi ambil untung yang dilakukan pada sektor tersebut. Penguatan diharapkan terjadi pada saham-saham komoditas dan energi. “Pada perdagangan kemarin saham sektor komoditas yang menjadi penahan turunnya indeks di akhir perdagangan,”katanya.

Dia memperkirakan hari ini indeks bergerak di kisaran 3.571-3.620. Dia menyarankan investor mencermati saham sektor perbankan dan komoditas. Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 11,709 poin (0,33 persen) ke level 3.603,404.Volume perdagangan mencapai 9,554 miliar saham senilai Rp8,830 triliun.Sebanyak 89 saham naik,132 saham turun,dan 66 saham stagnan.


Cermati Saham Unggulan Masih Lagging
Asteria

(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Kamis (7/10) diperkirakan akan menguat. Cermati saham unggulan yang masih lagging dan saham yang memiliki aksi korporasi.

Analis pasar modal dari BNP Baribas memprediksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan melanjutkan penguatan. Indeks mendapat sentimen positif dari BI yang mempertahankan suku bunganya di 6,5%. Dengan data inflasi rendah, aktivitas ekonomi di Indonesia dinilai masih efisien. "Pertumbuhan ekonomi yang pesat, menjadi motor pertumbuhan Asia," katanya.

Menurutnya, bila tingkat inflasi di suatu negara rendah, biasanya diikuti dengan turunnya tingkat konsumsi. Kondisi inilah yang mengarah ke resesi ekonomi. Namun, hal ini berbeda dengan Indonesia.

Pasalnya, dengan tingkat inflasi yang rendah, konsumsi justru meningkat. Terindikasi dari penjualan mobil yang mencapai puncak tertingginya. "Hal inilah yang menjadi daya tarik pasar Indonesia bagi investor asing," ujarnya.

Analis tersebut memprediksikan, hingga akhir tahun, dana asing yang masuk ke Indonesia masih tinggi. Kebijakan suku bunga rendah di semua negara, seperti Jepang dan AS, menyebabkan Indonesia menjadi tujuan dari dana asing. "RI masih memikat hot money, meskipun dana panas ini sudah diredam dengan kebijakan BI tidak menaikkan suku bunganya," paparnya.

Saat ini, imbuhnya, saham-saham sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Namun, ada beberapa yang masih lagging, terutama sektor konsumsi yang masih diminati hingga akhir tahun. Mengingat saham di sektor ini memiliki price earning (PE) 2011 rata-rata sebesar 18-20 kali, ia menyarankan investor melirik saham dengan PE yang lebih rendah.

Salah satu saham pilihannya adalah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dengan PE sebesar 13,6 kali. Demikian juga PT Kalbe Farma (KLBF) yang memiliki PE 16,8 kali. "Saham Kalbe menarik terkait kemungkinan pemerintah meningkatkan anggaran belanja untuk kesehatan menjadi 5% terhadap GDP (pertumbuhan ekonomi)," ujarnya.

Saham lain yang patut dicermati adalah PT Bank Danamon (BDMN), yang memiliki unit usaha PT Adira Finance (ADMF). Ia menilai ADMF, yang mengkontribusi 22% total kredit BDMN, sangat diuntungkan melesatnya konsumsi pembelian otomotif dan faktor suku bunga rendah. "Apalagi Adira merupakan leader di pasar finansial untuk otomotif," tambahnya.

Sedangkan untuk saham lapis dua, analis BNP Paribas merekomendasikan saham PT Ultra Jaya Milk (ULTJ). Rumor yang beredar, ULTJ akan diakuisi PT Indofood Sukses Makmur (INDF) melalui anak perusahaannya, PT Indofood Sukses Makmur CBP (ICBP). Namun, belum ada konfirmasi rekeningnya dari perusahaan yang bersangkutan.

Pada perdagangan Rabu (6/10), IHSG ditutup menguat tipis 11,709 poin (0,33%) ke level 3.603,404. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 9,554 miliar lembar saham, senilai Rp 8,830 triliun dan frekuensi 118.155 kali.

Sebanyak 89 saham naik, 132 saham turun dan 66 saham stagnan. Asing sore ini masih mencatatkan pemeblian, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp225 miliar. Dimana nilai transaksi beli mencapai Rp1,903 triliun dan nilai transaksi jual sebesar Rp1,678 triliun.

BATAVIA

Jual reksadana baru, Batavia bidik return 7,3%

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen kembali menawarkan produk reksadana terproteksi baru. Reksadana baru bernama Batavia Proteksi Utama 3 memiliki jangka waktu 30 bulan.

Menurut Karma P. Siregar, Associate Director Mutual Fund Sales & Marketing Batavia Prosperindo, reksadana ini akan menempatkan 80% dana investor di instrumen surat utang korporasi dengan peringkat minimal idAA. Sedangkan sisanya akan mereka biakkan di instrumen pasar uang atau instrumen dengan jangka waktu jatuh tempo di bawah satu tahun.

Tentu saja, Batavia berharap, reksadana anyar itu bisa memberikan keuntungan yang menarik. "Kami menargetkan bisa memberikan imbal hasil bersih sekitar 7,1%-7,3% per tahun," imbuh Karma. Batavia akan membagikan keuntungan itu dalam bentuk dividen setiap tiga bulan.

Untuk memasarkan reksadana terproteksi ini, Batavia telah menggandeng tiga agen penjual. Mereka adalah HSBC, Bank Mandiri, dan Permata Bank. Batavia berharap, reksadana ini akan akan meluncur pada akhir Oktober ini.

Seperi lazimnya penjualan lewat agen penjual, penentu nilai investasi minimal produk ini adalah para agen penjual. "Minimal investasi tergantung agen penjual, bisa Rp 20 juta sampai Rp 50 juta," katanya.

Catatan saja, sampai akhir September 2010, total dana kelolaan reksadana Batavia Prosperindo Asset Manajemen telah mencapai Rp 8,3 triliun. Dari produk baru ini, Batavia berharap bisa menjaring dana kelolaan sebesar Rp 300 miliar.

Sementara, sampai akhir 2010, Batavia mematok target dana kelolaan Rp 9,5 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Batavia akan menawarkan beberapa produk baru. Ada dua hingga tiga produk baru lagi yang akan mereka luncurkan tahun ini. Selain reksadana terproteksi, Batavia juga akan kembali menawarkan reksadana biasa. "Mungkin dalam bentuk reksadana campuran," terang Karma.

BERITA GLOBAL

Harga Minyak Capai Tertinggi Lima Bulan

London (ANTARA News/AFP) - Harga minyak di London naik pada Rabu waktu setempat, mencapai tertinggi lima bulan di atas 85 dolar Amerika Serikat, karena kemerosotan dolar menutup berita peningkatan lebih besar dari perkiraan dalam persediaan energi Amerika Serikat.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November mencapai 85,88 dolar per barel -- tingkat tertinggi sejak 5 Mei. Harga minyak Ini kemudian berdiri di 85,57 dolar -- naik 73 sen dibandingkan dengan penutupan Selasa.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk penyerahan November, meningkat 82 sen menjadi 83,64 dolar per barel.

Sebelumnya awal Rabu, harga minyak mencapai 84,09 dolar, yang terakhir dicapai pada 4 Mei.

Harga naik karena dolar merosot ke posisi terendah delapan bulan terhadap euro dan emas mencapai rekor tertinggi karena para investor bertaruh bahwa pemerintah AS akan mengambil langkah-langkah stimulus lebih untuk menjaga pemulihan goyah di treknya.

Dolar berada dalam tekanan tambahan setelah sebuah laporan AS menunjukkan kehilangan pekerjaan tak terduga sektor swasta pada September, menyoroti serius masalah yang dihadapi perekonomian.

Sementara data resmi menunjukkan lompatan lebih besar dari perkiraan pada persediaan minyak mentah AS. Departemen Energi AS mengatakan stok minyak mentah naik 3,1 juta barel pekan lalu di Amerika Serikat -- konsumen energi terbesar di dunia.

Analis telah memprediksikan kenaikan hanya 300.000 barel


Saham Eropa Naik Menantang Kegelapan

London (ANTARA News/AFP) - Pasar saham Eropa menantang berita ketenakerjaan Amerika Serikat yang tak menyenangkan dan pukulan baru untuk kelayakan kredit Irlandia pada Rabu, mementaskan keuntungan mantap pada data positif industri Jerman.

Pasar mengawali hari jauh ke wilayah positif pada laporan langkah-langkah stimulus baru di Jepang dan kemungkinan langkah serupa oleh Federal Reserve AS.

Tren ini bertahan sampai penutupan perdagangan meskipun keluar berita suram Irlandia dan Amerika Serikat, dengan indeks FTSE 100 di London menambahkan 0,81 persen menjadi berakhir pada 5.681,39 poin.

Di Paris, indeks CAC 40 naik 0,88 persen menjadi 3.764,91 poin, sementara di Frankfurt, indeks DAX juga naik 0,88 persen pada 6.270,73 poin.

Di tempat lain, Milan bertambah 0,28 persen, Madrid naik 0,46 persen, Amsterdam naik 0,58 persen dan Indeks Pasar Swiss naik 0,59 persen.

Saham AS berjuang dalam transaksi awal setelah naik tajam pada Selasa ke tertinggi lima bulan, karena penurunan tajam tak terduga dalam pekerjaan swasta mengembalikan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi.

Indeks saham blue-chip Dow Jones Industrial Average naik hanya 0,09 persen pada tengah hari, dengan komposit teknologi Nasdaq turun 0,68 persen.

Perusahaan gaji (payrolls) ADP mengatakan pekerjaan sektor swasta AS turun 39.000 pada September. Sebagian besar analis telah memperkirakan kenaikan sebesar 18.000 pekerjaan.

"Penurunan pekerjaan swasta pada September menegaskan jeda dalam pemulihan ekonomi telah terbukti dalam data lain," kata laporan itu.

Angka ini juga menunjuk sebuah laporan yang mungkin mengecewakan pada Jumat dalam jumlah pekerjaan yang diciptakan atau hilang di Amerika Serikat pada September.

Sebelumnya pada hari itu, lembaga pemeringkat Fitch mengatakan telah menurunkan peringkat utang Irlandia, mengutip biaya tinggi tak terduga talangan perbankan dan prospek ekonomi yang tidak menentu.

Badan itu mengatakan menurunkan peringkat utang jangka panjang Irlandia dalam mata uang asing dan lokal menjadi `A` dari `AA-`, menambahkan bahwa prospeknya negatif.

Namun, berita itu, telah diperkirakan oleh investor.

"Kami telah mengatakan bahwa ini akan terjadi," kata Bertrand Lamielle dari B*Capital, unit bank BNP Paribas.

"Tapi sementara itu, posisi China (yang telah mengatakan siap membeli utang dari Yunani, anggota zona euro lain yang kesulitan) dapat diperluas ke negara-negara lain yang dalam kesulitan. Dan jumlah itu menjadi sebuah faktor pendukung untuk utang negara-negara dengan peringkat rendah."

Juga menopang pasar pada Rabu adalah laporan bahwa pesanan pabrik Jerman melonjak sebesar 3,4 persen jauh lebih baik dari perkiraan pada Agustus, didukung oleh sehatnya permintaan asing, terutama di zona euro.

Mitra zona euro mencatat jauh untuk bagian terbesar permintaan internasional, "bukti lebih jauh bahwa pemulihan zona euro meluas," menurut ekonom senior ING, Carsten Brzeski.

Di Asia pada Rabu, Tokyo melonjak 1,81 persen karena sentimen investor cerah pada langkah-langkah pelonggaran tambahan moneter oleh Bank of Japan.

Di tempat lain, Sydney naik 1,73 persen, Hong Kong naik 1,07 persen dan Seoul naik 1,33 persen.


IMF Naikkan Prediksi Pertumbuhan Zona Euro

Washington (ANTARA News/AFP) - Pertumbuhan ekonomi di kawasan mata uang euro inti Eropa akan mempercepat tahun ini dan tahun depan, kata Dana Moneter Internasional Rabu, meskipun pola pemulihannya "bertahap dan tidak merata".

Dana menaikkan prediksi pertumbuhan zona euro menjadi 1,7 persen untuk 2010, naik dari 1,0 persen yang diterbitkan pada Juli, dan 1,5 persen pada 2011, naik dari 1,3 persen, dalam proyeksi global setengah tahunan terbaru.

Mereka datang dua hari dari pembicaraan antara 187 negara IMF yang difokuskan pada menjulangnya perang mata uang dan bahaya dari kebijakan perdagangan proteksionis karena negara maju dan berkembang berdesak-desakan untuk posisi ini menyusul "Resesi Besar."

IMF memperingatkan bahwa "perbedaan pengucapan" dalam prospek, di tengah " kendala pembiayaan eksternal parah" untuk Yunani yang sarat utang, Irlandia, Portugal dan Spanyol, tetap menjadi ancaman hidup bagi negara-negara maju yang terikat dalam mata uang
kemitraan.

Pemulihan "moderat", jatuh dari pertumbuhan 3,3 persen pada 2010 menjadi 2,0 persen pada 2011, diperkirakan di Jerman, katanya "karena pertumbuhan yang lemah diperkirakan di antara mitra dagangnya," dengan konsumsi lesu, pengangguran tinggi dan penarikan tindakan stimulus negara juga menghalangi Prancis.

Non-euro Inggris juga bisa berharap pemulihan "relatif tenang" , dipatok di 1,7 persen dan 2,0 persen, naik dari 1,2 persen seperti yang diperkirakan pada Juli untuk 2010 tapi turun dari 2,1 persen perkiraan 2011, diperburuk oleh pemotongan darurat.

Namun, IMF juga menyoroti percepatan mencolok untuk apa yang disebut "emerging Europe," yang dipimpin oleh negara-negara Uni Eropa yang pertumbuhan ekonominya cepat selama dua tahun terakhir, seperti Polandia, dan calon anggota Uni Eropa, Turki.

Seluruh "emerging Europe" -- Bulgaria, Kroasia, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Rumania, Polandia dan Turki -- pertumbuhannya diperkirakan mencapai 3,7 persen pada 2010 dan 3,1 persen pada 2011.

Pertumbuhan di Turki diperkirakan akan mencapai 7,8 persen tahun ini, jauh di depan di pemain utama Uni Eropa tahun ini, Swedia pada 4,4 persen.


S&P 500 terpeleset, Dow Jones naik tipis

NEW YORK. Setelah Standard & Poor's 500 Index reli menuju level tertinggi lima bulan, kemarin malam, mayoritas saham-saham di bursa AS melorot. Penyebabnya, ada data mengenai gaji perusahaan privat yang menurun secara tak terduga.

Saham-saham yang turun antara lain: Equinix Inc anjlok 33% setelah tingkat penjualannya di bawah prediksi analis dan M&T Bank Corp turun 5% seiring langkah Allied Banks Plc bilang akan menjual sahamya di Buffalo-New York.

Meski begitu, ada pula sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan seperti General Electric Co melesat 24% setelah membeli peratan Dresser Inc senilai US$ 3 miliar dan Alcoa Inc naik 1,9% sebelum merilis kinerjanya hari ini.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks s7p 500 turun 0,1% menjadi 1.159,97. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,2% menjadi 10.967,65.

"Adanya bias di pasar membuat indeks turun karena memberikan sentimen negatif," jelas Mark Freeman, money manager Westwood Management Corp di Dallas.


Pasar Saham AS Ditutup Mixed

Kamis, 7 Oktober 2010 - 07:45 wib
text TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi

NEW YORK - Saham-saham sektor teknologi saham kembali merosot akibat terpukul oleh kekhawatiran turunya permintaan untuk produk teknologi.

Akibatnya, Nasdaq tampak menanggung beban tekanan yang besar itu. penyedia jasa sistem data, Citrix Systems turun 14,1 persen menjadi USD60,15., begitu juga Equinix Inc jatuh 33,1 persen menjadi USD70,34 setelah menuturkan pendapatannya tidak terlalu bagus.

"Anda mulai melihat siklus alamiah, dan beberapa profit taking yang terjadi di sektor komputasi ini wajar setelah kenakikan dalam beberapa bulan terakhir. Jadi para investor sudah mempertimbangkan kembali penilaian harga saham Centrix pada tingkat ini," jelas chief options strategist TD Ameritrade seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/10/2010).

Pukulan telak juga datang dari Morgan Stanley yang menurunakan peringkat perusahaan semikonduktor Xilinx Inc dan Altera Corp menjadi underweight. Ini terkait dengan kekhawatiran perlambatan permintaan di pasar Asia. Harga saham keduanya pun turun lebih dari dua persen.

Sementara ADP Employer Services melaporkan gaji swasta turun 39.000 pada bulan September, semakin memperjelas pasar tenaga kerja yang lemah. Tetapi pada saat yang sama, ada faktor positif yang datang dari langkah bank sentral untuk meningkatkan perekonomian.

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/10/2010) waktu setempat, Dow Jones naik 22,93 poin atau 0,21 persen ke 10.967,65. Indeks Standard & Poor's 500 turun 0,78 poin atau 0,07 persen ke 1.159,97 begitu juga dengan Nasdaq Composite Index turun 19,17 poin atau 0,80 persen ke 2.380,66.


Wall Street Bervariasi Setelah Data Pekerjaan AS

New York (ANTARA News/AFP) - Pasar saham Amerika Serikat bervariasi pada Rabu waktu setempat, setelah sehari sebelumnya naik ke tertinggi lima bulan, karena laporan menunjukkan penurunan tajam pekerjaan pada September yang menghidupkan kembali spekulasi Federal Reserve akan intervensi.

Kesuraman awal di pasar membaik oleh berita akuisisi besar oleh General Electric dan Johnson & Johnson serta lebih kuat dari perkiraan penghasilan triwulan dari jaringan supermarket diskon Costco.

Indeks saham blue-chip Dow Jones Industrial Average naik 22,70 poin (0,21 persen) menjadi 10.967,42 pada bel penutupan, sedangkan indeks S&P 500 yang lebih luas turun 0,82 poin (0,07 persen) menjadi 1.159,93 poin.

Indeks komposit teknologi Nasdaq turun 19,17 poin (0,80 persen) menjadi 2.380,66.

Sesaat sebelum pasar saham dibuka, perusahaan gaji (payrolls) ADP merilis sebuah laporan yang mengatakan pekerjaan sektor swasta mengalami penurunan sebesar 39.000 dari Agustus ke September.

Sebagian besar analis telah memperkirakan kenaikan sebesar 18.000 pekerjaan.

"Penurunan pekerjaan swasta pada September menegaskan jeda dalam pemulihan ekonomi telah terbukti dalam data lain," kata laporan itu.

Namun sengatan laporan September melunak ketika ADP merevisi data Agustus dari penurunan sebesar 10.000 pekerjaan menjadi peningkatan 10.000 pekerjaan.

Laporan ADP, yang datang menjelang laporan pengangguran bulanan pada Jumat oleh Departemen Tenaga Kerja, memperkuat harapan untuk

Federal Reserve untuk memperbaharui kebijakan pengeluaran untuk meningkatkan perekonomian.

"Ada banyak keprihatinan dengan angka ADP, dan harapan tentang laporan pada Jumat jatuh. Tapi itu mungkin mempercepat pelonggaran kuantitatif dan mungkin akan positif untuk ekuitas," kata Owen Fitzpatrick, analis di Deutsche Bank.

Perdagangan didorong oleh aktivitas perusahaan yang kuat.

General Electric Rabu mengumumkan, mereka mengambil alih perusahaan infrastruktur energi Dresser dalam sebuah kesepakatan senilai tiga miliar dolar karena GE berusaha untuk memperluas bisnis energi.

Raksasa farmasi dan perawatan kesehatan Johnson & Johnson mengatakan akan membeli 82,5 persen saham di kelompok vaksin bioteknologi Belanda Crucell untuk sekitar 2,4 miliar dolar.

Dan Costco membukukan laba kuartalan lebih tinggi karena konsumen mulai berbelanja lebih pada item diskresioner seperti pakaian.

Pada Selasa, Wall Street melonjak ke tingkat tertinggi dalam lima bulan setelah langkah mengejutkan Jepang menurunkan suku bunga dan menyuntikkan uang tunai ke dalam perekonomian menimbulkan harapan untuk langkah serupa oleh pemerintah AS.


Dolar Merosot, Emas Capai Rekor Tertinggi

London (ANTARA News/AFP) - Dolar Amerika Serikat merosot ke posisi terendah baru delapan bulan terhadap euro dan emas mencapai rekor tertinggi karena para investor bertaruh bahwa otoritas Amerika akan mengambil langkah-langkah stimulus lebih untuk menjaga pemulihan di jalurnya.

Dealer mengatakan, pasar semakin mengharapkan Federal Reserve AS untuk memompa lebih banyak uang ke dalam sistem sekali lagi untuk membantu ekonomi keluar dari masalah, sekalipun hal itu melemahkan dolar dan memicu risiko inflasi.

Mengurangi risiko, terutama pada inflasi dan kembali ke ultra-rendah pada dolar, meningkatkan daya tarik mata uang lainnya dan aset `safe haven` seperti emas, yang telah menorehkan serangkaian rekor dalam beberapa pekan terakhir.

Dolar berada dalam tekanan tambahan setelah sebuah laporan AS menunjukkan kehilangan pekerjaan tak terduga di sektor swasta pada September, menyorot serius masalah yang dihadapi perekonomian.

Pada akhir perdagangan London, euro berada di 1,3940 dolar, tingkat yang tidak terlihat sejak awal Februari dan di 1,3834 dolar di New York pada Selasa malam.

Dolar juga turun tajam terhadap unit Jepang di posisi terendah 15 tahun pada 82,81 yen setelah 83,21 yen.

Emas ditutup pada 1.346,50 dolar per ounce, naik dari 1.330,50 dolar pada Selasa setelah mencapai tertinggi bersejarah 1.349,80 dolar.

"Investor masih memilih emas di tengah ekspektasi lebih rendahnya imbal hasil mata uang di seluruh dunia ... dengan ancaman inflasi menjadi semakin begitu nyata dalam jangka panjang," kata analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov.

Euro menderita di awal hari ketika lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat kredit Irlandia tetapi kemudian naik kembali ketika perusahaan gaji (payrolls) ADP mengatakan pekerjaan sektor swasta AS turun tajam untuk pertama kalinya sejak Februari.

Pasar memperkirakan kenaikan sebesar 18.000 pekerjaan pada September tetapi mendapat gantinya kehilangan 39.000.

"Penurunan pekerjaan swasta pada September menegaskan jeda dalam pemulihan ekonomi telah terbukti dalam data lain," kata laporan ADP.

Namun ADP merevisi angka Agustus dari penurunan sebesar 10.000 pekerjaan ke meningkat sebesar 10.000 pekerjaan, meringankan beberapa dampak kerugian.

Spekulasi bahwa Fed akan mencetak lebih banyak dolar karena mencoba untuk memulai perekonomian AS meningkat, setelah langkah mengejutkan bank sentral Jepang (BoJ) pada Selasa, menurunkan suku bunganya menjadi mendekati nol.

Langkah BoJ "menunjukkan bahwa ancaman pelonggaran lebih lanjut Fed tetap kunci dan faktor besar untuk pasar uang, menyiratkan lebih lanjut kerentanan jangka pendek untuk greenback," kata analis Wells Fargo Bank, Vassili Serebriakov.

Sebaliknya, Bank Sentral Eropa secara luas diperkirakan untuk menjaga lebih tegas kebijakan moneternya, memastikan euro menawarkan hasil yang lebih tinggi untuk investor.

"Kontras dalam pengaturan kebijakan adalah kekuatan pendorong di belakang pasar valuta asing pada saat ini," kata analis Credit Agricole, Daragh Maher.

Pada akhir perdagangan London, euro berpindah tangan pada 1,3940 dolar terhadap 1,3834 dolar di New York pada akhir Selasa, di 115,29 yen (115,11), 0,8753 pound (0,8707) dan 1,3376 franc Swiss (1,3376).

Dolar berada pada 82,81 yen (83,21) dan 0,9599 franc Swiss (0,9664). Pound berada pada 1,5906 dolar (1,5884).

Friday, 1 October 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG akan terkoreksi di level 3400
IHSG apakah masih akan naik terus??? hemm... untuk jangka pendek atau bulan oktober ini IHSG akan di bayangi aksi penjualan dan taking profit dari sejumlah investor.. karena bisa dilihat secara teknikal ihsg berpotensi koreksi ke level 3400..
namun untuk jangka meengah di akhir desember.. iHSG masih optimis di 3700 sambil menunggu data inflasi..



INDF akan terjadi koreksi SELL 5550
Secara teknikal saham INDF sudah mengalami Death cross.. di kisaran harga 5500.
dan akan terus terkoreksi ke harga 4900.. apabila saham indf tembus di bawah 5400..
sell segera agar keuntungan meksimal.




KLBF SELL di harga 2650
Klbf merupakan saham yang sangat potensial untuk jangka panjang namun saham klbf saat ini sudah mengalami death cross di harga 2600.. apabila saham ini tembus di bwah harga 2500.. sell karena selanjutnya akan menembus ke harga 2325 .



TINS masih akan rally perlahan ke harga 3300
saham tins masih akan melanjutkan kenaikan ke harga 3300.. namun jika anda ingin bermain taking profit.. sell dulu di harga 3250.. buy lagi di 3100.. saham Tins mempunyai potensi harga tinggi dengan target 3650... dan di dukung dengan harga pertambangan yang mengalami rebound hari ini.

ADRO masih akan bergerak perlhan buy 2025..
adro Buy di harga 2025.. saham adro secara jangka pendek akan mulai kenaikan ke harga 2125 hari ini.. karena secra teknikal stochastic dan candle stick saham ini akan mulai cross di harga 2050.. apabila saham adro tembus di 2075 maka akan lanjut ke harga 2125...



INCO masih akan bergerak naik perlahan ke harga 5100
saham inco masih akan berlanjut dengan target harga 5100..
namun secara teknikal hari ini saham inco akan terkoreksi di kisaran harga 4800.. namun jika dilihat dari harga pertambangan yang mengalami rebound kemungkinan saham INCO akan ikut rebound sementara di kisaran harga 4950.. jika tembus akan lanjut ke 5100
.

MEDC Buy di harga 3250..
saham medc masih akan rally ke harga 3600.. di dukung dengan teknikal MACD dan candle stick saham ini masih akan berpotensi ke harga 3400 dahulu dan kemudian akan rally ke 3600.. buy 3225 -3275..



BROKER PEMBELI SAHAM BLUECHIP TERBESAR.

Sedangkan broker dengan pembeli bluechips terbesar kedua kemarin adalah RBS Securities Indonesia. Broker ini melakukan pembelian saham PT Telkom (TLKM) dengan volume mencapai 5,67 juta transaksi senilai Rp 14 miliar lebih.

Selain itu, RBS Securities Indonesia juga aktif membeli saham PT Bank Central Asia (BBCA) dengan frekuensi dan nilai transaksi masing-masing mencapai 2 juta transaksi dan Rp 14 miliar lebih.

Sementara, CLSA Indonesia aktif membeli saham PT Bank Mandiri (BMRI). Frekuensi pembelian saham BMRI oleh CLSA Indonesia mencapai 4 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 28 miliar lebih.

SEPUTAR ETRADING

BEI 'semprit' eTrading Securities

Oleh: Irvin Avriano JAKARTA: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi peringatan tertulis kepada PT eTrading Securities karena belum menerapkan sistem keamanan transaksi online yang sudah diminta otoritas bursa secara berulang.

"Surat itu sudah merupakan sanksi, sudah kami himbau dan panggil berkali-kali tetapi karena beberapa alasan belum dapat mereka perbaiki. Untuk itu perlu adanya surat peringatan," ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo ketika dihubungi Bisnis tadi malam.

Dia mengatakan cela sistem perdagangan otomatis yang belum diterapkan perusahaan adalah sistem pencegahan terjadinya pola transaksi mencurigakan yang menjadi bagian dari penerapan proses mengenal nasabah (know your customer/KYC). Salah satu potensi yang dapat terjadi jika lubang kesalahan itu tidak ditutup perusahaan adalah terjadinya pembentukan harga semu.

Uriep menjelaskan saat ini dengan sistem perdagangan online, yang sudah beralih dari perdagangan manual dan perdagangan jarak jauh (remote trading), memungkinkan semua perintah transaksi dilakukan tanpa adanya intervensi dan pantauan manual.

Sehingga, lanjutnya, perbaikan dan pemeliharaan sistem transaksi mutlak dilakukan semua anggota bursa yang telah memanfaatkan sistem transaksi itu.

Menurut dia, otoritas bursa telah melakukan sosialisasi kepada semua anggota bursa tentang perlunya sistem transaksi yang ketat, tetapi ada beberapa sekuritas yang belum menerapkannya dengan beberapa macam alasan.

"Ada beberapa yang [melakukan kesalahan] serupa, tetapi kami menilai eTrading yang paling berat. Yang lain ada yang sudah dalam proses perbaikan."

Dia juga mengatakan pelanggaran perseroan tidak terkait dengan sistem perdagangan yang perseroan adopsi dari Korea Selatan ataupun dengan besarnya transaksi yang terjadi melalui sekuritas itu.

General Manager eTrading Securities Arisandhi Indradwisatio tidak membalas layanan pesan singkat ataupun mengangkat telepon selulernya ketika berusaha dikonfirmasi semalam.

Perintah pengetatan itu diterbitkan BEI menyusul telah diterbitkannya surat peringatan pada awal pekan ini kepada sekuritas yang namanya terkenal karena transaksi online-nya yang populer.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan otoritas bursa belum dapat memberi batas waktu maksimal perbaikan sistem itu.

"Operasional mereka yang perlu dibenahi, karena selama ini alert system [sistem kewaspadaannya] yang kurang ketat."

Dia juga mengatakan peringatan itu sama sekali tidak terkait dengan perdagangan saham emiten tertentu melalui sistem perdagangan eTrading, di tengah kondisi pasar saham yang terus melambung.

Dalam pengumumannya kemarin, Ito mengatakan salah satu anggota bursa itu belum menindaklanjuti pengetatan dalam rangka pengawasan transaksi oleh investor yang menggunakan jasa transaksinya.

eTrading Securities merupakan broker keempat bertransaksi terbesar sepanjang semester I/2010 dengan nilai transaksi Rp37,29 triliun. Posisi eTrading Securities ada di bawah PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Kim Eng Securities, dan PT CIMB Securities Indonesia yang menempati posisi transaksi terbesar.


BEI beri sanksi ETrading terkait pengawasan

JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peringatan tertulis kepada PT e-Trading Securities. Peringatan tertulis tersebut dilayangkan karena Etrading tidak melakukan pengawasan terhadap transaksi yang dilakukan nasabah-nasabahnya.

Sebelumnya, BEI telah memberitahukan kepada Etrading agar mengawasi nasabah mereka. Tapi menurut Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Etrading tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan oleh BEI.

Itulah sebabnya BEI mengeluarkan ultimatum berupa peringatan tertulis. Sampai saat ini, Uriep mengaku pihaknya belum mengeluarkan tindakan lebih lanjut akan kegiatan yang dilakukan oleh ETrading. "Ini bertahap akan terus kami awasi dan jika memang tidak ada tindakan lanjutan dari manajemen," terang Uriep.

Kegiatan transaksi yang dilakukan oleh nasabah ETrading menurut Uriep terkait dengan kenaikan beberapa saham yang terjadi belakangan ini. Saat ditanya apakah salah satunya saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), Uriep bilang itu hanya salah satu saja.

Oleh karena itu, BEI berharap Etrading mengawasi transaksi nasabahnya. Wan Wei Yiong, Direktur Perdagangan dan Peraturan Anggota Bursa BEI menjelaskan peringatan tersebut juga berlaku untuk semua broker yang menyediakan fasilitas online trading.

Sayangnya, BEI tidak memberi tenggat waktu. "Mereka berjanji untuk segera secepatnya menyiapkan sistem pengawasan," terang Yiong yang melihat indikasi ETrading kerap melakukan transaksi tidak wajar.

BERITA REKOMNDASI SECURITIES

Rekomendasi: Saham pilihan hari ini

Oleh: Yeni H. Simanjuntak JAKARTA: Bursa diperkirakan mendapat tekanan jual terhadap saham-saham unggulan yang berada di area overbought ikut memberi andil terhadap tekanan yang terjadi. Berikut petikan rekomendasi sejumlah sekuritas.

Trimegah Securities
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berada di kisaran 3.475-3.514, dengan saham pilihan KLBF dan TINS. Kemarin, indeks mulai mengalami tekanan di hampir sepanjang sesi, meskipun masih ditutup di area positif 3.501,29. Tekanan jual terhadap saham-saham unggulan yang berada di area overbought ikut memberi andil terhadap tekanan yang terjadi.

Kemarin, IHSG ditutup naik 5,83 poin atau 0,17% ke level 3.501,29.

eTrading Securities
Indeks diprediksi bergerak di level 3.430-3.525 pada perdagangan hari ini, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: TINS, ADRO, INCO, dan INDF. Pada perdagangan kemarin, TINS yang menguat hingga 10% menjadi penggerak utama IHSG, demikian juga dengan saham lapis kedua seperti ADES.

Investor asing masih membukukan nilai pembelian bersih (net buy) sebesar Rp188 miliar di sektor pertambangan.

BERITA IHSG

IHSG Menunggu Data Inflasi
Nurul Qomariyah - detikFinance

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tipis sekaligus bisa mempertahankan level 3.500 yang sempat ditembusnya berkali-kali namun gagal dipertahankan hingga akhir perdagangan. IHSG menguat ditengah bursa-bursa regional yang mengalami koreksi.

Pada penutupan perdagangan Kamis, (30/9/2010), IHSG ditutup menguat 5,832 poin (0,16%) ke level 3.501,296. Sedangkan Indeks LQ 45 juga turun tipis 0,189 poin (0,02%) ke level 651,929.

Investor masih akan bersikap wait and see pada perdagangan akhir pekan ini, menunggu pengumuman inflasi oleh BPS siang ini. IHSG pada perdagangan Jumat (1/10/2010) diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis saja.

"Pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 3430 - 3525 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain TINS, ADRO, INCO dan INDF," demikian rekomendasi dari eTrading Securities.

Sementara Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah, namun menutup September ini dengan catatan kenaikan terbesar sejak 1939. Padahal biasanya September selalu menjadi catatan kelam bagi bursa Wall Street.

Pada Kamis (30/9/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 47,23 poin (0,44%) ke level 10.788,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,53 poin (0,31%) ke level 1.141,20 dan Nasdaq melemah 7,94 poin (0,33%) ke level 2.368,62.

Namun Bursa Jepang mengawali perdagangan perdana di bulan Oktober ini dengan menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 71,17 poin (0,76%) ke level 9.440,52.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Finan Corpindo Nusa:

IHSG berhasil ditutup di atas level psikologis 3.500 didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah serta aksi beli asing meskipun mayoritas bursa Asia mengalami koreksi setelah Moody's menurunkan peringkat rating Spanyol, yang kembali menimbulkan kecemasan mengenai kondisi ekonomi zona euro. Untuk Jumat, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.470 hingga 3.530.


Akhir Pekan, Tekanan Jual Masih Bayangi IHSG

Jum'at, 1 Oktober 2010 - 08:00 wib
text TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi

JAKARTA - Tekanan jual atas saham-saham unggulan (bluechip) tampaknya belum mereda. Ancaman melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi terjadi pada akhir pekan ini.

"Adanya tekanan jual terhadap saham-saham unggulan yang berada di area overbought ikut memberi andil terhadap tekanan yang terjadi," kata Trimegah Secerities kepada okezone di Jakarta.

Selain kondisi overbought-nya pasar saham, aksi profit taking juga bisa disebabkan akibat indeks Wall Street di Amerika Serikat yang melema.

Pada perdagangan Kamis (30/9/2010) waktu setempat, Dow Jones melemah 47,23 poin atau 0,44 persen ke 10.788,05. Indeks Standard & Poor's 500 turun 3,53 poin atau 0,31 persen ke 1.141,20, demikian juga Nasdaq Composite Index turun 7,94 poin atau 0,33 persen ke 2.368,62.

Untuk hari ini, dia memerkirakan pergerakan IHSG diperkirakan berada di kisaran support resistance 3.475-3.514, dengan saham pilihan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Timah Tbk (TINS)

BERITA KOMODITAS

Emas turun pada US$1.309,60 per ounce

Jumat, 01/10/2010 08:21:46 WIB
Oleh: Bloomberg SEATTLE: Emas berjangka turun dari rekor setelah dolar AS menghentikan kemerosotannya dan mengikis permintaan terhadap logam mulia sebagai aset alternatif.

Dolar AS naik sampai 0,4% terhadap enam mata uang utama dipicu survei manajer pembelian Chicago yang lebih tinggi dari perkiraan dan klaim pengangguran AS turun secara tak terduga.

Sebelumnya, dolar AS menyentuh level terendah dalam 8 bulan dan emas meraih rekor US$ 1.317,50 per ounce, membukukan posisi tingginya sepanjang waktu untuk kesepuluh kalinya bulan ini.

"Emas mengikuti sinyal dolar AS. Kita telah melihat pemutaran dalam dolar AS dan premi berisiko kecil beranjak keluar dari perdagangan emas," kata Matthew Zeman, pedagang logam di LaSalle Futures Group, Chicago.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun US$0,70 menjadi US$1.309,60 per ounce pada pukul 2:06 di Comex, New York. Sebelumnya, harga tersebut turun sebanyak 1%.

Olahan emas naik 4,7% bulan ini. Pada kuartal ketiga, emas naik 5,1% yang merupakan keuntungan kuartalan kedelapannya berturut-turut.

"Emas pada saat ini sudah overbought (jenuh beli), tetapi pasar mengalami kesulitan dalam penjualan. Pasar ini masih sangat kuat dan terus mengalami pembelian," kata Zeman.

Emas memperoleh keuntungan 19% tahun ini, menuju perolehan tahunan kesepuluh kalinya berturut-turut atas permintaan akan suatu alternatif untuk saham dan obligasi.


Minyak melonjak ke level tertinggi dalam 7 pekan

Jumat, 01/10/2010 06:56:21 WIB
Oleh: Bloomberg DALLAS: Minyak naik didorong oleh laporan GDP Amerika pada kuartal II dan sinyal kenaikan permintaan setelah klaim pengangguran minggu mengalahkan estimasi ekonom.

Minyak melonjak ke level tertinggi dalam 7 pekan setelah laporan pemerintah mengenai kenaikan pertumbuhan AS sebesar 1,7% tahunan selama kuartal II. Harga minyak juga didorong oleh penurunan klaim pengangguran yang mengindikasikan turunnya persediaan bensin.

"Pasar masih memandang ekonomi sebagai penggerak. Pelaku pasar mencermati kapan perekonomian pulih dan tingginya permintaan mengurangi cadangan," kata Tom Bentz, broker BNP Paribas Commodity Futures Inc.

Minyak untuk pengiriman November naik US$2,11 atau 2,7% menjadi US$79,97 per barel di New York Mercantile Exchange. Kisaran harga bergerak dari US$77,55 menjadi US$80,18, tertinggi sejak 11 Agustus. Kontrak berjangka naik 11% pada September dan 5,7% dalam kuartal III.

Posisi GDP melebihi estimasi median para ekonom pada 1,6%. Meski begitu, angka itu lebih rendah dari posisi kuartal I pada 3,7%. Klaim pengangguran di AS turun sebesar 16.000 menjadi 453.000 selama sepekan yang berakhir 25 September, lebih rendah dari 460.000 perkiraan 47 ekonom. Sementara laporan resmi Departemen Buruh akan dilansir hari ini. Pengangguran berada pada kisaran 10%.

Konsumsi bensin naik 6,1% pekan lalu menjadi 9,38 juta barel per hari, kenaikan sepekan terbesar sejak 19 Februari.

Minyak brent untuk penyelesaian November naik US$1,54 atau 1,9% menjadi US$82,31 pada ICE Futures Europe London, tertinggi sejak 3 Agustus.

BERITA WALLSTREET

September Ceria di Wall Street
Nurul Qomariyah - detikFinance


Foto: Reuters
New York - Bursa Wall Street menutup September ini dengan catatan kenaikan terbesar sejak 1939. Namun sebagian analis tetap menilai kenaikan pada September ini tidak merefleksikan optimisme yang sesungguhnya akan kondisi perekonomian AS.

Menutup perdagangan di bulan September pada Kamis (30/9/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 47,23 poin (0,44%) ke level 10.788,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,53 poin (0,31%) ke level 1.141,20 dan Nasdaq melemah 7,94 poin (0,33%) ke level 2.368,62.

Meski ditutup melemah, namun secara total selama September indeks Dow Jones mencatat kenaikan 7,72$ dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara S&P 500 naik 8,8%.

Padahal September biasanya menjadi bulan yang 'kelabu' untuk Wall Street. Terakhir kali terjadi penguatan indeks Dow Jones pada bulan September adalah pada awal perang dunia II, ketika Dow Jones melesat hingga 13,49%.

Namun tetap saja analis menegaskan kenaikan indeks Dow Jones pada September tidaklah merefleksikan optimisme investor bahwa resesi sudah berakhir dan perekonomian A

Sayangnya, kenaikan indeks saham selama September juga tidak didukung oleh volume transaksi yang besar. Pada akhir September, transaksi perdagangan di New York Stock Exchange hanya 8,76 miliar lembar saham, dibandingkan rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham.


Wall Street Ditutup Melemah di Akhir September

Jum'at, 1 Oktober 2010 - 07:47 wib
text TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi

NEW YORK - Wall Street tampak melemah pada akhir kuartal tiga yang merupakan periode terbaik dalam setahun, padahal data ekonomi tidak terlalu buruk. Walau demikian S&P dan Nasdaq mencatatkan kenaikan tertinggi sejak April 2009 pda kuartal tiga itu.

Di mana track record menunjukan September sebagai bulan terburuk untuk pasar saham, S&P 500 naik 8,8 persen. Pada kuartal ketiga, indeks naik 10,7 persen, yang meruppkan performa terbaiknya dalam setahun.

Perdagangan pun berlangsung volatil, investor tampak terpecah dua. Di mana ada investor yang melakukan aksi beli karena optimis dengan kuartak tiga ini. Setelah naik dan turun bergerak hampir satu persen, akhirnya indeks berakhir sedikit lebih rendah. Namun, S&P 500 tampak berjuang untuk memecahkan resistance 1,145-1,150.

"Sejak September dianggap sebagai bulan yang kuat, banyak yang berpikir bahwa Oktober akan menjadi salah satu menakutkan Jika data dan laba emiten yang akan dirilis memicu kekhawatiran double-dip (resesi). Oktober mungkin bulan untuk S&P untuk berkonsolidasi, setelah rentang perdagangan yang panjang yang kami lihat pada bulan April," kata economist and investment strategist LPL Financial John Canally di Boston seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/10/2010).

Sebuah jajak pendapat oleh Reuters menunjukkan para investor terkemuka di seluruh dunia meningkatkan kepemilikan sahamnya hingga ke tingkat tertinggi dalam tiga bulan pada bulan September, minat atas obligasi pun berkurang. Begitu juga dengan langkah untuk menyimpan dana secara tunai menurun drastis akibbat keyakinan tentang ekonomi global tumbuh.

Pada perdagangan Kamis (30/9/2010) waktu setempat, Dow Jones melemah 47,23 poin atau 0,44 persen ke 10.788,05. Indeks Standard & Poor's 500 turun 3,53 poin atau 0,31 persen ke 1.141,20, demikian juga Nasdaq Composite Index turun 7,94 poin atau 0,33 persen ke 2.368,62.


Aksi jual bluechips bikin bursa AS terpeleset

NEW YORK. Saham-saham di bursa Asia kembali melorot. Aksi jual yang dilakukan investor atas saham-saham dengan performa terbaik beberapa waktu lalu dilakukan di tengah spekulasi membaiknya data perekonomian.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan antara lain: Caterpillar Inc turun 1,6%, American Express Co anjlok 2,3%, dan Apple Inc melorot 1,3%. Sementara, saham Occidental Petroleum Corp naik 2,2%.

Alhasil, pada penutupan pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 terpeleset 0,3% menjadi 1.141,20. Sedangkan indeks Dow Jones turun 0,4% menjadi 10.788,05.

"Hari ini (30/9) merupakan hari terakhir di kuartal tiga. Tak ada yang naik di garis yang lurus. Anda akan banyak melihat investor mengambil posisi keluar dan mengambil untung," jelas Michael James, managing director Wedbush Morgan securities di Los Angeles.

Catatan saja, sepuluh sektor industri yang tergabung dalam indeks S&P 500 serta 30 saham di Dow Jones mengalami kenaikan pada September. Kondisi itu membuat dua indeks acuan tersebut mencatatkan kenaikan positif.

BERITA EMITEN

Laba bersih Rig Tenders meroket 7.492%

Oleh: Irvin Avriano A. JAKARTA: Laba bersih PT Rig Tenders Indonesia Tbk meroket sebesar 7.492,14% pada semester I/2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu karena penurunan beban operasional sebesar 16,55%.

Laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan hari ini ditunjukkan peningkatan laba bersih emiten pelayaran itu terjadi dari level US$47.183 pada semester I/2009 menjadi US$3,58 juta pada semester I/2010.

Laba bersih emiten itu meningkat pesat meskipun pendapatannya turun tipis sebesar 1,18% dari US$23,75 juta menjadi US$23,44 juta pada periode waktu yang sama.

Beban operasional yang mengurangi pendapatan hanya menurun tipis, tetapi dari sisi jumlah termasuk besar yaitu sebesar US$3,73 juta dari sebesar US$22,55 juta menjadi US$18,82 juta.

Selain peningkatan laba bersih, laba usaha perusahaan juga dibukukan meningkat sebesar 295,89% dari sebesar US$1,16 juta menjadi US$4,62 juta. Beban perseroan yang lain, yaitu beban lain-lain dan beban pajak juga turun masing-masing sebesar 5,62% dan sebesar 9,14%.

Harga saham Rig Tenders yang berkode saham RIGS ditutup stagnan di level Rp870 dan membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp529,94 miliar.


Grup Salim Konversi Utang Indomobil Rp 380 M Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
01/10/2010 08:00:42 WIB
Oleh Myrna Agata Riyanto
JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) akan mengonversi utang menjadi saham perseroan (debt to equity conversion) senilai Rp 380 miliar kepada PT Tritunggal Inti Permata, perusahaan milik Grup Salim.
Tritunggal merupakan salah satu kreditor Indomobil dan anak usaha. Tritunggal juga tercatat sebagai pemegang 20,47% saham Indomobil. Sementara itu, PT Cipta Sarana Duta Perkasa (CSDP) melalui Citibank Singapore menguasai 72,83% saham perseroan. Sisanya 6,7% dimiliki publik.
Dengan konversi utang menjadi saham, kepemilikan Tritunggal di Indomobil akan meningkat. Namun, jumlah saham yang bakal ditambah bergantung pada harga konversi. “Penentuan nilai konversi saham berdasarkan peraturan tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas,” jelas Presiden Direktur Indomobil Gunadi Sindhuwinata dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9).
Gunadi menegaskan, pelaksanaan debt to equity conversion mengandung benturan kepentingan. Karena itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 26 November...